Charger Stress

September 12, 2007 at 9:41 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*
(Dimuat pada Harian Umum RADAR BANJARMASIN, Sabtu 11 Agustus 2007)

SEPERTI yang kita ketahui bersama bahwa kekerasan terhadap anak bisa berupa kekerasan fisik dan mental. Kita semua setuju kedua bentuk kekerasan tersebut sama-sama berbahaya dan berdampak buruk pada perkembangan pribadi anak. Tindakan kekerasan terhadap anak disebut juga sebagai bentuk perilaku yang salah terhadap anak (child abuse).
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya child abuse seperti yang dijelaskan dalam tulisan berjudul menjauhkan anak dari kekerasan oleh Nur anissa dewi dikoran Radar Banjarmasin pada tanggal 27 juli 2007. Disebutkan salah satu faktor yang  menyebabkan timbulnya child abuse adalah stress.
Apakah stress itu? Menurut buku manajemen stress (penerbit buku kedokteran EGC) stress didefenisikan sebagai ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional, dan spiritual manusia yang suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut atau stress adalah persepsi kita terhadap situasi atau kondisi didalam lingkungan kita sendiri.
Sebenarnya stress dapat dipandang dengan dua cara, sebagai stress baik dan stress buruk. Stres baik disebut sebagai stress positif, yaitu situasi atau kondisi apapun yang menurut Anda dapat memotivasi atau memberikan inspirasi. Biasanya situasi yang termasuk dalam stress baik adalah situasi yang menyenangkan dan tidak dianggap sebagai ancaman terhadap kesehatan seseorang. Misalnya promosi jabatan dan cuti yang dibayar. Apabila stress dianggap sebagai sebuah motivasi positif, stress dapat dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan. Apabila melebihi poin optimal yang menguntungkan, stress lebih membawa keburukan daripada kebaikan.
Stres buruk adalah stress yang membuat Anda menjadi marah, tegang, bingung, cemas, merasa bersalah, atau kewalahan. Ada dua bentuk stress buruk, yaitu stress akut dan stress kronik. Stres akut muncul cukup kuat tetapi menghilang dengan cepat, misalnya terburu-buru mencari nomor telpon atau datang terlambat kesuatu pertemuan.
Stres kronik muncul tadak terlalu kuat tetapi dapat bertahan sampai berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, misal masalah keuangan, hubungan yang buruk dengan seseorang, dan kejenuhan kerja. Stress kronik yang terjadi berulang kali pada tubuh dapat mempengaruhi kesehatan produktivitas seseorang. Tidak ada pekerjaan yang bebas dari stress, pada kenyataannya setiap pekerjaan memiliki beberapa tingkat tantangan dan kesulitan, begitu pula dalam berinteraksi dengan anak. Karena itu manajemen stress yang efektif akan sangat membantu Anda mempertahankan rasa pengedalian diri dalam lingkungan kerja sehingga beberapa urusan akan dapat diterima sebagai tantangan bukan ancaman.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan stress pada seseorang antara lain kurangnya kreativitas, tugas yang melelahkan, konflik atau hubungan yang tidak harmonis, perawatan anak yang tidak adekuat, kurangnya penghargaan atau pengakuan kerja, ketidakpastian ekonomi, pertentangan antara aktualisasi diri dan tanggung jawab keluarga, kejenuhan, ketidakpuasan kerja, kemacetan dan lain sebagainya.
Kejenuhan kerja dikatakan merupakan akibat stress kerja yang paling umum. Gejala khususnya antara lain kebosanan, depresi, pesimisme, kurang konsentrasi, kualitas kerja buruk, ketidakpuasan, keabsenan, dan sakit. Walaupun beban kerja yang berlebihan merupakan penyebab paling umum dari kejenuhan kerja, kebosanan kerja tampak cukup berpotensi untuk menyebabkan keletihan kerja.
Pada kedua kasus tersebut, pekerja merasa bahwa dirinya hanya memiliki sedikit kontrol terhadap faktor-faktor ditempat kerja atau bahkan tidak memiliki kontrol sama sekali. Keputus-asa-an terhadap situasi ini dapat menyebabkan gejala penyakit dan rasa sakit. Stres berdampak negatif emosional, seperti keletihan baik secara mental maupun fisik, menutup diri, depresi, dan harga diri rendah. Sedangkan dampak fisik dari stress, yaitu sakit kepala karena tegang, sakit kepala migraine, TMJ yaitu kontraksi berulang kali pada otot rahang (biasanya pada saat tidur), nyeri otot, masalah lambung, insomnia, asma bronkial, alergi, dan nyeri sendi.
Stres juga dapat mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit, seperti pilek dan ifluenza, jantung koroner, dan kanker. Untuk mengatasi stress secara efektif baik pada masalah besar atau kecil diperlukan sebuah strategi coping (penanggulan), melakukan relaksasi, dan teknik melepaskan stress. Keterampilan coping diri, yang pertama, yaitu bersikap dan berfikir positif, kemampuan untuk fokus pada aspek-aspek positif dari situasi yang menantang atau tidak menyenangkan, lalu ambillah tindakan berdasarkan aspek positif tersebut.
Coping diri yang kedua, keyakinan positif yang dibangun dalam bentuk self-talk positif (percakapan hati dan pikiran) dapat meningkatkan dan memperkuat kepercayaan diri seseorang. Yang ketiga adalah penerimaan, kita seringkali menemui situasi diluar kendali, apabila hal itu terjadi terima saja apa adanya dan teruslah berjalan. Yang keempat melakukan teknik manajemen waktu, seperti penetapan prioritas penjadualan, pendelegasian, buku-kan dengan daftar atau bagan, tempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Cobalah mengenali keterbatasan fisik dan mental Anda.
Teknik relaksasi dapat membantu mencegah atau meminimalkan gejala fisik akibat stress ketika tubuh bekerja berlebihan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Tujuan utama dari teknik relaksasi adalah menekan terbentuknya respon stress, terutama dalam sistem saraf dan hormon. Karena hubungan tubuh dan fikiran sangat kuat, teknik relaksasi dapat menyebabkan efek yang menenangkan bagi fisik maupun fikiran. Salah satu teknik relaksasi adalah mengatur pernafasan.
Teknik melepaskan stress dapat dilakukan dengan berfokus pada diri sendiri, berupaya mengendalikan diri bukan berfokus pada kejadian dan memcoba mempengaruhi orang lain dalam lingkungan kita yang sebenarnya kita tidak punya kendali atas diri mereka. Untuk dapat mengatasi stress secara efektif, kita harus benar-benar belajar mengasah sumber-sumber dalam diri kita.
Dalam keadaan tidak fokus dan tidak seimbang kita akan menjadi target berbagai stressor setiap hari. Seperti halnya hand phone yang harus ditempatkan pada charger untuk mengisi ulang batere, kita juga perlu menyediakan waktu untuk diri sendiri sehingga dapat terisi ulang. Luangkan waktu untuk duduk dan rileks setiap hari untuk mengumpulkan dan merefleksikan pikiran maupun perasaan, beri kesempatan pada tubuh untuk kembali kekeadaan istirahat normal.
Dengan mengenal apa itu stress, apa penyebabnya,apa dampak negatifnya baik fisik maupun mental, dan bagaiman cara mengatasinya, kiranya dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi orang tua untuk tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan terhadap anak (child-abuse).
Dengan semakin maraknya perhatian pada dunia anak dan pendidikan anak, kita optimis akan timbulnya kesadaran dari orang tua dan pendidik lainnya untuk lebih amanah dalam berinteraksi dengan anak, InsyaALLAh.***

*Research Associate Perkembangan Anak
SOLUSI global Banjarbaru
& KP  EWA‘MCo

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Cuti Jadi Ibu Generasi Baru Untuk Banua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: