Penyejuk Mata Dan Hati
June 9, 2009
rahmadona

Oleh : Rahmadona Fitria
Anak-anak adalah dambaan, harapan, penghibur hati dan kebanggaan setiap orangtua. Kehadirannya turut mewarnai dan mengisi kehidupan orangtua serta seluruh anggota keluarga. Namun sesungguhnya anak adalah titipan Allah yang diamanahkan kepada setiap orangtua. Orangtua hanya diuji sejauh mana peran mendidik anak, sehingga mereka menjadi anak yang sholeh.
Anak-anak adalah nikmat terbesar sekaligus amanah dari Allah dan akan diminta pertanggungjawaban atas amanat tersebut. . Maka orangtua tidak boleh lalai akan tugas utama ini, yaitu mengenalkan anak kepada Allah SWT. Inilah sebenar- benarnya kewajiban dan harapan terhadap anak-anak kita. Orangtua harus berusaha sekuat tenaga melakukan berbagai pembinaan terhadap anak demi menunaikan amanat Allah sebagai orangtua yang bertanggung jawab.
Rasulullah Saw senantiasa mendidik anak-anak agar berdoa dan mengenal Allah SWT, baik disaat senang maupun susah. Mengarahkan mereka pada suatu perilaku yang baik serta mengawasi setiap tingkah lakunya agar semakin hari kian membaik dan terarah. Rasulullah senantiasa menampakan kelembutan dan rasa kasih sayang kepada anak-anak bahkan pada saat beliau sedang sholat. Seorang pendidik atau orangtua yang memiliki keramahan dan kelembutan dalam tutur kata akan mendorong anak berperilaku baik dan santun.
Semua orangtua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, berbakti, menyenangkan dan membanggakan hatinya. Namun anak yang hanya sekedar merupakan perhiasan dunia akan tampak menyenangkan hati dan dilihat oleh mata sementara. Seperti anak yang bagus rupanya, lucu, pintar, menarik penampilannya, memiliki jabatan dan kekayaan harta benda. Hal ini akan dapat membuat orangtua lalai akan amanah dan mengingat Allah.
Padahal ada yang lebih menarik dan berharga dari perhiasan dunia yaitu amal ibadah kita kepada Allah SWT. Hanya anak yang sholeh yang dapat menjadi penyejuk mata dan hati kedua orangtuanya. Anak sholeh pula yang mampu berbuat baik terhadap orangtua dan menyelamatkannya dunia akhirat, serta menyelamatkan manusia dan dunia dari kehancuran.
Anak-anak yang sholeh dalam menjalani kehidupannya terdidik untuk tidak berorientasi pada dunia melainkan lebih cinta akan kenikmatan akhirat, meraih surga, dan keridhoan Allah. Kehidupan dunia hanyalah sementara tidak sebanding dengan kenikmatan akhirat yang kekal abadi. Namun barangkali tidak semua usaha kita dalam mendidik anak membawa hasil.
Sekali lagi, anak-anak hanyalah ujian bagi orangtuanya. Kewajiban orangtua hanya mendidik dengan benar dan sabar serta senantiasa mengawasi anak-anaknya hingga akhir hayat demi mengharap balasan dari Allah SWT. Jika anak-anak mau menerima perlakuan baik orangtuanya, maka itulah yang diinginkan Allah SWT pada mereka. Ketika hal ini tercapai akan terpancar sinar kasih sayang anak kepada orangtua seperti perintah Rabbnya dalam Al-Qur’an surah Al Israa’ ayat 24, “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sejak kecil.”
Hendaknya ketika suatu saat kita meninggal dunia hal yang paling penting diwasiatkan adalah pembinaan terhadap anak-anak kita. Titipkan mereka untuk diasuh oleh orang-orang sholeh dari kalangan saudara atau kerabat dekat, sehingga mereka menjadi anak-anak sholeh dan sholehah. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab orangtua terhadap anak. Sebab kita tidak tahu apakah kebaikan terletak pada permulaan atau diakhirnya.
Karena itu kita tidak sepantasnya memberi label pada anak bahwa ia adalah anak yang menyusahkan, tidak membawa kebaikan dsb. Tugas orangtuanya lah mengarahkan, menasehati, serta senatiasa mendoakan kesholehan anak-anaknya. Hingga ketentuan takdir Allah pun berlaku bagi mereka dengan cara lemah lembut.
Pada akhirnya anak-anak sholehlah yang kita semua inginkan, anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan hati setiap orangtua. Bukan sekedar anak-anak yang hanya sebagai perhiasan dunia, yang hanya menyenangkan mata dan hati sesaat. Maka agar memperoleh anak-anak yang menyejukan mata dan hati hanya ada satu cara yakni mendidik mereka dengan pola hidup, pola pikir dan lisan berlandaskan nilai-nilai islam.***
Entry Filed under: Mendidik
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Ahmad nur irsan finazli | July 13, 2009 at 1:46 am
Lanjutkan perjuangan mendidik anak-anak…
2.
deltapapa | July 28, 2009 at 3:46 am
Ya Rasulullah, Saya ingin menjadi ayah sebagaimana Engkau menjadi ayah ya Rasulullah. Engkau menggendong anak-anak dan cucu-cucumu, bahkan terkadang Engkau bermain berkejaran dengan mereka. Engkau tanami mereka dengan kecintaan kepada Allah. Engkau mendidik mereka dengan sempurna