Cuti Jadi Ibu

September 12, 2007 at 9:32 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

SOSOK ibu merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering. Figur ibu dapat menjadi bahan tulisan yang menghangatkan jiwa bagi siapa saja yang membacanya. Coba saja Anda membaca buku “chicken soup for the mother soul” dijamin perasaan Anda terharu dibuatnya. Banyak kisah yang bisa terungkap melalui sosok seorang ibu. Kasihnya, bimbingannya, ketabahannya, keberaniannya, pengorbanannya, saat-saat istimewa bersamanya, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Setiap orang tentunya memiliki pengalaman pribadi yang berbeda dengan sosok ibu. Tergantung bagaimana sosok ibu itu menjalankan peranannya. Pastinya, anak  adalah orang yang paling dekat yang senantiasa berinteraksi dengan sang ibu. Bagaimanapun sosok ibu memainkan perannya pada kehidupan sang anak, seorang ibu tetaplah seorang ibu, yang patut dihargai. Karena pengorbanan melekat erat pada sosok ibu.
Seorang ibu adalah sumber mata air kasih yang mampu mengobati dahaga batin yang kering. Ada rasa gelisah apabila jauh atau berpisah, bahkan kehilangan dan sedih menyelimuti jiwa jika sosok ibu tiada. Kenangan suka duka bersamanya akan senantiasa mewarnai kehidupan si anak hingga kelak dewasa. Simak saja lagu  berjudul ibu yang diciptakan oleh Melly Goeslaw.
Siapa saja, dimana saja, sebagai seorang perempuan sangat erat hubungannya dengan sosok ibu. Mulai masa bayi, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Sejak menjadi anak sampai mempunyai anak, maka jadilah ia seorang ibu yang tumbuh dewasa dari sosok ibu. Dari bergaul dengan ibu sendiri sampai bergaul dengan sosok ibu mertua. Sama-sama sosok seorang ibu, serupa tapi tak sama. Sosok ibu tidak tergantikan, ia senantiasa hadir dan dibutuhkan kehadirannya. Seorang ibu tidak pernah berhenti menjalankan perannya walaupun sang anak sudah berumah tangga dan mempunyai anak.
Setelah perempuan menjadi seorang ibu, barulah ia dapat merenungkan kebahagiaan dan kesulitan menjadi ibu. Menjadi ibu memang merupakan suatu peran yang membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang tidak ringan. Sama seperti menjadi ayah, jika ayah bekerja dikantor, ibu bekerja dirumah. Masing-masing memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda.
Masalahnya, kebanyakan masyarakat kita masih menganggap remeh profesi sebagai ibu rumah tangga. Banyak ibu yang merasa malu jika berstatus pekerjaan sebagai ibu rumah tangga alias tidak bekerja kantoran. Dan menganggap ibu bekerja sebagai profesi yang lebih bergengsi. Agar perempuan merasa bangga dan menikmati   profesinya sebagai ibu rumah tangga, perlu membekali dirinya dengan pemahaman bahwa pekerjaan ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang rendah dan sia-sia. Justru sebuah pekerjaan mulia yang berperan besar dalam mempertahankan eksistensi generasi penerus.
Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dianggap remeh, mungkin karena kebanyakan para ibu selain mengurus anak, suami, dan aktivitas rumah tangganya, lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan jalan-jalan, nonton tv, ngerumpi atau shopping, yaitu kegiatan yang dianggap sebagai kegiatan tidak produktif. Kegiatan yang tidak mencerdaskan ibu dalam menjalankan pekerjaan profesional sebagai ibu rumah tangga. Padahal profesi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang membutuhkan profesionalisme dan kecerdasan. Sama seperti pekerjaan lainnya yang juga menuntut keahlian, keterampilan, dan ilmu. Karena erat hubungannya dengan kualitas anak bangsa yang diamanahkan Allah kepada kaum ibu.  Tapi sepertinya kebanyakan ibu melakukan kegiatan tersebut sebagai sarana melepas stres dari aktivitas dan rutinitas rumah tangga.
Kenyataannya tidak ada pekerjaan yang bebas dari stres. Dalam keadaan tidak seimbang, baik fisik dan mental, seseorang akan menjadi target berbagai sumber stres setiap harinya. Mungkinkah seorang ibu cuti ? Bukankah ibu juga bekerja ? Seperti ayah yang bisa cuti dari pekerjaan di kantor. Seorang ibu juga perlu istirahat dari rutinitas rumah tangga yang tidak ada habisnya, dari bagun tidur sampai tidur kembali.
Bila kejenuhan telah melahirkan penyakit fisik dan mental, kenapa tidak mengistirahatkannya ? Bukankah dengan istirahat, ibu bisa segar kembali dalam menjalani rutinitasnya ? Hal ini bisa terjadi jika ada kesadaran dari ibu bahwa mereka pun butuh istirahat. Rasanya logis dan bijaksana bila para ibu diistirahatkan, paling tidak satu hari. Mengistirahatkan hati dan pikiran dari beban dan urusan rumah tangga. Bagaimana prakteknya? Terserah pada kesepakatan masing-masing pasangan, yang penting  luruskan niat.
Cuti disini bukanlah kegiatan hura-hura yang hanya berdampak sementara. Pada saat bersenang-senang, merasa seakan menikmati istirahat. Tapi ketika kembali ke rutinitas, rasa jenuh dan beban bermunculan lagi. Istirahat akan bermanfaat jika dampaknya dapat memperbaharui rasa syukur kepada Allah dan memantapkan kembali pemahaman dalam menjalankan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan demikian ibu akan merasa pengorbanannya tidak sia-sia. Mengisi waktu luang (istirahat) atau sambil melakukan aktivitas rumah tangga dengan dzikir, tahajud, memperbanyak ilmu melalui buku, kegiatan-kegiatan yang menambah profesionalisme dalam pekerjaan rumah tangga akan lebih bermanfaat bagi para ibu.
InsyaAllah, cuti ibu akan berdampak positif bagi seluruh anggota keluarga. Sehingga para ibu patut merasa berbangga dengan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Bagi para ibu yang bekerja diluar rumah atau bekerja kantoran hendaknya niat dan tujuannya bekerja didasari oleh keinginan memanfaatkan waktu luangnya secara lebih terarah sesuai dengan kapasitas ilmu dan keahlian yang dimilikinya sebagai pengabdian kepada Allah yaitu mengamalkan ilmu bagi kebaikan umat manusia. Bukan sekedar untuk mengejar materi, jabatan atau karir, dan pujian semata.
Nah, selamat menikmati cuti (istirahat) ibu ! Semoga cuti ibu dapat menjadi charger positif yang bermanfaat bagi diri ibu ketika kembali menjalankan profesionalisme sebagai ibu rumah tangga.

*Research Associate Pengembangan Anak
SOLUSI global Banjarbaru
& KP  EWA‘MCo

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

My Little Rosyida Charger Stress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: