<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmadona Fitria</title>
	<atom:link href="http://rahmadona.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmadona.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:42:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Survive Hadapi Masa Krisis</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/survive-hadapi-masa-krisis/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/survive-hadapi-masa-krisis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria*
SEMARAK peringatan hari Kebangkitan Nasional baru saja berlalu. Virus semangat untuk bangkit dan optimisme terhadap masa depan pun terasa menyentuh hati seluruh anak negeri. Akan tetapi rupanya spirit kebangkitan itu hanya bisa dinikmati sesaat, karena tiba-tiba kenaikan BBM menjadi mimpi buruk yang mampu menghapus secercah harapan yang ditiupkan dari semarak peringatan hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Rahmadona Fitria*</p>
<p>SEMARAK peringatan hari Kebangkitan Nasional baru saja berlalu. Virus semangat untuk bangkit dan optimisme terhadap masa depan pun terasa menyentuh hati seluruh anak negeri. Akan tetapi rupanya spirit kebangkitan itu hanya bisa dinikmati sesaat, karena tiba-tiba kenaikan BBM menjadi mimpi buruk yang mampu menghapus secercah harapan yang ditiupkan dari semarak peringatan hari kebangkitan nasional.<br />
<span id="more-58"></span>Maka tidak mengherankan jika kemudian di mana-mana diwarnai dengan aksi menentang kebijakan mengenai kenaikan BBM. Mereka  meneriakan rintihan rakyat kecil yang semakin menderita akibat kebijakan tersebut. Apa boleh buat, toh pemerintah sudah menyiapkan BLT  sebagai kompensasinya. Menurut pakar psikologi Sartono Mukadis, sebenarnya masyarakat sudah bisa memahami kebijakan pemerintah menaikkan BBM. Jadi menurutnya yang gelisah bukan rakyat tapi elit politik.<br />
Mengingat fakta bahwa sedikitnya 50 ribu orang Indonesia bunuh diri selama tiga tahun terakhir yang disebabkan  kemiskinan dan himpitan ekonomi, menuai kekhawatiran kalau kenaikan BBM akan memicu meningkatnya jumlah orang yang mengakhiri hidup dengan sengaja.<br />
Menurut Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus, pada tahun 2005 setelah harga BBM dinaikkan, dua bulan kemudian RS Jiwa menjadi overload. Riset Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan di Jakarta  menyebutkan, potensi kenaikan jumlah penderita gangguan jiwa bisa naik hingga 40 persen (angka ini diambil dari statistik November 2005). Selain itu, pada tahun 2007 LBH Kesehatan juga mengutip data kelompok Advokasi Kesehatan Jiwa Universitas Indonesia yang menyebutkan 12 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Menurut Iskandar, penyebab gangguan jiwa terbesar karena keterbatasan ekonomi dan jika tidak tertangani secara baik akan berpotensi mengakibatkan penderita terdorong untuk bunuh diri.<br />
Beragam aksi menentang kenaikan BBM mungkin sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap penderitaan masyarakat. Tapi jika aksi-aksi tersebut diwarnai tindakan kekerasan dan merusak, bukan solusi yang didapat, justru akan menimbulkan konflik baru yang memperburuk keadaan. Tujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat akhirnya tidak bisa dicapai, sebaliknya perhatian akan berbalik tertuju pada konflik baru.<br />
Setiap orang mempunyai naluri kemanusiaan yang terwujud dalam bentuk empati dan kepedulian terhadap sesama. Ada banyak cara yang bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi. Kepedulian seperti apa yang kira-kira tepat sebagai solusi dan sesuai dengan kebutuhan ?<br />
Empati dan kepedulian dapat disalurkan melalui kegiatan sosial, sumbangan pemikiran melalui tulisan, bagi yang mampu dengan ilmu dapat mengajarkannya kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan, mengadakan seminar atau kegiatan lainnya yang bermanfaat. Lakukanlah hal-hal yang mampu kita kerjakan untuk meringankan permasalahan yang terjadi disekitar kita demi kebaikan sesama manusia tanpa ada maksud-maksud tertentu dibalik itu. Biarlah Allah Swt saja yang memberikan imbalan atas perbuatan baik yang kita lakukan.<br />
Keterpurukan akibat krisis yang merambah ke segala aspek kehidupan, membuat kita harus selalu senantiasa siap menghadapinya (this is not the end of the world). Kesadaran bahwa apa yang sedang kita jalani saat ini adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah kehidupan. This is the starting point for the new hope, kita dilahirkan untuk berjuang (born to fight) dan setiap manusia dibekali kemampuan untuk survive (bertahan) dalam menjalani kehidupan. Sikap optimis dalam menghadapi apa pun yang terjadi menjadi modal penting untuk bangkit dan berprestasi. Kunci penting dalam menciptakan atmosfer yang kondusif bagi diri dan lingkungan untuk survive adalah motivasi positif yang ada pada masing-masing individu.<br />
Daripada setiap orang sibuk meramaikan  opini negatif tentang kenaikan BBM bukankah akan lebih bijaksana jika berbagai pihak berusaha menciptakan suatu solusi bagi permasalahan ini, bahkan dalam wujud yang sederhana ? Misalnya dengan berpenampilan bersahaja, berhemat (menghindari pemborosan), senang berbagi (dermawan) sebagai wujud nyata kepedulian dan empati terhadap permasalahan yang saat ini terjadi.***<br />
*) Konsultan remaja<br />
lembaga psikologi ‘Mitra solusi’ Banjarbaru, weblog: http://www.rahmadona.wordpress.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=58&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/survive-hadapi-masa-krisis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangat Kebangkitan Nasional</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/semangat-kebangkitan-nasional/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/semangat-kebangkitan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria*
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan salah satu peristiwa bersejarah di negeri kita tercinta, Indonesia. Ada sebuah pernyataan inspiratif dalam salah satu iklan ditelevisi yang bunyinya kurang lebih begini; “Ada banyak cara memaknai hari kebangkitan nasional. Ada banyak cara berbakti untuk negeri”. Siapa pun bisa memberikan kontribusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Rahmadona Fitria*</p>
<p>Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan salah satu peristiwa bersejarah di negeri kita tercinta, Indonesia. Ada sebuah pernyataan inspiratif dalam salah satu iklan ditelevisi yang bunyinya kurang lebih begini; “Ada banyak cara memaknai hari kebangkitan nasional. Ada banyak cara berbakti untuk negeri”. Siapa pun bisa memberikan kontribusi manfaat bagi negeri, sesuai dengan kompetensi masing-masing dalam rangka memperingati 100 tahun ‘Hari Kebangkitan Nasional’.<br />
<span id="more-56"></span>Setiap manusia tentunya dilahirkan ke dunia ini dengan dibekali potensi (kemampuan) masing-masing sebagai karunia dari Allah Swt. Ada yang memiliki potensi di bidang pendidikan, di bidang sosial, di bidang kesenian, di bidang menulis, dan berbagai bidang lainnya. Maka hendaknya setiap orang mengenali kelebihan dirinya dan mendalami suatu bidang yang dirasakan paling mampu ia kuasai. Karena setiap manusia akan dimudahkan oleh Allah Swt pada setiap kemampuan yang telah diciptakan untuknya. Kemudian memfungsikan kemampuan tersebut sesuai dengan tempatnya, baik berupa ilmu atau profesi.<br />
Dalam sebuah organisasi yang bergerak di bidang apapun, alangkah bijaksana jika setiap anggotanya dapat berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Setiap orang berbuat atau mendapatkan tugas sesuai dengan  kemampuan di bidangnya, melakukan hal-hal yang mampu dikerjakan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Seseorang yang mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidangnya akan termotivasi melakukannya, tekun dan menganggap apa yang ia lakukan itu penting. Sebaliknya, menerima atau mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan di bidangnya hanya akan menghasilkan kinerja yang tidak maksimal dan menghambat jalan organisasi, sekalipun ia tahu pekerjaan itu penting bagi dirinya, bagi orang yang menyuruhnya, dan bagi kepentingan orang banyak.<br />
Mari kita renungkan sejenak apa yang terdapat dalam sebuah hadist, Abu Musa Ra berkata,”Rasulullah Saw bersabda,”Seorang mu’min bagi mu’min yang lain bagaikan bangunan yang saling menguatkan sebagian dengan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari Muslim). Dalam segala aspek, semestinya potensi setiap manusia atau setiap anggota (dalam sebuah organisasi) mengarah kepada upaya saling menguatkan satu dengan yang lain, bukan saling melemahkan dan menjatuhkan atau menguasai. Potensi pada masing-masing bidang (politik, ekonomi, sosial, kesenian, penulisan, dsb) jika difungsikan dengan benar, niscaya menjadi kekuatan yang luar biasa menggetarkan. Sehingga kinerja setiap orang atau anggota organisasi akan lebih optimal dan mencapai hasil yang dirasakan kontribusi manfaatnya bagi kepentingan orang banyak.<br />
Seseorang yang mendapatkan tugas tidak sesuai dengan potensi di bidangnya, ibarat robot  yang melakukan sesuatu karena diatur  tanpa ‘sense of  belonging’ (merasa memiliki) terhadap pekerjaan tersebut. Akhirnya kerugian ada di dua pihak. Wajar jika hasilnya kurang maksimal, tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan organisasi. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran”  (Al-Hadits).<br />
Realitanya, kita sering menjumpai orang yang melakukan pekerjaan berdasarkan kesempatan (lowongan) yang ada atau pekerjaan yang dianggap prestise (bergengsi) di mata masyarakat. Sebaiknya hindari melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan potensi, lebih baik mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidang yang ditekuni dan memperoleh hasil optimal.<br />
Orang yang sukses akan selalu menjaga potensi dirinya sehingga profesional di bidangnya. Seremeh apapun pekerjaan yang dilakukan seseorang jika sesuai dengan bidang yang ia tekuni, maka ia akan menikmati, bersemangat mengerjakannya, dan menganggap pekerjaan itu penting. Jika setiap orang bergerak dan berbuat untuk tujuan kebaikan sesuai dengan kemampuan di bidangnya, betapa besar kontribusi manfaatnya bagi negeri. Dengan semangat kebangkitan nasional, mari optimalkan potensi diri!***</p>
<p>*) Konsultan remaja<br />
lembaga psikologi ‘Mitra solusi’Banjarbaru,</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=56&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/07/04/semangat-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Isu, Trend, dan Usia</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/20/peran-isu-trend-dan-usia/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/20/peran-isu-trend-dan-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 22:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
*)Tulisan dibuat untuk mengikuti lomba menulis yang diselenggarkan oleh www.menulismudah.com bekerjasama dengan Harian Umum Radar Banjarmasin
SALAH satu isu yang sedang hangat belakangan ini adalah isu pemanasan global atau peningkatan suhu bumi. Bahasa kerennya, global warming. Ini dijelaskan sebagai akibat dari terperangkapnya gas Co2 di permukaan bumi. Proses yang biasa disebut dengan efek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">
<p>Oleh : Rahmadona Fitria</p>
<p>*)Tulisan dibuat untuk mengikuti lomba menulis yang diselenggarkan oleh www.menulismudah.com bekerjasama dengan Harian Umum Radar Banjarmasin</p>
<p>SALAH satu isu yang sedang hangat belakangan ini adalah isu pemanasan global atau peningkatan suhu bumi. Bahasa kerennya, global warming. Ini dijelaskan sebagai akibat dari terperangkapnya gas Co2 di permukaan bumi. Proses yang biasa disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Ini kemudian dihubung-hubungkan dengan perubahan iklim yang menjurus ke hal ekstrem, yakni bencana alam, meningkatnya tinggi muka air laut, udara yang semakin panas, kelangkaan sumber air dan makanan, sampai timbulnya berbagai ancaman penyakit. Bagaimana hal itu terjadi ?<br />
<span id="more-55"></span>Dewasa ini, interaksi antara manusia dengan lingkungannya kembali digulirkan. Disebutkan bahwa dalam membangun komunitas dan lingkungan, manusia sering melakukan pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungannya. Kebutuhan akan tempat tinggal berefek mengeruk lahan-lahan hijau yang semula untuk resapan air atau sumber udara sehat. Gaya hidup modern berdampak pada pengerukan sumber daya alam hingga batas yang sulit terkontrol. Ini semua berpotensi merusak lingkungan, sehingga menghasilkan efek-efek negatif seperti yang disebutkan di atas.<br />
Kini sudah saatnya kita peduli pada lingkungan  yang sudah seharusnya kita lestarikan. Salah satu langkah pelestarian lingkungan itu adalah memaksimalkan peran tumbuhan melalui penanaman pohon dan tanaman hias. Tumbuhan hijau dijelaskan berperan sebagai alat produksi oksigen. Oksigen membuat udara menjadi lebih sejuk. Tumbuhan memberi manfaat keteduhan alami, mengurangi kebisingan, dan mengurangi debu, sehingga lingkungan menjadi lebih sejuk, nyaman, dan segar.<br />
Hangatnya isu pemanasan global diiringi pula dengan maraknya trend pemeliharaan tanaman hias oleh para penghuni bumi. Trend ini tentu saja berdampak positif bagi interaksi antara manusia dan lingkungannya, yakni terciptanya siklus kehidupan yang saling berdampingan dan berkesinambungan.<br />
Isu global warming menjadi perhatian diberbagai lapisan usia. Dalam tulisan ini, saya tertarik mengangkat peran pada tingkat usia pensiunan yang secara tidak langsung dan tanpa ia sadari sebenarnya sudah terlibat untuk peduli pada isu pemanasan global. Beliau seorang pensiunan pegawai negeri sipil Dinas Perkebunan Propinsi Kalimantan Selatan dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian Umum yang tidak lain adalah ayah saya sendiri.<br />
Sehari-harinya, beliau menikmati kegiatannya mengurus tanaman di halaman rumah jauh sebelum maraknya trend memelihara tanaman hias dan isu pemanasan global. Kecintaan dalam berinteraksi dengan lingkungan yakni merawat dan mengurusi tanaman adalah aktivitas yang sekarang ditekuni sebagai pengisi waktu pensiun. Aktivitas produktif di usia pensiunan yang mampu membangkitkan suatu motivasi kesadaran, ternyata memiliki peran penting dalam memperpanjang kelangsungan hidup bumi dan seisinya. Mari bangkit bersama menjaga keselamatan bumi !***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=55&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/20/peran-isu-trend-dan-usia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Silaturrahmi</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/indahnya-silaturrahmi/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/indahnya-silaturrahmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 15:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
Pertemuan yang sebenarnya tidak terduga tapi masih meninggalkan kesan. Sore itu, suami mengajak untuk bersilaturrahmi sebagai salah satu agenda kegiatan dakwahnya. Suami sudah lebih dahulu kenal dengan keluarga tersebut sedangkan saya baru pertama kalinya. Kebetulan pada saat itu ada orang lain yang juga bertamu ke rumah keluarga tersebut,  tidak lama setelah kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">
Oleh : Rahmadona Fitria</p>
<p>Pertemuan yang sebenarnya tidak terduga tapi masih meninggalkan kesan. Sore itu, suami mengajak untuk bersilaturrahmi sebagai salah satu agenda kegiatan dakwahnya. Suami sudah lebih dahulu kenal dengan keluarga tersebut sedangkan saya baru pertama kalinya. Kebetulan pada saat itu ada orang lain yang juga bertamu ke rumah keluarga tersebut,  tidak lama setelah kami datang.<br />
<span id="more-54"></span> Tamu tadi ternyata masih famili dari keluarga tersebut. Beberapa waktu kemudian ada saja tamu laki-laki yang berdatangan, akhirnya para ibu mengungsi ke rumah tetangga. Di rumah tetangga inilah saya terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan si ibu yang masih famili dari tuan rumah keluarga yang kami silaturrahimi tadi.<br />
Saya agak heran karena kami baru pertama kali bertemu, tapi si ibu tadi dengan tulusnya bercerita tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya berpikir positif saja, mungkin ibu itu mempercayai saya. Lagipula saya tidak punya kepentingan apa-apa terhadap beliau, saya kira begitu pula sebaliknya.<br />
Jujur, saya bersimpati dan kagum kepada beliau. Beliau adalah sosok wanita yang patut dihargai dan ditiru. Walaupun mungkin figur yang cukup langka, bahkan mungkin tidak menarik perhatian untuk ukuran zaman sekarang. Saya pikir, seandainya suami beliau mengetahui ketulusannya, tentulah ia akan menjadi seorang lelaki yang sangat bersyukur. Selain memiliki harta kekayaan melimpah juga memiliki harta berupa seorang isteri yang amanah dalam menjaga keselamatan akhlaq suaminya.<br />
Bukankah jarang ada figur seorang istri yang rela mengorbankan aktivitasnya di luar rumah demi menjaga kemuliaan dan keselamatan akhlaq keluarganya, terutama suaminya. Padahal aktivitas yang beliau ikuti di luar rumah adalah aktivitas positif dan bukan aktivitas yang bertentangan dengan  norma agama.<br />
Beliau menuturkan, lebih memilih mengikuti kemauan suami yang meminta untuk tetap diam di rumah daripada aktif di luar tapi suami mengancam dan terancam jatuh pada kemaksiatan. Semua yang dilakukannya hanya demi menjaga keselamatan akhlaq sang suami, subhanallah! Saya kira ini bukan pengorbanan yang mudah dan remeh.<br />
Menurut saya, beliau ini sosok wanita yang cukup cerdas memotivasi diri dengan pendekatan religius. Dari penuturannya, beliau ini senantiasa menghubungkan segala peristiwa yang dialami tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, bahwa Dia lah yang mengaturnya. Beliau menambahkan, senantiasa menjalin hubungan dengan sang pengatur segala urusan yakni Allah SWT melalui ibadah sholat tahajud dan dari sinilah sumber kekuatan yang dimilikinya. Sehingga tidak takut dan sedih terhadap persoalan yang menimpanya.<br />
Beliau juga menceritakan pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan meminta pendapat saya dengan mata berkaca-kaca apakah menurut saya pertemuan dalam mimpi itu benar ? Beliau bilang selalu berkaca-kaca jika mengingat mimpi tersebut karena merasa tidak layak memperoleh kemuliaan bermimpi bertemu Rasulullah. Tentu saja saya tidak berani membenarkan karena tidak punya pengetahuan tentang hal itu. Tapi saya katakan, sepengetahuan saya kalau sosok Rasulullah tidak tergambar secara jelas dalam mimpi itu mungkin saja pertemuan itu benar karena setan tidak bisa menyerupai Rasulullah. Beliau bilang wajahnya memang tidak begitu jelas tapi sosok itu bercahaya, memakai jubah dan sorban putih, mengucapkan salam dan beliau meyakini bahwa itu adalah Rasulullah.<br />
Sudah beberapa hari berlalu sejak pertemuan dengan beliau, namun masih meninggalkan kesan mendalam untuk dikenang. Pertemuan itu menambah masukan bagi saya yang sedang belajar memperdalam bidang ilmu tentang kepribadian. Tidak ada maksud lain bagi saya mengangkat figur beliau dalam tulisan saya, selain agar kita bisa mengambil pelajaran dan sebagai sebuah bentuk penghargaan. Ternyata masih ada sosok wanita di sekeliling kita yang memberikan contoh nyata tentang sebuah kebaikan dengan menjadikan agama sebagai motivasi dan solusi dalam menghadapi permasalahan hidup di zaman materialistis seperti sekarang; di mana keselamatan akhlaq tidak mendapat perhatian dan dikesampingkan.<br />
Wahai ibu, semoga ini dapat menjadi sebuah kabar gembira buat ibu, di sebuah majalah Islam, nama majalahnya Sabili, ada pembahasan tentang mimpi bertemu Nabi. Disitu disebutkan ; bertemu Rasulullah di dalam mimpi adalah berkah tersendiri. Sebab, ia termasuk ru’yah shadiqah atau mimpi tentang kebenaran. Dan hampir semua mengatakan mimpi bertemu Nabi akan membawa perubahan.<br />
Semoga ibu senantiasa istiqomah dalam menjalankan amanah menjaga keselamatan dan kemuliaan akhlaq suami beserta keluarga, Amin Ya Rabbal Alamin.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=54&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/indahnya-silaturrahmi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Airmata Dan Pelukan</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/airmata-dan-pelukan/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/airmata-dan-pelukan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 15:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
Subhanallah ! Pagi itu, tepatnya hari sabtu, tanggal 12 april 2008 menjadi hari yang sungguh berkesan dalam kehidupanku. Suasana hati yang tadinya mendung kelabu seketika berganti cerah ceria, setelah diguyur oleh tumpahan hujan airmata dan hangatnya pelukan tulus penuh kasih dari suami tercinta. Perbincangan serius yang biasanya berakhir dengan mempertahankan pendapat masing-masing, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<p>Oleh : Rahmadona Fitria</p>
<p>Subhanallah ! Pagi itu, tepatnya hari sabtu, tanggal 12 april 2008 menjadi hari yang sungguh berkesan dalam kehidupanku. Suasana hati yang tadinya mendung kelabu seketika berganti cerah ceria, setelah diguyur oleh tumpahan hujan airmata dan hangatnya pelukan tulus penuh kasih dari suami tercinta. Perbincangan serius yang biasanya berakhir dengan mempertahankan pendapat masing-masing, berganti menjadi pemandangan yang mengharu biru.Ya, jika ini sebuah drama atau cerita dari sebuah  novel percintaan bisa dibilang “Happy Ending”.<br />
<span id="more-53"></span>Akhir perbincangan kami kali ini menghasilkan solusi yang menentramkan batin. Belum pernah aku mengalami, mendiskusikan suatu persoalan dengan suami yang berakhir dengan tangis dan subhanallah ! dia menangis sambil memelukku yang juga menangis. Semoga Allah SWT memberikan berkahNya pada kami melalui peristiwa ini.<br />
Bagiku, airmata dan pelukan suami saat itu juga menjadi transfer motivasi cinta yang tulus. Ternyata sampai pada hari ini dan detik ini, ketika menuliskan kisah ini transfer motivasi cinta itu masih kuat bertahta dihatiku. Ku iringi doa semoga selamanya ini menjadi solusi dan penyemangat diri dalam mendampingi suami, sehingga senantiasa bergandengan tangan seiring sejalan untuk meraih ridho Allah.    Bila sebelumnya aku hanya berada di belakang layar dalam mendukung kegiatan dakwah suami dan sempat memutuskan untuk berhenti, ternyata Allah punya rencana lain dan jika Allah yang berkehendak siapakah yang mampu menolaknya?. Akhirnya, Allah menggerakan hatiku melalui sebuah kalimat indah dari sebuah buku : “Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat” yang dari itu aku berguru dan memperoleh ilmu serta mengubah arah hidupku. Kalimat itu berbunyi ;  ketaatan kepada suami merupakan ibadah yang dapat memasukkan muslimah ke surga, sebaliknya tidak mentaati suami padahal ia mengajak kepada kebaikan akan mengakibatkan dosa dan kemurkaan Allah SWT. Maka aku memutuskan untuk kembali, berusaha menetapkan langkah agar bisa seiring sejalan dengan aktivitas dakwah suami, semata-mata aku tidak ingin mendapat murka Allah.<br />
Jika kemudian aku mengalami berbagai peristiwa yang menguji langkah dalam mendampingi aktivitas dakwah suami, hanya hikmah dan hikmah yang justru memperkaya wawasan serta pemahamanku tentang Islam, subhanallah! Satu tekadku minimal aku tidak menambah beban permasalahan jama’ah dan ummat serta berusaha belajar agar bisa memposisikan diri menjadi salah satu solusi bagi ummat. Insya Allah, Amin Ya Rabbal Alamin.<br />
Satu lagi, airmata dan pelukan suami tercinta sebagai trasfer motivasi cinta yang tulus bagiku merupakan definisi bahasa kalbu ; ‘kamu ada, untuk menerima dan melengkapi kekuranganku’. Semoga Allah menguatkan langkahku, la haula wa la quwwata illa billah.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=53&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/04/14/airmata-dan-pelukan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dance With My Dream</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/dance-with-my-dream/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/dance-with-my-dream/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[(Pemenang Juara Harapan 3 Lomba Menulis “Pengalaman Menulis” yang diselenggarakan oleh www.menulismudah.com)

Oleh : Rahmadona Fitria
BANYAK alasan yang mendorong saya untuk menulis. Alasan pertama adalah karena I was born to write. Sejak kecil saya sudah di didik untuk menyukai dunia membaca dan menulis. Ibu saya biasa membacakan buku cerita para nabi atau majalah anak-anak Ananda ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="center"><i>(Pemenang Juara Harapan 3 Lomba Menulis “Pengalaman Menulis” yang diselenggarakan oleh www.menulismudah.com)<br />
</i></div>
<div align="center">Oleh : Rahmadona Fitria</div>
<p>BANYAK alasan yang mendorong saya untuk menulis. Alasan pertama adalah karena I was born to write. Sejak kecil saya sudah di didik untuk menyukai dunia membaca dan menulis. Ibu saya biasa membacakan buku cerita para nabi atau majalah anak-anak Ananda ketika menjelang tidur. Kebiasaan ini dengan sendirinya menyertai ketertarikan saya pada dunia tulis menulis. Dengan membaca saya menyukai permainan kata dan indahnya merangkai kata. Sehingga akhirnya tertuang dalam tulisan. Ketertarikan itu bertambah kuat dengan penemuan pertama berupa sebuah buku catatan harian milik ibu saya. Ibu memperbolehkan saya untuk membaca dan memilikinya. Buku tersebut berisi catatan kata-kata mutiara, syair lagu, puisi dan catatan harian ibu saya tentang nilai-nilai kehidupan. Penemuan ini sungguh berkesan mendalam pada diri saya. Sekaligus semacam sinyal pesan dari ibu saya bahwa ia juga menginginkan anak-anaknya menyukai dunia baca dan tulis. Alhamdulillah, sekarang saya tergabung dalam sebuah komunitas penulis dan abang saya adalah seorang pemusik dan pengarang lagu.<br />
<span id="more-52"></span> Kesenangan dalam bermain kata dan merangkai kata semasa kecil tersalurkan melalui media surat menyurat. Pada masa-masa sekolah masih saling tukar menukar biodata yang di tuliskan pada buku kecil bergambar dan berwarna-warni juga merupakan sarana tersalurkannya kesenangan saya terhadap tulis menulis pada masa kecil. Ketika beranjak remaja kegemaran akan menulis tertuang dalam catatan harian. Saya pun mulai tertarik menulis puisi. Bahasa puisi membuat saya merasa bebas mengungkapkan segala yang saya rasakan baik itu sedih, senang dan cinta. Sayangnya bukti-bukti sejarah masa lalu itu telah terkubur tanpa sisa ketika saya memasuki gerbang kehidupan berumah tangga. Maksud hati mengubur masa lalu dan membuka lembaran baru, tapi kenyataannya justru sempat ‘memati-surikan’ potensi menulis diri. Biarlah, yang sudah terjadi biarlah berlalu.<br />
Hingga suatu ketika suami memberi motivasi untuk kembali memanfaatkan potensi menulis saya dengan membuat tulisan dalam bentuk buletin dalam program Kuliah Kerja Nyatanya (KKN). Demikianlah aktivitas menulis saya saat itu yang timbul tenggelam. Sampai akhirnya ketentuan Allah SWT berlaku atas diri saya. Terdamparlah saya dalam sebuah komunitas penulis yang membawa banyak perubahan berarti dalam aktivitas menulis saya. Berkat bimbingan seorang bapak motivator sekaligus penulis senior yang produktif dalam aktivitas menulisnya, mengantarkan saya setahap demi setahap meraih mimpi menjadi kenyataan. Suami tercinta banyak memberikan dukungan dalam aktivitas menulis saya. Inilah alasan kedua mengapa saya menulis, karena cinta dan  dukungan dari orang-orang yang saya kasihi.<br />
Alasan lainnya adalah alasan yang paling utama, yaitu ingin mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para ulama besar. Menulis sebagai sarana dakwah dan beramal sholeh. Allah SWT sangat menghargai dunia tulis menulis, penghargaan tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 1 yang artinya: Nuun. Demi qalam (pena) dan apa yang mereka tulis. Saya juga terkesan dengan apa yang di katakan salah seorang ulama besar sekaligus penulis Imam Hasan Al Banna bahwa seorang muslim haruslah sama baiknya dalam hal membaca dan menulis.<br />
Saya sangat menikmati aktivitas menulis saya saat ini. Rasanya hidup menjadi lebih hidup dengan menulis. Saya menulis karena saya senang menulis. Aktivitas menulis merupakan karunia yang sangat saya syukuri. Saya suka mengibaratkan aktivitas menulis seperti berkencan dan menari dengan impian, tahap demi tahap impianku menjadi kenyataan. Menulis adalah identitas diri dan aktualisasi diri bagi saya. Dengan menulis semua mimpi dapat terwujud, Insya Allah.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=52&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/dance-with-my-dream/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatimah Binti Muhammad</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/fatimah-binti-muhammad/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/fatimah-binti-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 14:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/fatimah-binti-muhammad/</guid>
		<description><![CDATA[
LAHIR bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah. Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya.
Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>
LAHIR bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah. Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya.<br />
<span id="more-51"></span>Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW dengan halus menolaknya. Dan kemudian ia dinikahkan Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib ra dengan mahar berupa baju besi pemberian Rasul atas perintah Allah SWT . Ali bin Abi Thalib ra.bercerita bahwa disaat ia menikahi Fatimah, tiada yang dimilikinya kecuali kulit kambing yang dijadikan alas tidur pada malam hari dan diletakkan di atas onta pengangkut air pada siang hari.<br />
Kemudian Rasulullah SAW membekali Fatimah dengan selembar beludru, bantal kulit yang berisi sabut, dua buah penggiling dan dua buah tempayan air. Saat itu mereka tak memiliki pembantu, maka Fatimahlah yang menarik penggiling itu hingga membekas ditangannya, mengambil air dengan tempat air dari kulit biri-biri hingga membekas dipundaknya dan menyapu rumah hingga pakaiannya terkotori oleh asap api.<br />
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra. Didapatinya Fatimah sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, &#8220;apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis&#8221;. Fatimah berkata, &#8220;ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis&#8221;. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fatimah melanjutkan perkataannya, &#8220;ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta &#8216;ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah&#8221;.<br />
Mendengar perkataan puterinya tersebut Rasulullah SAW menghiburnya seraya bersabda kepada anandanya, &#8220;jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.<br />
Manakala Ali mengetahui bahwa Rasulullah SAW memperoleh banyak pelayan, ia berkata kepada Fatimah agar meminta kepadanya seorang pelayan. Namun Rasulullah SAW tidak mengabulkannya dan sebagai gantinya beliau mengajarinya beberapa kalimat do`a, yaitu membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 10x setelah sholat dan mengajarkan untuk membaca tasbih 30x, tahmid 30x dan takbir 34x ketika hendak tidur. Ketika pulang, Ali pun bertanya, “Apa yang kau dapatkan wahai fatimah?”. Fatimah menjawab, “Aku pergi untuk urusan dunia dan aku pulang dengan mendapatkan bekal akhirat.”<br />
Demikianlah hingga sepanjang hidupnya Fatimah jalani sesuai dengan yang dinasehatkan oleh Rasulullah SAW kepadanya, konsisten dalam kebaikan dan mengakhiri hidupnya setelah menyelesaikan tugas hidupnya dengan baik. Salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan olehnya, “Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas penciptaanku dan jangan Kau biarkan aku disibukkan oleh urusan selainnya”. Subhanallah, Fatimah meninggal ketika ia telah menyelesaikan tugas hidupnya berbakti pada orangtua (Rasulullah SAW), suami dan mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang tercatat kemuliaannya oleh sejarah.<br />
Dari pernikahan Ali dan Fatimah, Rasulullah SAW memperoleh 5 orang cucu, Hasan, Husein, Zainab, Ummi Kultsum dan yang satu meninggal ketika masih kecil. Fathimah telah meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 18 buah. Beliau wafat pada usia 29 tahun dan dikebumikan di Baqi` pada selasa malam, 3 Ramadhan 11 H.<br />
Hikmah yang bisa kita ambil dari cerminan kehidupan Fatimah :<br />
- Kesuksesan itu adalah ketika seseorang berproses secara konsisten mencapai cita-cita yang mulia (dalam bingkai Islam) dan kesuksesan itu terlihat pada bagaimana seseorang itu mengakhiri hidupnya dengan baik.<br />
- Sesungguhnya kesuksesan seorang perempuan terletak pada kecerdasan dalam mencari posisi sesuai dengan kondisi (kekurangan &amp; kelebihannya) dan optimal di dalamnya.<br />
Kuncinya : Kenali karakter dan potensi diri, jadikanlah fitrah dari Allah SWT sebagai aktualisasi diri, kemudian berbuatlah lebih banyak dengan dibingkai ajaran islam. Dekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh kekuatan ruhani (hati), sumber kekuatan yang sebenarnya. Wallahu A’lam***</p>
<p>*) Sumber : Kisah Teladan &amp; cerita Islami di internet,<br />
Buku “Karena Engkau Perempuan” (FLP Yogyakarta),<br />
Buku “Kisah Fatimah az-Zahra (Abbas Azizi)<br />
*dipublish juga pada weblog: www.rahmadona.wordpress.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=51&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/fatimah-binti-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Yang Sia-Sia</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/tak-ada-yang-sia-sia/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/tak-ada-yang-sia-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 14:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/tak-ada-yang-sia-sia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria
Saat ini sedang marak berbagai pelatihan yang bertujuan untuk memberi motivasi. Pelatihan ini biasanya diadakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang akan motivasi di berbagai ragam aspek kehidupan. Ada yang membutuhkan motivasi berprestasi, motivasi mengenai kebiasaan baik atau positif, motivasi bagi para “entrepreneur”, motivasi di bidang menulis dan lain sebagainya.
Mengapa setiap individu memerlukan motivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="center">Oleh : Rahmadona Fitria</div>
<p>Saat ini sedang marak berbagai pelatihan yang bertujuan untuk memberi motivasi. Pelatihan ini biasanya diadakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang akan motivasi di berbagai ragam aspek kehidupan. Ada yang membutuhkan motivasi berprestasi, motivasi mengenai kebiasaan baik atau positif, motivasi bagi para “entrepreneur”, motivasi di bidang menulis dan lain sebagainya.<br />
<span id="more-50"></span>Mengapa setiap individu memerlukan motivasi dalam kehidupannya ? Saya kira, mungkin karena manusia tidak selalu berada pada kondisi stabil. Seperti halnya keimanan pada seorang muslim, kadang naik kadang turun. Setiap orang perlu motivasi agar kehidupannya senantiasa dalam keadaan seimbang atau proporsional.<br />
Seperti yang kita ketahui terutama melalui media massa, pelatihan yang di ikuti seseorang ternyata memang membantu memunculkan atau meningkatkan motivasi. Saya pribadi pernah satu kali mengikuti pelatihan (keluarga SAMARA; Sakinah, Mawadah, wa Rahmah) dan membaca dua buah buku motivasi. Jujur saja, kalau dari pelatihan yang saya ikuti pengaruhnya hanya sesaat setelah kembali lagi ke rumah tidak ada perubahan berarti bahkan dibicarakan lagi pun tidak, seperti angin lalu saja.<br />
Sedangkan melalui buku, rasanya lebih kuat pengaruhnya    pada diri saya. Saya merasakan ada perubahan-perubahan dan semangat positif dalam diri, beberapa kemajuan yang bisa diraih, maupun capaian berupa kemenangan-kemenangan kecil. Hanya saja ketika berada pada situasi yang tidak sesuai dengan harapan, saya kembali merasa melakukan kesalahan dan gagal. Itulah kelebihan dan kekurangan yang saya peroleh dari membaca buku motivasi.<br />
Berbeda sekali dengan dampak yang saya temukan ketika membaca sebuah materi yang memuat sabda Rasulullah Saw secara lengkap. Saya katakan lengkap, karena sebenarnya sabda beliau tersebut sudah sering saya (kita semua) dengar, bunyi hadist tersebut yaitu, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada mukmin yang lemah”. Pengertian kuat dalam hadist ini seringkali di maknai sebagai kekuatan fisik (jasmani) yang kemudian dikaitkan dengan kesehatan dan kebiasaan berolah raga.<br />
Sedangkan bunyi hadist lengkapnya seperti ini, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing mukmin ada kebaikan. Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan jangan merasa tidak mampu, jika ada sesuatu yang menimpamu jangan katakan : “Kalau saja aku melakukan ini dan itu, pastilah begini dan begitu”. Akan tetapi katakanlah : “Allah Swt telah mentakdirkan dan apa yang dikehendakinya akan di jalankan”, sebab jikalau-jikalau (kalau saja-kalau saja) itu membuka kerja setan. (HR. Muslim, lihat hadist ke-6 pada bab mujahadah di kitab Riyadus Shalihin).<br />
Bunyi hadist ini sungguh-sungguh mampu menggugah kesadaran dan membangkitkan semangat dalam diri saya. Makna kuat pada hadist lengkap ini menjadi lebih luas, tidak sekedar kekuatan fisik (jasmani) tapi juga mencakup kekuatan mental (jiwa) dan ruhani justru ini yang lebih penting. Hadist ini juga bagi saya bermakna bahwa setiap mukmin memiliki potensi kebaikan yang berbeda. Agar seseorang menjadi kuat ia perlu menyemangati diri dengan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Sehingga dengan itu tiap-tiap orang dapat melakukan amal sholeh sesuai potensi kebaikan yang sudah dikaruniakan Allah Swt ada dalam dirinya. Contohnya, Opick (pelantun lagu islami), ia beramal sholeh melalui jalur musik. FLP (Forum Lingkar Pena), mereka menggunakan tulisan sebagai sarana beramal sholeh.<br />
Dalam hadist di atas kita dilarang merasa tidak mampu tapi juga di ingatkan untuk tidak merasa pasti mampu (takabur) namun hendaklah senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Swt. Benar-benar memberikan pemahaman baru dalam diri saya. Mencampakkan perasaan tidak mampu, merasa telah melakukan kesalahan serta perasaan gagal ketika menemui situasi yang tidak sesuai harapan atau tidak berjalan sesuai rencana. Subhanallah ! Ternyata tak ada yang sia-sia dari segala kejadian yang menimpa setiap manusia melainkan ada hikmah dibaliknya. Jadi teruslah berikhtiar, tetaplah dalam istiqomah, dan bermujahadahlah. Allah Swt selalu ada bersama kita. Semoga Amal ibadah kita semua di ridhoi-Nya, amin.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=50&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/03/04/tak-ada-yang-sia-sia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecenderungan Pamer Diri</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/27/kecenderungan-pamer-diri/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/27/kecenderungan-pamer-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 15:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
Kenyataannya, setiap individu mempunyai kepribadian yang berbeda. Kalau dalam bahasa psikologi ada orang dengan tipe kepribadian introvert (tertutup) dan ada pula yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert (terbuka), yang kemudian dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan atau pola asuh dimana seseorang itu dibesarkan.
Sehubungan dengan kedua tipe kepribadian tersebut, dinyatakan bahwa pada diri dan jiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="center"><img src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2008/02/000_1032.jpg?w=157&#038;h=250" alt="000_1032.jpg" height="250" width="157" /></div>
<div align="center">Oleh : Rahmadona Fitria</div>
<p>Kenyataannya, setiap individu mempunyai kepribadian yang berbeda. Kalau dalam bahasa psikologi ada orang dengan tipe kepribadian introvert (tertutup) dan ada pula yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert (terbuka), yang kemudian dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan atau pola asuh dimana seseorang itu dibesarkan.<br />
<span id="more-48"></span>Sehubungan dengan kedua tipe kepribadian tersebut, dinyatakan bahwa pada diri dan jiwa setiap manusia ada kecenderungan untuk menonjolkan diri (pamer), ingin dilihat, didengar atau dikagumi kerjanya. Jadi, baik tipe kepribadian introvert maupun ekstrovert memiliki kecenderungan ini.<br />
Bagi individu yang berkepribadian ekstrovert, mungkin lebih mudah dan berani memamerkan kelebihan diri. Tapi, bagi individu yang berkepribadian introvert, kecenderungan alamiah untuk menunjukkan keahlian diri yang dikuasai hanya bisa ia ugkapkan dengan hasil karya atau kerjanya, bukan dengan ungkapan kata.<br />
Tentunya perbedaan yang diciptakan oleh Allah swt bukanlah sesuatu yang harus menjadi perdebatan atau saling menghinakan melainkan disikapi dengan bijaksana, artinya perbedaan ada untuk saling melengkapi tidak untuk saling menyakiti. Ibarat terciptanya harmoni sebuah alunan musik disebabkan karena adanya bunyi nada yang berbeda.<br />
Sebagai muslim yang baik kita hendaknya senantiasa saling menasehati dan mengingatkan, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dalam Islam melakukan suatu amal sholeh agar dilihat manusia (orang lain) sama dengan riya, sedangkan riya termasuk syirik kecil. Artinya ketika kita melakukan suatu amal sholeh dengan maksud agar dilihat, didengar, dikagumi dan diceritakan kepada manusia lain maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah Swt.<br />
Lalu bagaimana caranya agar kecenderungan menonjolkan diri (pamer) yang ada pada diri dan jiwa setiap manusia itu tidak membuat kita terperangkap atau terhindar dari sikap riya ? Allah Swt memberikan solusi kepada kita demi tersalurkannya kecenderungan tersebut, sebagaimana yang terdapat pada Al-Qur’an surat Qaaf ayat 18 dan surat Al-Infithar ayat 11. Allah Swt mengajarkan kepada kita agar senantiasa merasa bahwa setiap ucapan dan gerak gerik kita senantiasa dicatat oleh malaikat-malaikat  yang ditugaskan Allah Swt untuk hal itu.<br />
Maksudnya, lakukanlah banyak amal sholeh dan pertunjukkanlah hanya kepada para malaikat itu (yang kita yakini senantiasa mengawasi, melihat, dan mendengar setiap ucapan maupun perbuatan kita) hal yang baik-baik, karena mereka sudah tentu akan menceritakan amal sholeh tersebut sebagai laporan kepada Allah Swt, Sang Maha penilai sekaligus pemberi penghargaan. Sehingga Dia pun akan melihatnya sebagai ibadah murni lillahi ta’ala dan menjadi ridho kepada kita. Insya Allah, amin allahuma amin.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=48&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/27/kecenderungan-pamer-diri/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2008/02/000_1032.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">000_1032.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Saat Itu Tiba</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/10/bila-saat-itu-tiba/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/10/bila-saat-itu-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 14:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria
Bagaimana Anda memahami arti sebuah kesuksesan ? Saya yakin setiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda. Pengertian sukses secara umum itu relatif atau subjektif, tergantung masing-masing orang yang menilainya. Ada yang memandang kesuksesan dari segi kekayaan, ketenaran, jabatan atau kekuasaan. Kalau saya lebih cenderung pada pengertian kesuksesan dari cerminan hidup Rasulullah, keluarga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="center">Oleh : Rahmadona Fitria</div>
<p>Bagaimana Anda memahami arti sebuah kesuksesan ? Saya yakin setiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda. Pengertian sukses secara umum itu relatif atau subjektif, tergantung masing-masing orang yang menilainya. Ada yang memandang kesuksesan dari segi kekayaan, ketenaran, jabatan atau kekuasaan. Kalau saya lebih cenderung pada pengertian kesuksesan dari cerminan hidup Rasulullah, keluarga, dan sahabat beliau. Artinya kesuksesan itu adalah ketika seseorang berproses secara konsisten mencapai cita-cita yang mulia (dalam bingkai islam) dan kesuksesan itu terlihat pada bagaimana seseorang itu mengakhiri hidupnya dengan baik.<br />
<span id="more-46"></span>Seperti apa jelasnya, untuk lebih mudah memahami pengertian kesuksesan tersebut ada baiknya kita membuka kembali sejarah hidup Rasulullah Saw. Mari kita pusatkan perhatian kita pada akhir dari kehidupan beliau. Yakni ketika turun wahyu terakhir yang terekam dalam Al Qur’an surah Al-Ma’idah ayat ke-3,<br />
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. Ayat ini menjadi pertanda bagi Rasulullah bahwa beliau akan meninggal. Hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan akhir hidup Rasulullah dalam kaitannya dengan pengertian kesuksesan adalah bahwa beliau telah menjalankan tugas hidup mengemban dakwah mengajak manusia kembali pada Allah Swt secara konsisten hingga akhir hidup beliau. Dengan kata lain beliau mengakhiri hidupnya setelah menyelesaikan tugas hidup sebagai pengemban dakwah dengan baik. Subhanallah, akhir hidup yang sempurna.<br />
Saya jadi teringat dengan ungkapan-ungkapan umum yang menggelitik  seperti,”Kasihan ya masih muda sudah meninggal” atau “Ga mau ah mati muda, saya kan belum nikah”. Seolah-olah segala kenikmatan hidup hanya bisa kita rasakan di dunia saja. Padahal yang semestinya menjadi tolak ukur bukan usia atau status tapi apa yang sudah kita perbuat dengan kehidupan dan umur yang diberikan Allah Swt kepada kita. Bukankah surga juga menyediakan berbagai kenikmatan bahkan lebih dari kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia ? Dengan catatan,  kenikmatan surga tersebut bisa kita peroleh jika kita memiliki orientasi kesuksesan hidup dunia akhirat.<br />
Secara sederhana, kita juga bisa belajar kesuksesan dari kehidupan putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra. Kita tahu Fatimah meninggal dalam usia yang masih muda. Hidupnya banyak dihabiskan dengan mengabdikan diri berbakti kepada Allah Swt. Ia gunakan umur dan kehidupannya mengurus keluarga  dengan ikhlas dalam kerangka ibadah kepada Allah. Lihatlah, ia pun mengikuti cara hidup Rasulullah, konsisten dalam kebaikan dan mengakhiri hidupnya setelah menyelesaikan tugas hidupnya dengan baik. Bahkan saya sangat terkesan dengan salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan olehnya, “Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas penciptaanku dan jangan Kau biarkan aku disibukkan oleh urusan selainnya”. Subhanallah, Fatimah meninggal ketika ia telah menyelesaikan tugas hidupnya berbakti pada orangtua (Rasulullah Saw), suami dan mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang tercatat kemuliaannya oleh sejarah.<br />
Kematian memang identik dengan berakhirnya segala kenikmatan hidup di dunia. Mungkin akan terdengar aneh ketika seseorang dikatakan sukses meraih cita-cita hidup dengan kematiannya. Cita-cita biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dicapai dalam kehidupan sehingga kemudian dengan tercapainya cita-cita tersebut seseorang bisa dikatakan sukses lalu dengan kesuksesannya itu ia bisa menikmati hidup. Begitulah pendapat popular tentang cita-cita dan kesuksesan hidup yang beredar ditengah-tengah masyarakat. Setiap orang berhak menentukan pilihan hidupnya karena hidup ini memang menawarkan banyak pilihan.<br />
Saya mungkin tidak setabah Fatimah atau setegar A’isyah. Saya hanya seorang perempuan yang memilih berusaha konsisten untuk sukses menjadi muslimah sholehah. Dan bila saat itu tiba, saya bercita-cita bisa mengakhiri hidup saya seperti halnya Fatimah, meninggal setelah menyelesaikan tugas hidup saya dengan baik, Insya Allah. Amin Allahuma Amin. Alangkah indahnya ketika mengakhiri hidup dalam keadaan rela melepaskan segala kenikmatan dunia dan diridhoi oleh sang pemilik jiwa raga, Allah Swt.***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadona.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadona.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=46&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2008/02/10/bila-saat-itu-tiba/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rahmadona-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>