<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmadona Fitria</title>
	<atom:link href="http://rahmadona.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmadona.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2009 03:11:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rahmadona.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8d16499ab275d4d44036c6d3b4207288?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahmadona Fitria</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MAPPING/ Merancang Peta Hidup</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/10/06/mapping-merancang-peta-hidup/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/10/06/mapping-merancang-peta-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria*
Research Associate MITRA Solusi Banjarbaru.
MAPPING / LIFE PLANNING (Merancang Peta Hidup):
Adalah suatu proses membangun arah yang lebih terukur, efektif, &#38; efisien dalam mencapai tujuan, harapan, atau cita-cita yang awalnya baru berbentuk pernyataan di dalam hati dan pikiran.
PENTINGNYA MEMBUAT MAPPING :
    Sebuah tuntunan mendasar dalam Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=99&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Rahmadona Fitria*<br />
Research Associate MITRA Solusi Banjarbaru.</p>
<p>MAPPING / LIFE PLANNING (Merancang Peta Hidup):<br />
Adalah suatu proses membangun arah yang lebih terukur, efektif, &amp; efisien dalam mencapai tujuan, harapan, atau cita-cita yang awalnya baru berbentuk pernyataan di dalam hati dan pikiran.</p>
<p><span id="more-99"></span>PENTINGNYA MEMBUAT MAPPING :<br />
    Sebuah tuntunan mendasar dalam Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18,<br />
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“.</p>
<p>Allah memberikan petunjuk kepada manusia untuk merancang atau merencanakan masa depan sebagai ekspresi ketaqwaan, agar dapat meraih sukses dalam kehidupan seperti yang disebut dalam hadits Nabi bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini &amp; kemarin.</p>
<p>    Berguna untuk mempermudah hidup &amp; memberi nilai tambah pada diri manusia, yaitu membangun kedisiplinan &amp; arah dalam melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan, harapan atau cita-cita.<br />
    Meminimalisir penurunan kualitas kehidupan karena memiliki target &amp; patokan yang jelas. Bisa dibaca ulang untuk membangkitkan semangat serta dievaluasi &amp; direvisi.</p>
<p>TUJUAN MEMBUAT MAPPING :<br />
    Menentukan nilai-nilai penting yang berguna untuk membimbing setiap upaya dalam mencapai tujuan.<br />
    Memperjelas apa-apa yang benar-benar penting.<br />
    Membentuk nilai-nilai &amp; tujuan yang ditentukan sendiri.<br />
    Memberi arah &amp; komitmen pada nilai-nilai yang telah dibuat.<br />
    Menetapkan sasaran atau target yang ingin dicapai untuk diterapkan sehingga membentuk pola pikir &amp; perilaku yang efektif.</p>
<p>MANFAAT MEMBUAT MAPPING :<br />
    Memiliki standar evaluasi perjalanan hidup.<br />
    Membimbing &amp; memotivasi diri untuk bertindak mencapai tujuan.<br />
    Meningkatkan mutu &amp; upaya optimalisasi kita kearah tujuan yang direncanakan.<br />
    Membantu mencapai hasil-hasil yang diinginkan.<br />
    Memungkinkan diri untuk membuat kemajuan hari demi hari kearah tercapainya tujuan.</p>
<p>MEMBUAT MAPPING :<br />
Perencanaan selalu melalui langkah pertama yaitu menyusun visi &amp; misi.<br />
Allah tidak menciptakan manusia tanpa visi &amp; misi kehidupan.<br />
Apa pun yang menjadi visi &amp; misi setiap manusia baik yang bersifat personal, keluarga, maupun kelompok, haruslah selalu sejalan dengan visi &amp; misi utama sebagai makhluk ciptaan Allah, yaitu dengan visi untuk menjadi hamba yang mengabdi kepada-Nya dengan penuh ketaatan &amp; dengan misi menjadi rahmatan lil alamin; menebar kebaikan, manfaat, &amp; kemakmuran di bumi Allah SWT.</p>
<p>VISI, CITA-CITA ATAU HARAPAN :<br />
Adalah gambaran masa depan yang ingin diwujudkan atau dicapai dalam kehidupan.</p>
<p>Visi Anda tentang diri pribadi itulah yang dimaksud dengan konsep diri (pengenalan &amp; pemahaman terhadap diri pribadi). Proses pengenalan diri ini berlangsung secara bertahap tidak secara sekaligus sempurna. Sehingga dibutuhkan proses analisa diri yang terus menerus.<br />
Proses pengenalan diri ini dimaksudkan untuk mengetahui kadar kemampuan diri. Kemudian dengan batas kemampuan &amp; pemahaman tentang keterbatasan diri tersebut seseorang mampu memposisikan diri &amp; berkontribusi sesuai kemampuannya dalam kehidupan.</p>
<p>MISI :<br />
Adalah kesadaran diri untuk membentuk diri, masa depan, maupun hasil-hasil yang ingin dicapai dengan cara merencanakan secara mental &amp; menciptakan tindakan-tindakan positif dalam mencapai tujuan.</p>
<p>Cara yang paling baik untuk menyusun misi pribadi ialah dengan menjadikan penilaian Allah sebagai standarnya bukan penilaian dari sesama manusia. Jika kita dapat mencapai misi ini maka kita akan sampai pada penghayatan yang mendalam terhadap Allah SWT,”<br />
Inna shalaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil’alamin.”</p>
<p>Gunakan kesempatan untuk merancang peta hidup Anda, mulai sekarang !<br />
Tuliskan peran, apa yang Anda ingin capai atau miliki dimasa depan, potensi (kemampuan) apa yang Anda miliki yang bisa mendukung tercapainya tujuan, &amp; kapan tenggang waktu tercapainya tujuan.</p>
<p>MITRA Solusi Banjarbaru<br />
Seri : Psikologi Pengembangan Diri<br />
Contoh :</p>
<p>Peran : Ibu</p>
<p>Visi :<br />
-    Mencetak generasi Robbani (sholeh &amp; sholehah), cerdas intelektual, emosional, &amp; spiritual.<br />
-    Menjadi Al ummu madrasatun.</p>
<p>Misi :<br />
Tarbiyatul aulad ; menemani anak belajar, mengontrol ibadah &amp; perilaku anak, mengajarkan keimanan &amp; keislaman, bersikap lembut, penyayang, sabar, &amp; ikhlas kepada anak.<br />
Planning 2010 :<br />
-    Menambah pengetahuan tentang mendidik anak.<br />
-    Istiqomah mendampingi &amp; membimbing anak belajar di rumah.<br />
-    Istiqomah mengontrol ibadah &amp; perilaku anak.<br />
-    Rileks, sabar, lembut, penyayang, ikhlas &amp; bahagia dalam mengasuh anak.<br />
Ingat ! Keberhasilan akan Allah berikan kepada mereka yang serius &amp; bersemangat mencapai tujuan (cita-cita).QS. Al-Ankabut : 69, “ Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”<br />
Jangan pernah patah semangat untuk memperjuangkan cita-cita sampai akhir hayat. Karena walaupun cita-cita belum terwujud bahkan ketika ajal menjemput, kita sudah mendapat pahala niat &amp; ikhtiar.***</p>
<p>Silakan isi form berikut :</p>
<p>Nama    :_______________________________<br />
Usia       :_______________________________<br />
Peran    : _______________________________<br />
Visi-ku    :<br />
-    ______________________________________________________________________________________________________<br />
-    ______________________________________________________________________________________________________</p>
<p>Misi-ku    :<br />
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________<br />
Planning-ku Th.2010 :<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________<br />
-    ___________________________________________________</p>
<p>Banjarbaru, ……………… 2009</p>
<p>(……………………………………)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=99&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/10/06/mapping-merancang-peta-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VI. Panduan Membangun Sikap Mental Positif</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/23/vi-panduan-membangun-sikap-mental-positif/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/23/vi-panduan-membangun-sikap-mental-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 15:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria*
Kita dapat memotivasi diri dengan menguatkan kesadaran bahwa secara alamiah, keinginan yang sangat kuat untuk berhasil lah yang mendorong kita terus berusaha bangkit sampai meraih keberhasilan meskipun seringkali mengalami hambatan sebelum akhirnya berhasil.
Coba kita ingat lagi bagaimana kita mempelajari hal-hal baru dalam kehidupan kita. Mari kita putar ulang rekaman bagaimana kita belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=96&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-97" title="Donna dan rosyi bareng badut" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/dscn1112.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Donna dan rosyi bareng badut" width="300" height="225" /></p>
<p>Oleh : Rahmadona Fitria*<br />
Kita dapat memotivasi diri dengan menguatkan kesadaran bahwa secara alamiah, keinginan yang sangat kuat untuk berhasil lah yang mendorong kita terus berusaha bangkit sampai meraih keberhasilan meskipun seringkali mengalami hambatan sebelum akhirnya berhasil.<br />
<span id="more-96"></span><!--more-->Coba kita ingat lagi bagaimana kita mempelajari hal-hal baru dalam kehidupan kita. Mari kita putar ulang rekaman bagaimana kita belajar di masa lalu. Ketika awal belajar naik sepeda. Tidak henti-hentinya kita mencoba terus dan terus, tidak peduli jatuh dan terluka, tidak ada putus asa, pantang menyerah. Ketika jatuh tidak takut mencoba lagi. Terbukti akhirnya kita bisa bersepeda. Mengapa ? karena kita tidak memiliki rasa takut gagal, kita hanya berpikir apa yang kita inginkan pasti bisa kita lakukan. Kuncinya adalah cara kita memandang dan menyikapi persoalan. Semua tergantung dari cara kita memandang dan itu adalah pilihan.<br />
Sebenarnya kita dapat mensikapi hambatan secara positif, jika kita mempunyai citra diri positif. Citra diri adalah bagaimana seseorang memandang diri sendiri. Yaitu kemampuan dalam menghargai kelebihan dan kekurangan diri secara positif. Jika seseorang berpikir bisa sukses, maka ia akan sukses. Dengan kata lain, ia yakin bahwa hambatan apapun yang ia hadapi pada akhirnya akan mengantarkannya pada keberhasilan. Kemudian fokuskan pikiran pada peluang dan apa yang ingin dicapai, karena kekuatan fokus mampu menyatukan pikiran dan tenaga untuk berhasil mencapai tujuan.<br />
Marilah kita tentukan action kita, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mengembangkan diri menjadi lebih berkualitas.<br />
Kiat-kiat untuk membangun sikap mental positif :<br />
1. Mulailah menambah masukan komentar positif kedalam pikiran kita dengan<br />
memberikan penghargaan terhadap hal-hal sederhana yang telah berhasil kita capai<br />
2. Buatlah daftar yang memuat kata-kata atau pemikiran positif yang membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan membentuk respon positif. Misalnya; saya bisa sukses karena saya berpikir bahwa saya bisa sukses.<br />
3. Miliki citra diri positif, yaitu kemampuan dalam menghargai kelebihan dan kekurangan diri secara positif.<br />
4. Fokuskan pikiran pada hasil yaitu keberhasilan dalam meraih apa yang ingin kita capai.<br />
5. Manfaatkan setiap peluang sekecil apapun, bisa jadi itu merupakan batu loncatan menuju keberhasilan yang ingin kita capai.</p>
<p>*Konsultan Remaja<br />
MITRA Solusi Banjarbaru</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=96&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/23/vi-panduan-membangun-sikap-mental-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/dscn1112.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Donna dan rosyi bareng badut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memprogram Pikiran Bawah Sadar</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/22/cara-memprogram-pikiran-bawah-sadar/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/22/cara-memprogram-pikiran-bawah-sadar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 03:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[
1. Berbicara dengan pikiran bawah sadar perlu menggunakan bahasa positif. Misalnya, saya bisa sukses, karena saya berpikir bahwa saya bisa sukses. 2. Selalu menggunakan kalimat saat ini ketika berbicara pada pikiran bawah sadar. Misalnya, saya mampu menjadi yang terbaik, mulai hari ini. 3. Gunakan kata saya atau pakailah nama kita ketika berbicara pada pikiran bawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=93&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img title="Irsan Ulin Pileg2009 153" src="../files/2009/08/irsan-ulin-pileg2009-153.jpg?w=300" alt="Irsan Ulin Pileg2009 153" width="300" height="225" /></p>
<p>1. Berbicara dengan pikiran bawah sadar perlu menggunakan bahasa positif. Misalnya, saya bisa sukses, karena saya berpikir bahwa saya bisa sukses. 2. Selalu menggunakan kalimat saat ini <span id="more-93"></span>ketika berbicara pada pikiran bawah sadar. Misalnya, saya mampu menjadi yang terbaik, mulai hari ini. 3. Gunakan kata saya atau pakailah nama kita ketika berbicara pada pikiran bawah sadar. Misalnya, saya (dona) adalah orang yang pantang menyerah sampai akhirnya saya berhasil dalam mencapai cita-cita. 4. Lakukan pengulangan, semakin sering kita berbicara positif dengan pikiran bawah sadar, pikiran bawah sadar kita semakin mengerti tentang apa yang kita inginkan atau maksudkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=93&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/22/cara-memprogram-pikiran-bawah-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/08/irsan-ulin-pileg2009-153.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Irsan Ulin Pileg2009 153</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>V. Rahasia Menakjubkan</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/16/v-rahasia-menakjubkan/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/16/v-rahasia-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 13:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[
V. Rahasia menakjubkan mengubah respon negative menjadi respon positif 
Terbentuknya sikap mental tertentu pada diri seseorang (merespon positif atau negative) merupakan hasil kerja pikiran. Jadi kondisi mental seseorang itu sebenarnya tergantung dari  pola pikirnya. Untuk merubahnya dapat dilakukan dengan cara belajar dan berusaha memperbaiki kesalahan atau kegagalan secara mental yaitu memperbaiki cara berpikir seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=89&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-90" title="ahdi rosyi ahya" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/abba-051irsan.jpg?w=300&#038;h=200" alt="ahdi rosyi ahya" width="300" height="200" /></p>
<p><strong>V. Rahasia menakjubkan mengubah respon negative menjadi respon positif </strong></p>
<p>Terbentuknya sikap mental tertentu pada diri seseorang (merespon positif atau negative) merupakan hasil kerja pikiran. Jadi kondisi mental seseorang itu sebenarnya tergantung dari  pola pikirnya. Untuk merubahnya<span id="more-89"></span> dapat dilakukan dengan cara belajar dan berusaha memperbaiki kesalahan atau kegagalan secara mental yaitu memperbaiki cara berpikir seseorang dalam mensikapi suatu hambatan selama menjalani proses sampai berhasil mewujudkan apa yang menjadi cita-cita atau harapannya.</p>
<p>Ketika seseorang mengalami hambatan dalam mewujudkan harapan atau cita-cita, ia dapat memilih mana yang ia anggap lebih baik menjadi focus kehidupan, berpikir akan menyerah atau berpikir akan kesuksesan. Memikirkan apa yang tidak diinginkan atau memikirkan apa yang memang kita inginkan. Jadi apa yang dapat kita ubah adalah cara berpikir dan utuk mengubah pemikiran yang telah terkondisi dapat dilakukan dengan mempengaruhi pikiran bawah sadar.  Pikiran bawah sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis. Pikiran bawah sadar tidak memiliki  mekanisme untuk mengenal mana yang nyata dan mana yang tidak nyata.</p>
<p>Kondisi itulah yang bisa dimanfaatkan, karena kita dapat mengelabui pikiran bawah sadar untuk melakukan hal apapun yang bermanfaat bagi kita. Seseorang dapat menghapus pesan-pesan negative yang sudah terlanjur terprogram dalam diri dengan membangun citra diri positif. Perhatikan lagi seberapa baik dialog internal atau komunikasi kita dengan diri sendiri, bagaimana kita berbicara kepada diri sendiri (self talk) dan mengirimkan pesan-pesan kepada diri kita. Jika pikiran sadar mengirim pesan pada pikiran bawah sadar bahwa diri kita adalah orang yang tidak mampu berprestasi, maka kita boleh yakin bahwa kita tidak akan pernah memperoleh apa saja yang berarti dalam hidup kita.</p>
<p>Pikiran bawah sadar akan menggerakan atau menstimulasi perilaku kita untuk bereaksi sesuai pesan yang diterima. Setiap kali seseorang menerima komentar negative, kemudian diserap oleh pikiran dan menjadi pemikiran yang berulang, maka pemikiran tersebut menjadi semakin kuat menguasai pikiran seseorang. Akibatnya, ada kemungkinan besar bahwa perilaku seseorang akan mulai mencerminkan hal serupa dengan masukan yang ia terima dari pemikirannya. Akan sangat membantu jika kita mulai memperhatikan pemikiran dan mengembangkannya menjadi sikap yang lebih positif.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=89&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/16/v-rahasia-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/abba-051irsan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ahdi rosyi ahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IV. Panduan dalam bersikap ketika manghadapi hambatan</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iv-panduan-dalam-bersikap-ketika-manghadapi-hambatan/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iv-panduan-dalam-bersikap-ketika-manghadapi-hambatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 06:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
Ada saat-saat dalam kehidupan dimana seseorang dihadapkan pada keadaan yang tidak menyenangkan dan harus diterima. Maka sikap yang harus dipilih adalah mengubah cara pandang kita. Kita dapat belajar dari sikap mental sang juara sejati ketika menghadapi kegagalan. (ini terdapat dalam buku motivasi born to fight) Ada 5 sikap yang bisa diterapkan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=86&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-87" title="Mental Sang JUara, Ahya" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/irsan-ulin-pileg2009-045.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mental Sang JUara, Ahya" width="300" height="225" /></p>
<p>Oleh : Rahmadona Fitria<br />
Ada saat-saat dalam kehidupan dimana seseorang dihadapkan pada keadaan yang tidak menyenangkan dan harus diterima. Maka sikap yang harus dipilih adalah mengubah cara pandang kita. Kita dapat belajar dari sikap mental sang juara sejati <span id="more-86"></span>ketika menghadapi kegagalan. (ini terdapat dalam buku motivasi born to fight) Ada 5 sikap yang bisa diterapkan yang disingkat menjadi kata JUARA. Jatuh bukan akhir segalanya.</p>
<p>Semua orang sukses pernah gagal sebelumnya, jadi kegagalan bagian dari proses menuju sukses. Ubah hambatan jadi peluang. Ambil hikmah dibalik kegagalan, jadikan sebagai pelajaran berharga untuk menyusun strategi perjuangan berikutnya. Arahkan hati dan pikiran pada pengharapan positif. Himpun energi positif dengan tetap optimis dalam mencapai keberhasilan. Raih kemenangan dengan sportif. Sukses dengan cara cerdas dan bersih. Kreativitas dan kemampuan berinovasi merupakan komponen utama dalam memenangkan persaingan. Ajaklah team untuk maju bersama. Bangun tim yang handal. Prinsipnya adalah sukses dan menyukseskan.</p>
<p>Peluang bukanlah sesuatu yang menuggu untuk kita temukan tetapi keadaan yang tercipta dari cara kita merespon setiap peristiwa dalam kehidupan. Kreativitas bisa melahirkan peluang, demikian juga keyakinan, semangat, mampu melihat sisi positif dalam setiap kejadian, mempunyai motivasi tinggi, berani mencoba, pantang menyerah, jika seseorang mampu mengolah ini semua ketika mengalami hambatan maka tinggal tekan tombol action nya pintu peluang akan terbuka lebar baginya. Kemudian manfaatkan setiap peluang sekecil apapun, karena untuk sampai pada puncak keberhasilan yang ingin dicapai kita perlu meniti tangga yang paling bawah dan memulai dari hal-hal kecil.<br />
Bicara mengenai kreatif sebenarnya bukanlah perkara yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang hebat.</p>
<p>Kita tidak harus menjadi seorang penemu sesuatu yang baru untuk dikatakan sebagai orang kreatif. Menjadi seorang yang kreatif tidaklah sulit, dengan kemauan untuk belajar, seseorang dapat menjadi kreatif, banyak jalur menuju proses kreatif. Menjadi kreatif bisa dipelajari, untuk mengembangkan pola pikir kreatif tidak boleh dihambat dengan batasan-batasan yang akan mematikan semangat.</p>
<p>Ada beberapa jalur menuju proses kreatif :<br />
1. Berlatihlah berpikir kreatif secara spontanitas, caranya; segera catat ide-ide yang muncul secara spontan.</p>
<p>2. Jangan serang gagasan yang baru saja muncul walaupun tampak tidak masuk akal, seringkali gagasan kreatif justru muncul secara spontan.</p>
<p>3. Ekspresikan secara bebas semua gagasan yang berkecamuk dalam benak, jangan terhalang oleh tekanan berbagai pendapat dari lingkungan. 4. Biasakan diri memecahkan suatu permasalahan dengan banyak cara atau alternative Solusi.</p>
<p>Dari sini akan terbuka jalan untuk memberdayakan sarana kreativitas yang akan mengantarkan seseorang mendapatkan berbagai peluang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=86&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iv-panduan-dalam-bersikap-ketika-manghadapi-hambatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/irsan-ulin-pileg2009-045.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mental Sang JUara, Ahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>III. pentingnya mensikapi hambatan secara positif</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iii-pentingnya-mensikapi-hambatan-secara-positif/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iii-pentingnya-mensikapi-hambatan-secara-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 06:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria
Masalah sikap adalah masalah pilihan. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk melihat yang terbaik dan terburuk dari setiap situasi, kita harus memilih. Dualisme dalam suatu kehidupan memang selalu ada.  Artinya ada peluang untuk meraih sukses namun juga ada hambatan yang harus dihadapi. Kita perlu berpikir realistis, bahwa hambatan itu ada, namun tidak harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=83&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-84" title="Rihlah Keluarga mei2009 Takisung beach" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/copy-of-rihlah-keluarga-mei2009-020.jpg?w=300&#038;h=106" alt="Rihlah Keluarga mei2009 Takisung beach" width="300" height="106" />Oleh : Rahmadona Fitria<br />
Masalah sikap adalah masalah pilihan. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk melihat yang terbaik dan terburuk dari setiap situasi, kita harus memilih. Dualisme dalam suatu kehidupan memang selalu ada.  Artinya ada peluang untuk meraih sukses namun juga ada hambatan yang harus dihadapi. Kita perlu berpikir realistis, bahwa hambatan itu ada, namun<span id="more-83"></span> tidak harus dibesar-besarkan sehingga menakutkan. Dalam kehidupan kadang-kadang kita harus menerima suatu keadaan yang tidak kita inginkan. Maka sikap yang harus dipilih adalah mengubah cara pandang atau pola pikir kita terhadap keadaan. Ketika seseorang mampu memandang hambatan secara positif,  maka ia tentu akan lebih merasa ringan dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dan dapat melihat berbagai alternative solusi. Kemudian ia akan mampu melihat begitu banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Begitu banyak peluang-peluang yang bisa ia ciptakan dengan menagkap serta mengelola kesempatan-kesempatan yang tak habis-habisnya bermunculan di hadapannya. Jelas mensikapi hambatan secara positif itu perlu.<br />
Mereka yang memiliki sikap mental positif akan selalu memusatkan diri pada hal-hal yang baik, sekalipun berada dalam situasi yang sedang sulit. Pandangannya objektif, penampilannya tenang dan lebih semangat. Apabila kita memilih melihat sisi baik dalam setiap situasi, maka itu membuat kita lebih bisa merasa bersyukur, motivasi otomatis akan terdongkrak, sehingga harta terpendam kita yaitu potensi diri lebih bisa dioptimalkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=83&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/08/04/iii-pentingnya-mensikapi-hambatan-secara-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/08/copy-of-rihlah-keluarga-mei2009-020.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rihlah Keluarga mei2009 Takisung beach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Respon Negatif</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/29/respon-negatif/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/29/respon-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria
II. Kecenderungan terhadap respon negative
Ketika kita semakin tumbuh dewasa, kita menjadi semakin sadar diri dan tidak ingin membuat kesalahan. Jika kita melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, kebanyakan dari kita cenderung terbiasa dan menjadi sangat handal dalam  menyusahkan diri sendiri, dengan menganggap kesalahan atau kegagalan tersebut mengungkapkan kelemahan kita sehingga merasa takut akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=81&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Rahmadona Fitria</p>
<p><strong>II. Kecenderungan terhadap respon negative</strong><br />
Ketika kita semakin tumbuh dewasa, kita menjadi semakin sadar diri dan tidak ingin membuat kesalahan. Jika kita melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, kebanyakan dari kita cenderung terbiasa dan menjadi sangat handal dalam  menyusahkan diri sendiri, dengan menganggap kesalahan atau kegagalan tersebut mengungkapkan kelemahan kita sehingga merasa takut akan membuat kesalahan lagi. <span id="more-81"></span>Hanya satu kegagalan saja bagi banyak orang sudah dapat menjadi alasan untuk menyerah. Kenyataan ini menunjukkan, kita belajar menganalisis dan mengkritik diri sendiri dari orang lain ketika tumbuh dewasa.</p>
<p>Didukung lagi dengan lingkungan kita seringkali dipenuhi oleh orang-orang yang lebih suka melemparkan opini negative daripada opini positif. Lebih banyak orang yang bisanya mencela, menjelek-jelekkan dan melemahkan semangat kita untuk melakukan sesuatu. Mereka menyeram-nyeramkan  kita dengan gambaran kegagalan atau kekecewaan yang akan kita alami jika kita ingin melakukan sesuatu. Kecenderungan inilah yang membuat kebanyakan orang terkondisikan untuk merespon negative dalam mensikapi hambatan.</p>
<p>Ada 3 hal yang menyebabkan seseorang cenderung mensikapi hambatan dengan meresponnya secara negative. Penyebab pertama adalah over estimate terhadap suatu masalah. Kebanyakan orang cenderung membuat gambaran negative dan terlalu berlebihan dalam melihat suatu permasalahan, sehingga gambaran tentang masalah yang dihadapi menjadi jauh lebih buruk dari yang sesungguhnya. Akibatnya menjadi selalu diliputi rasa khawatir dalam hidupnya. Penyebab kedua, under estimate terhadap kemampuan diri. Maksudnya, seseorang memandang kemampuan diri lebih rendah dari yang sesungguhnya, seperti kalimat “wah jelas saya nggak bisa…” atau keluhan-keluhan lain yang melemahkan semangat. Pikiran-pikiran gagal atau perasaan tidak mampu seperti itu hanya akan membatasi kita dalam mendapatkan keberhasilan maupun prestasi yang kita inginkan, karena menghambat berbagai kelebihan yang sesungguhnya setiap orang punya.</p>
<p>Penyebab ketiga adalah lingkungan yang tidak sehat. Secara alamiah banyak hal di lingkungan kita yang membuat seseorang memilki rasa takut, takut melakukan kesalahan dan kegagalan. Menurut penelitian bahwa dalam kehidupan ini, setiap harinya kita menerima komentar negative 6 kali lebih banyak dari komentar positif dari lingkungan. Komentar-komentar negative inilah yang merusak keberanian dan rasa percaya diri seseorang.</p>
<p>Mulailah menambah masukan komentar positif kedalam pikiran kita dengan memberikan penghargaan terhadap hal-hal sederhana yang telah berhasil kita capai. buatlah daftar yang memuat kata-kata atau pemikiran positif yang membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan membentuk sikap mental positif. Seperti, saya bisa sukses, karena saya berpikir bahwa saya bisa sukses..</p>
<p>Memang tidak mudah meminta sekeliling kita berkomentar positif terhadap kita dan kita tidak selalu bisa bergantung pada lingkungan. Jadi solusi terbaik untuk mengendalikan komentar-komentar negative yang kita terima adalah dengan menambah komentar positif menjadi 6 kali lebih banyak dari komentar negative. Dari mana kita memperoleh tambahan komentar positif tersebut, mulailah dari diri sendiri dan hal pertama yang harus kita lakukan adalah memprogram ulang pikiran. Jangan lupa kita adalah cerminan dari pikiran kita sendiri. Kalau kita berpikir bisa sukses maka kita akan sukses.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=81&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/29/respon-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memprogram Ulang Pikiran</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/28/memprogram-ulang-pikiran/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/28/memprogram-ulang-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 03:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahmadona Fitria*
I. Perbedaan Kemampuan Mental Pada Masing-masing Individu
SETIAP manusia tentunya memiliki harapan atau cita-cita yang ingin diwujudkan dalam kehidupannya agar hidupnya bermakna. Yang mana keberhasilan dalam  meraih apa yang dicita-citakan (tentunya untuk tujuan yang baik) akan meningkatkan kualitas pribadi individu itu sendiri sekaligus dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Dalam perjalanan mencapai apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=79&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Rahmadona Fitria*</p>
<p><strong>I. Perbedaan Kemampuan Mental Pada Masing-masing Individu</strong><br />
SETIAP manusia tentunya memiliki harapan atau cita-cita yang ingin diwujudkan dalam kehidupannya agar hidupnya bermakna. Yang mana keberhasilan dalam  meraih apa yang dicita-citakan (tentunya untuk tujuan yang baik) akan meningkatkan kualitas pribadi individu itu sendiri sekaligus dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Dalam perjalanan mencapai apa yang menjadi harapan atau cita-cita tersebut, adakalanya seseorang dihadapkan pada hambatan atau kendala tertentu sebelum berhasil meraihnya. <span id="more-79"></span>Perbedaan kemampuan mental masing-masing individu dalam menghadapi berbagai hambatan ini, mempengaruhi juga bagaimana mereka mensikapinya. Ada yang merespon hambatan yang dihadapi secara positif, ada pula yang meresponnya secara negative.</p>
<p>Bagi mereka yang merespon secara negatif, hambatan yang dihadapi bisa menjadi suatu masalah dan itu mempengaruhi juga bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sehingga dapat mengganggu perkembangan diri pribadinya. Mereka mudah sekali menjadi lemah semangat bahkan menjadi patah semangat. Kondisi seperti ini menjadikan seseorang tidak mampu untuk melihat peluang yang sebenarnya tercipta dari bagaimana cara kita merespon setiap kejadian. Berbeda dengan mereka yang merespon hambatan yang dihadapi secara positif, mereka lebih mampu melihat berbagai kesempatan sebagai peluang.</p>
<p>Ya. Contohnya seseorang yang bercita-cita ingin menjadi guru, tentunya ia mesti melewati proses pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga ke Perguruan Tinggi. Ketika dalam proses melalui tahapan demi tahapan pendidikan tersebut ia menemui hambatan, tidak lulus UN disalah satu tahapan pendidikan tadi, maka hendaknya ia memandang ketidaklulusan tersebut sebagai keberhasilan yang tertunda, maksudnya masih ada kesempatan untuk mengejar  ketinggalan dengan berusaha memperbaikinya dan masih ada harapan untuk meraih keberhasilan di masa depan. Ini lebih positif pengaruhnya bagi pembentukan sikap hidup yang optimis. Jadi hambatan tidak direspon secara negative yaitu dipandang sebagai sebuah kegagalan yang diartikan  akhir dari segalanya atau cenderung dianggap sebagai kartu mati atau pertanda seseorang ‘g bisa sukses dilain kesempatan atau masa depan.</p>
<p>Jadi sebenarnya kualitas seseorang sangat dipengaruhi dari bagaimana cara mereka memandang dan mensikapi setiap persoalan. Idealnya memang kita semua bisa mensikapi hambatan yang dihadapi secara positif. Kalau kita tahu bagaimana caranya membangun sikap mental positif maka setiap orang akan bisa dengan mudah menikmati kehidupan.</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=79&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/07/28/memprogram-ulang-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyejuk Mata Dan Hati</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/09/penyejuk-mata-dan-hati-2/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/09/penyejuk-mata-dan-hati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 02:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Rahmadona Fitria
Anak-anak adalah dambaan, harapan, penghibur hati dan kebanggaan setiap orangtua. Kehadirannya turut mewarnai dan mengisi kehidupan orangtua serta seluruh anggota keluarga. Namun sesungguhnya anak adalah titipan Allah yang diamanahkan kepada setiap orangtua. Orangtua hanya diuji sejauh mana peran mendidik anak, sehingga mereka menjadi anak yang sholeh.
Anak-anak adalah nikmat terbesar sekaligus amanah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=74&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-77" title="Rihlah di Museum Lambung Mangkurat bareng keluarga" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/06/rihlah-di-museum-lambung-mangkurat-bareng-keluarga.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Rihlah di Museum Lambung Mangkurat bareng keluarga" width="300" height="225" /></p>
<p>Oleh : Rahmadona Fitria</p>
<p>Anak-anak adalah dambaan, harapan, penghibur hati dan kebanggaan setiap orangtua. Kehadirannya turut mewarnai dan mengisi kehidupan orangtua serta seluruh anggota keluarga. Namun sesungguhnya anak adalah titipan Allah yang diamanahkan kepada setiap orangtua. <span id="more-74"></span>Orangtua hanya diuji sejauh mana peran mendidik anak, sehingga mereka menjadi anak yang sholeh.<br />
Anak-anak adalah nikmat terbesar sekaligus amanah dari Allah dan akan diminta pertanggungjawaban atas amanat tersebut. . Maka  orangtua tidak boleh lalai akan tugas utama ini, yaitu mengenalkan anak kepada Allah SWT. Inilah sebenar- benarnya kewajiban dan harapan terhadap anak-anak kita. Orangtua harus berusaha sekuat tenaga melakukan berbagai pembinaan terhadap anak demi menunaikan amanat Allah sebagai orangtua yang bertanggung jawab.<br />
Rasulullah Saw senantiasa mendidik anak-anak agar berdoa dan mengenal Allah SWT, baik disaat senang maupun susah. Mengarahkan mereka pada suatu perilaku yang baik serta mengawasi setiap tingkah lakunya agar semakin hari kian membaik dan terarah. Rasulullah senantiasa menampakan kelembutan dan rasa kasih sayang kepada anak-anak bahkan pada saat beliau sedang sholat. Seorang pendidik atau orangtua yang memiliki keramahan dan kelembutan dalam tutur kata akan mendorong anak berperilaku baik dan santun.<br />
Semua orangtua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, berbakti, menyenangkan dan membanggakan hatinya. Namun anak yang hanya sekedar merupakan perhiasan dunia akan tampak menyenangkan hati dan dilihat oleh mata sementara. Seperti anak yang bagus rupanya, lucu, pintar, menarik penampilannya, memiliki jabatan dan kekayaan harta benda. Hal ini akan dapat membuat orangtua lalai akan amanah dan mengingat Allah.<br />
Padahal ada yang lebih menarik dan berharga dari perhiasan dunia yaitu amal ibadah kita kepada Allah SWT. Hanya anak yang sholeh yang dapat menjadi penyejuk mata dan hati kedua orangtuanya. Anak sholeh pula yang mampu berbuat baik terhadap orangtua dan menyelamatkannya dunia akhirat, serta menyelamatkan manusia dan dunia dari kehancuran.<br />
Anak-anak yang sholeh dalam menjalani kehidupannya terdidik untuk tidak berorientasi pada  dunia melainkan lebih cinta akan kenikmatan akhirat, meraih surga, dan keridhoan Allah. Kehidupan dunia hanyalah sementara tidak sebanding dengan kenikmatan akhirat yang kekal abadi. Namun barangkali tidak semua usaha kita dalam mendidik anak membawa hasil.<br />
Sekali lagi, anak-anak hanyalah ujian bagi orangtuanya. Kewajiban orangtua hanya mendidik dengan benar dan sabar serta senantiasa mengawasi anak-anaknya hingga akhir hayat demi mengharap balasan dari Allah SWT. Jika anak-anak mau menerima perlakuan baik orangtuanya, maka itulah yang diinginkan Allah SWT pada mereka. Ketika hal ini tercapai akan terpancar sinar kasih sayang anak kepada orangtua seperti perintah Rabbnya dalam Al-Qur’an surah Al Israa’ ayat 24, “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sejak kecil.”<br />
Hendaknya ketika suatu saat kita meninggal dunia hal yang paling penting diwasiatkan adalah pembinaan terhadap anak-anak kita. Titipkan mereka untuk diasuh oleh orang-orang sholeh dari kalangan saudara atau kerabat dekat, sehingga mereka menjadi anak-anak sholeh dan sholehah. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab orangtua terhadap anak. Sebab kita tidak tahu apakah kebaikan terletak pada permulaan atau diakhirnya.<br />
Karena itu kita tidak sepantasnya memberi label pada anak bahwa ia adalah anak yang menyusahkan, tidak membawa kebaikan dsb. Tugas orangtuanya lah mengarahkan, menasehati, serta senatiasa mendoakan kesholehan anak-anaknya. Hingga ketentuan takdir Allah pun berlaku bagi mereka dengan cara lemah lembut.<br />
Pada akhirnya anak-anak sholehlah yang kita semua inginkan, anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan hati setiap orangtua. Bukan sekedar anak-anak yang hanya sebagai perhiasan dunia, yang hanya menyenangkan mata dan hati sesaat. Maka agar memperoleh anak-anak yang menyejukan mata dan hati hanya ada satu cara yakni mendidik mereka dengan pola hidup, pola pikir dan lisan berlandaskan nilai-nilai islam.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=74&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/09/penyejuk-mata-dan-hati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/06/rihlah-di-museum-lambung-mangkurat-bareng-keluarga.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rihlah di Museum Lambung Mangkurat bareng keluarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Materi Daurohku</title>
		<link>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/02/materi-daurohku/</link>
		<comments>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/02/materi-daurohku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadona.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[
Sejarah diperingatinya tahun baru Hijriyah
Dilatarbelkangi perisiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Umar bin khattab atas usul Ali bin Abu Thalib menentukan peristiwa Hijrah sebagai tahun pertama Islam.
Makna dan Tujuan diperingatinya Tahun Baru Hijriyah
Esensi makna hijriyah adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih maju, lebih mulia, dan bermakna dimta Allah SWT.
Tujuannya yaitu membangkitkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=70&subd=rahmadona&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-71" title="abba 050irsan" src="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/06/abba-050irsan.jpg?w=200&#038;h=300" alt="abba 050irsan" width="200" height="300" /></p>
<p>Sejarah diperingatinya tahun baru Hijriyah</p>
<p>Dilatarbelkangi perisiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Umar bin khattab atas usul Ali bin Abu Thalib menentukan peristiwa Hijrah sebagai tahun pertama Islam.</p>
<p><span id="more-70"></span>Makna dan Tujuan diperingatinya Tahun Baru Hijriyah<br />
Esensi makna hijriyah adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih maju, lebih mulia, dan bermakna dimta Allah SWT.<br />
Tujuannya yaitu membangkitkan kesadaran dan keinginan kearah perbaikan.</p>
<p>Evaluasi (Muhasabah)<br />
Hendaknya seorang mukmin menginstropeksi diri ketika selesai melakukan amal perbuatan.<br />
Tiga hal yang dapat membantu jalannya evaluasi:<br />
1.    Memperbaiki konsep diri<br />
2.    Membuat peta kehidupan<br />
3.    Merancang program berjuta kebaikan</p>
<p>Pebaikan (Ishlah)<br />
Kebaikan jiwa merupakan kebaikan umat dn mengubah jiwa berarti mengubah umat. Akhlk yang baik merupkan pilar yang kokoh dalam  membangun umat, individu, dan jamaah.<br />
Perbaikan mencakup:<br />
1.    Pebaikan jiwa<br />
2.    Perbaikan Akhlak</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadona.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadona.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadona.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadona.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadona.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadona.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadona.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadona.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadona.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadona.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadona.wordpress.com&blog=1472400&post=70&subd=rahmadona&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadona.wordpress.com/2009/06/02/materi-daurohku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e8605904ad41e83240e709a69352d6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadona</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadona.files.wordpress.com/2009/06/abba-050irsan.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">abba 050irsan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>