My Little Rosyida

September 10, 2007 at 12:47 am 7 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

(Ditulis saat awal bergabung dengan komunitas penulis EWA’Mco Banjarbaru)

BERGABUNG dalam suatu komunitas penulis merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi menulis pada diri seseorang. Berbagai peluang bisa didapat, mulai dari ilmu, dimuatnya tulisan, sampai kemungkinan membuat buku. Aku suka mengibaratkannya seperti berkencan dengan impian. Tahap demi tahap mimpimu bisa jadi kenyataan.

Sejak bergabung dengan salah satu komunitas penulis, sudah dua kali pertemuan, Rosyida kecilku yang berusia hampir dua tahun, selalu ikut bersamaku. Bagaimana mungkin aku beraktivitas tanpanya, ia begitu tergantung padaku dan tidak mau dengan orang lain. Sedangkan kalau kupaksakan juga memilih beraktivitas tanpanya ada perasaan bersalah membayangi gerak langkahku.

Aku sadar, anak seusia Rosyida adalah masa dimana kebutuhan terhadap “objek lekat” (dalam hal ini ibu), masih sangat kuat. Dalam bahasa psikologi disebut dengan kebutuhan anak untuk melekatkan diri kepada orang lain (attachment behaviour). Hal ini juga menjadi salah satu perhatian para psikologi perkembangan pada masa kini. Dikemukakan bahwa respon terhadap tingkah laku dan kebutuhan melekatkan diri anak akan menimbulkan kepercayaan dasar pada dunia luar (basic trust) yang ditentukan pada masa bayi dan masa kanak-kanak.

Terpenuhinya kebutuhan terhadap objek lekat akan mempengaruhi penyesuaian diri dan perkembangan kepribadian anak. Anak kecil yang mempunyai objek lekat yang mantap dan ada didekat objek kelekatannya, misalnya didekat ibunya atau pengasuhnya, akan mempunyai keberanian untuk mengadakan eksplorasi disekitarnya. Eksplorasinya tadi mendorong perkembangan pengertian dan kecerdasannya.

Didekat objek kelekatan tingkah laku eksploratif anak akan bertambah, ia berani kian kemari, membuka kardus, memegang benda asing, membuka pintu dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan karena ia merasa aman dan pasti. Selanjutnya dari ekplorasinya ini anak akan memperoleh pengertian-pengertian yang banyak, meskipun mungkin anak akan memperoleh pengalaman-pengalaman pahit dari eksplorasinya itu.

Pada anak attachment behavior tadi ditandai oleh menangis bila objek kelekatannya tidak ada dan perilaku senang bila kelekatannya datang menghampirinya. Seorang anak akan selalu mencari figur kelekatannya bila dalam keadaan tidak senang, misalnya lapar, sakit, takut, atau bila ia tidak pasti dimana objek atau figur kelekatannya itu.

Menikmati waktu dan tertawa bersama Rosyida kecilku adalah kenikmatan luar biasa, disetiap mengawali hariku. Bagaiman pun ia adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki. Ia hadir karena aku menginginkannya, seorang anak perempuan. Ia terlahir karena Allah SWT memperkenankan do’aku. Akan tiba masanya ketergantungan mutlaknya terhadapku berakhir. Bila masa itu tiba aku tidak tahu apakah aku benar-benar merasa bebas atau mungkin malah merasa kehilangan dan merindukannya.

Terimakasih ya Allah atas dua cinta dalam hidupku, write and my little Rosyida.***

*Bercita-cita jadi Penulis buku psikologi anak &
KP EWA’MCo

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Jilbab Pakaian Muslimah Cuti Jadi Ibu

7 Komentar Add your own

  • 1. meiy  |  September 10, 2007 pukul 5:43 am

    makasih sudah mampir dona. salam kenal. senang ada kategori pendidikan disini. saya link ya…:)

    Balas
  • 2. meiy  |  September 10, 2007 pukul 5:45 am

    tapi kolom utk tulisan gimana kalo digedein dikit fren? agak sempit, hurufnya agak kecil, (halah ngaku mata saya aja yg kabur hehe)

    Balas
  • 3. Diva  |  September 11, 2007 pukul 12:31 pm

    Wah…asik juga tuh, diva udah lama pengen nulis buku tapi gak bisa. Ternyata susah ya

    Balas
  • 4. rahmadona  |  September 20, 2007 pukul 9:36 am

    Meiy.
    Thanks atas perhatian dan masukannya.

    Diva.
    Susah mau bikin buku ? Tapi tetap semangat nulis kan ? Mungkin ungkapan dibawah ini bisa jadi oase bagi jiwa kita para pencinta dunia tulis menulis ; Menulis itu ibarat mendayung perahu, selain ada usaha (perjuangan) agar sampai ke tempat tujuan tapi juga ada unsure rekreasi (hiburan) yaitu menikmati pemandangan selama berada di perjalanan. Ok. Love write and keep writing ! Menulis itu menyenangkan.

    Balas
  • 5. rahmadona  |  September 20, 2007 pukul 9:37 am

    My Lovely Husband.
    Terima kasih atas dukungannya yang besar di dunia menulis. Terima kasih karena telah menjadi jembatan meraih mimpi dan kesempatan berprestasi yang pernah terlepas dari genggaman. Perjuangan ini ku persembahkan untukmu, atas cintamu yang mampu membuatku bermimpi dan mewujudkan mimpi. Terima kasih karena benar-benar mengerti aktivitas menulis ini begitu berarti buatku. InsyaAllah. Kemenangan ini milik kita ! Love write and you..

    My diary.
    Aktivitas menulisku saat ini adalah bagian dari proses penemuan aktualisasi diri yang panjang. Now, menulis adalah pilihanku dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah. Aku menikmatinya sebagai karunia Allah untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan diri. Juga untuk berpartisipasi (mengamalkan ilmu) bagi Banua tercinta, bangsa, dan agama. Mohon doanya ya..Aktivitas menulisku saat ini membuat hidupku benar-benar jadi lebih hidup. Senangnya berada dilingkungan komunitas penulis, orang-orang yang memiliki minat yang sama, mencintai dunia dan aktivitas menulis. Keep writing !

    Balas
  • 6. Siti Jazimah  |  Februari 14, 2010 pukul 6:28 pm

    Waah, mirip pengalaman saya. Saya sudah menulis sekitar 15 buku sebelum nikah. Dan setelah punya anak, hampir tiga tahun tidak keluar buku sama sekali. Rasanya stress dan tertekan berat kalau ada yang tanya (baik langsung maupun lewat sms or email), ” Lagi nulis buku apa?” atau “Buku terbarunya apa?”
    Alhamdulillah, kini hamil anak ketiga, malah bisa nulis. Buku terbaru terbit Desember 2009 kemarin, insya Allah disusul berikutnya. Ada yang dijadwalkan keluar Septermber (judul dari saya ‘Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga’). Ada pula yang sedang saya tawarkan ke penerbit berjudul ‘ Anakku Inspirasiku’.
    Selagi disiplin sebagai penulis tetap dijalankan (membaca, merenung, diskusi, menulis tiap hari–meski hanya di buku diary atau blog), insya Allah jalan menuju penulis profesional kian dekat.
    Oh ya, nama pena saya Jazimah al Muhyi. Silahkan dicari lewat google kalau ingin tahu sedikit tentang apa saja yang sudah pernah saya tulis.
    Btw, terima kasih atas tulisan Mbak tentang obyek lekat. Makin meyakinkan saya untuk menemani anak-anak, dan tidak mencari pengasuh untuk mereka.
    Wassalam

    Balas
  • 7. rahmadona  |  Februari 20, 2010 pukul 2:35 pm

    Subhanallah, saya kenal banget sama mba, tadinya saya sdh menebak mba ini jazimah al muhyi, penulis terkenal. wah mba saya jadi merasa tersanjung bgt lho, seorang penulis terkenal sprt mba mau menyapa saya, syukron yaa…mba saya pertama kali tahu mba dari buku ‘karena engkau perempuan’ coba mba baca tulisan saya yg jdlnya ajari aku jadi pendampingmu. saya suka sekali tulisan mba yg jdlnya keberuntungan perempuan versi dongeng & mengapa perempuan harus mengalah. Alhamdulillah buku perdana saya sdh terbit mba judulnya ‘menjadikan anak penyejuk hati’. saya perlu byk bljr dari mba nih…moga sukses ya mba buku barunya, amin, salam ukhuwah..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: