Archive for April, 2008
Peran Isu, Trend, dan Usia
Oleh : Rahmadona Fitria
*)Tulisan dibuat untuk mengikuti lomba menulis yang diselenggarkan oleh www.menulismudah.com bekerjasama dengan Harian Umum Radar Banjarmasin
SALAH satu isu yang sedang hangat belakangan ini adalah isu pemanasan global atau peningkatan suhu bumi. Bahasa kerennya, global warming. Ini dijelaskan sebagai akibat dari terperangkapnya gas Co2 di permukaan bumi. Proses yang biasa disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Ini kemudian dihubung-hubungkan dengan perubahan iklim yang menjurus ke hal ekstrem, yakni bencana alam, meningkatnya tinggi muka air laut, udara yang semakin panas, kelangkaan sumber air dan makanan, sampai timbulnya berbagai ancaman penyakit. Bagaimana hal itu terjadi ?
Dewasa ini, interaksi antara manusia dengan lingkungannya kembali digulirkan. Disebutkan bahwa dalam membangun komunitas dan lingkungan, manusia sering melakukan pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungannya. Kebutuhan akan tempat tinggal berefek mengeruk lahan-lahan hijau yang semula untuk resapan air atau sumber udara sehat. Gaya hidup modern berdampak pada pengerukan sumber daya alam hingga batas yang sulit terkontrol. Ini semua berpotensi merusak lingkungan, sehingga menghasilkan efek-efek negatif seperti yang disebutkan di atas.
Kini sudah saatnya kita peduli pada lingkungan yang sudah seharusnya kita lestarikan. Salah satu langkah pelestarian lingkungan itu adalah memaksimalkan peran tumbuhan melalui penanaman pohon dan tanaman hias. Tumbuhan hijau dijelaskan berperan sebagai alat produksi oksigen. Oksigen membuat udara menjadi lebih sejuk. Tumbuhan memberi manfaat keteduhan alami, mengurangi kebisingan, dan mengurangi debu, sehingga lingkungan menjadi lebih sejuk, nyaman, dan segar.
Hangatnya isu pemanasan global diiringi pula dengan maraknya trend pemeliharaan tanaman hias oleh para penghuni bumi. Trend ini tentu saja berdampak positif bagi interaksi antara manusia dan lingkungannya, yakni terciptanya siklus kehidupan yang saling berdampingan dan berkesinambungan.
Isu global warming menjadi perhatian diberbagai lapisan usia. Dalam tulisan ini, saya tertarik mengangkat peran pada tingkat usia pensiunan yang secara tidak langsung dan tanpa ia sadari sebenarnya sudah terlibat untuk peduli pada isu pemanasan global. Beliau seorang pensiunan pegawai negeri sipil Dinas Perkebunan Propinsi Kalimantan Selatan dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian Umum yang tidak lain adalah ayah saya sendiri.
Sehari-harinya, beliau menikmati kegiatannya mengurus tanaman di halaman rumah jauh sebelum maraknya trend memelihara tanaman hias dan isu pemanasan global. Kecintaan dalam berinteraksi dengan lingkungan yakni merawat dan mengurusi tanaman adalah aktivitas yang sekarang ditekuni sebagai pengisi waktu pensiun. Aktivitas produktif di usia pensiunan yang mampu membangkitkan suatu motivasi kesadaran, ternyata memiliki peran penting dalam memperpanjang kelangsungan hidup bumi dan seisinya. Mari bangkit bersama menjaga keselamatan bumi !***
6 comments April 20, 2008
Indahnya Silaturrahmi
Oleh : Rahmadona Fitria
Pertemuan yang sebenarnya tidak terduga tapi masih meninggalkan kesan. Sore itu, suami mengajak untuk bersilaturrahmi sebagai salah satu agenda kegiatan dakwahnya. Suami sudah lebih dahulu kenal dengan keluarga tersebut sedangkan saya baru pertama kalinya. Kebetulan pada saat itu ada orang lain yang juga bertamu ke rumah keluarga tersebut, tidak lama setelah kami datang.
Tamu tadi ternyata masih famili dari keluarga tersebut. Beberapa waktu kemudian ada saja tamu laki-laki yang berdatangan, akhirnya para ibu mengungsi ke rumah tetangga. Di rumah tetangga inilah saya terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan si ibu yang masih famili dari tuan rumah keluarga yang kami silaturrahimi tadi.
Saya agak heran karena kami baru pertama kali bertemu, tapi si ibu tadi dengan tulusnya bercerita tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya berpikir positif saja, mungkin ibu itu mempercayai saya. Lagipula saya tidak punya kepentingan apa-apa terhadap beliau, saya kira begitu pula sebaliknya.
Jujur, saya bersimpati dan kagum kepada beliau. Beliau adalah sosok wanita yang patut dihargai dan ditiru. Walaupun mungkin figur yang cukup langka, bahkan mungkin tidak menarik perhatian untuk ukuran zaman sekarang. Saya pikir, seandainya suami beliau mengetahui ketulusannya, tentulah ia akan menjadi seorang lelaki yang sangat bersyukur. Selain memiliki harta kekayaan melimpah juga memiliki harta berupa seorang isteri yang amanah dalam menjaga keselamatan akhlaq suaminya.
Bukankah jarang ada figur seorang istri yang rela mengorbankan aktivitasnya di luar rumah demi menjaga kemuliaan dan keselamatan akhlaq keluarganya, terutama suaminya. Padahal aktivitas yang beliau ikuti di luar rumah adalah aktivitas positif dan bukan aktivitas yang bertentangan dengan norma agama.
Beliau menuturkan, lebih memilih mengikuti kemauan suami yang meminta untuk tetap diam di rumah daripada aktif di luar tapi suami mengancam dan terancam jatuh pada kemaksiatan. Semua yang dilakukannya hanya demi menjaga keselamatan akhlaq sang suami, subhanallah! Saya kira ini bukan pengorbanan yang mudah dan remeh.
Menurut saya, beliau ini sosok wanita yang cukup cerdas memotivasi diri dengan pendekatan religius. Dari penuturannya, beliau ini senantiasa menghubungkan segala peristiwa yang dialami tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, bahwa Dia lah yang mengaturnya. Beliau menambahkan, senantiasa menjalin hubungan dengan sang pengatur segala urusan yakni Allah SWT melalui ibadah sholat tahajud dan dari sinilah sumber kekuatan yang dimilikinya. Sehingga tidak takut dan sedih terhadap persoalan yang menimpanya.
Beliau juga menceritakan pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan meminta pendapat saya dengan mata berkaca-kaca apakah menurut saya pertemuan dalam mimpi itu benar ? Beliau bilang selalu berkaca-kaca jika mengingat mimpi tersebut karena merasa tidak layak memperoleh kemuliaan bermimpi bertemu Rasulullah. Tentu saja saya tidak berani membenarkan karena tidak punya pengetahuan tentang hal itu. Tapi saya katakan, sepengetahuan saya kalau sosok Rasulullah tidak tergambar secara jelas dalam mimpi itu mungkin saja pertemuan itu benar karena setan tidak bisa menyerupai Rasulullah. Beliau bilang wajahnya memang tidak begitu jelas tapi sosok itu bercahaya, memakai jubah dan sorban putih, mengucapkan salam dan beliau meyakini bahwa itu adalah Rasulullah.
Sudah beberapa hari berlalu sejak pertemuan dengan beliau, namun masih meninggalkan kesan mendalam untuk dikenang. Pertemuan itu menambah masukan bagi saya yang sedang belajar memperdalam bidang ilmu tentang kepribadian. Tidak ada maksud lain bagi saya mengangkat figur beliau dalam tulisan saya, selain agar kita bisa mengambil pelajaran dan sebagai sebuah bentuk penghargaan. Ternyata masih ada sosok wanita di sekeliling kita yang memberikan contoh nyata tentang sebuah kebaikan dengan menjadikan agama sebagai motivasi dan solusi dalam menghadapi permasalahan hidup di zaman materialistis seperti sekarang; di mana keselamatan akhlaq tidak mendapat perhatian dan dikesampingkan.
Wahai ibu, semoga ini dapat menjadi sebuah kabar gembira buat ibu, di sebuah majalah Islam, nama majalahnya Sabili, ada pembahasan tentang mimpi bertemu Nabi. Disitu disebutkan ; bertemu Rasulullah di dalam mimpi adalah berkah tersendiri. Sebab, ia termasuk ru’yah shadiqah atau mimpi tentang kebenaran. Dan hampir semua mengatakan mimpi bertemu Nabi akan membawa perubahan.
Semoga ibu senantiasa istiqomah dalam menjalankan amanah menjaga keselamatan dan kemuliaan akhlaq suami beserta keluarga, Amin Ya Rabbal Alamin.***
Add comment April 14, 2008
Airmata Dan Pelukan
Oleh : Rahmadona Fitria
Subhanallah ! Pagi itu, tepatnya hari sabtu, tanggal 12 april 2008 menjadi hari yang sungguh berkesan dalam kehidupanku. Suasana hati yang tadinya mendung kelabu seketika berganti cerah ceria, setelah diguyur oleh tumpahan hujan airmata dan hangatnya pelukan tulus penuh kasih dari suami tercinta. Perbincangan serius yang biasanya berakhir dengan mempertahankan pendapat masing-masing, berganti menjadi pemandangan yang mengharu biru.Ya, jika ini sebuah drama atau cerita dari sebuah novel percintaan bisa dibilang “Happy Ending”.
Akhir perbincangan kami kali ini menghasilkan solusi yang menentramkan batin. Belum pernah aku mengalami, mendiskusikan suatu persoalan dengan suami yang berakhir dengan tangis dan subhanallah ! dia menangis sambil memelukku yang juga menangis. Semoga Allah SWT memberikan berkahNya pada kami melalui peristiwa ini.
Bagiku, airmata dan pelukan suami saat itu juga menjadi transfer motivasi cinta yang tulus. Ternyata sampai pada hari ini dan detik ini, ketika menuliskan kisah ini transfer motivasi cinta itu masih kuat bertahta dihatiku. Ku iringi doa semoga selamanya ini menjadi solusi dan penyemangat diri dalam mendampingi suami, sehingga senantiasa bergandengan tangan seiring sejalan untuk meraih ridho Allah. Bila sebelumnya aku hanya berada di belakang layar dalam mendukung kegiatan dakwah suami dan sempat memutuskan untuk berhenti, ternyata Allah punya rencana lain dan jika Allah yang berkehendak siapakah yang mampu menolaknya?. Akhirnya, Allah menggerakan hatiku melalui sebuah kalimat indah dari sebuah buku : “Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat” yang dari itu aku berguru dan memperoleh ilmu serta mengubah arah hidupku. Kalimat itu berbunyi ; ketaatan kepada suami merupakan ibadah yang dapat memasukkan muslimah ke surga, sebaliknya tidak mentaati suami padahal ia mengajak kepada kebaikan akan mengakibatkan dosa dan kemurkaan Allah SWT. Maka aku memutuskan untuk kembali, berusaha menetapkan langkah agar bisa seiring sejalan dengan aktivitas dakwah suami, semata-mata aku tidak ingin mendapat murka Allah.
Jika kemudian aku mengalami berbagai peristiwa yang menguji langkah dalam mendampingi aktivitas dakwah suami, hanya hikmah dan hikmah yang justru memperkaya wawasan serta pemahamanku tentang Islam, subhanallah! Satu tekadku minimal aku tidak menambah beban permasalahan jama’ah dan ummat serta berusaha belajar agar bisa memposisikan diri menjadi salah satu solusi bagi ummat. Insya Allah, Amin Ya Rabbal Alamin.
Satu lagi, airmata dan pelukan suami tercinta sebagai trasfer motivasi cinta yang tulus bagiku merupakan definisi bahasa kalbu ; ‘kamu ada, untuk menerima dan melengkapi kekuranganku’. Semoga Allah menguatkan langkahku, la haula wa la quwwata illa billah.***
2 comments April 14, 2008