Keajaiban Ilmu

September 12, 2007 at 10:12 am 2 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*
(Dimuat pada Harian Umum RADAR BANJARMASIN, Kamis 10 Mei  2007)

SAAT ini sering kita jumpai berbagai kegiatan berupa seminar dan pelatihan yang tujuannya untuk membekali seseorang dengan ilmu atau keterampilan tertentu. Setiap orang tentu memiliki keinginan harapan atau cita-cita untuk diwujudkan dalam kehidupannya.
Ada yang ingin sukses, ingin kaya, ingin bahagia, ingin percaya diri dan lain sebagainya. Tahukah Anda bahwa rahasia untuk dapat mencapai apa yang Anda dambakan dalam kehidupan sebenarnya adalah ilmu. Ingin pintar butuh ilmu, ingin dunia akhirat pakai ilmu, ingin kaya perlu ilmu, bahkan kekayaan yang harus dimiliki oleh seorang muslim adalah ilmu.
Bukankah para ulama besar dan orang ternama dikenal karena begitu cintanya akan ilmu. Seperti halnya Ustadz Yusuf Mansyur disetiap ceramahnya beliau berbagi ilmu tentang sedekah. Yang mana dengan sedekah, orang yang sedang kesusahan dapat terbebas dari  kesusahannya. Dengan sedekah, orang yang sedang kekurangan dapat terpenuhi kebutuhannya. Dengan sedekah, orang yang miskin bisa jadi kaya, orang yang sudah kaya semakin bertambah kekayaannya karena keberkahan dari sedekahnya.
Rosulullah SAW pun mengatakan, “Carilah ilmu walau sampai ke negeri China”. Ini menunjukkan betapa besar dan tinggi penghargaan terhadap ilmu dalam kehidupan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan, maka ia butuh ilmu sebagai jembatan penghubung untuk  mendapatkan solusi.
Sungguh ilmu merupakan kunci dalam menjalani kehidupan. Kesulitan menjadi mudah karena ilmu, pengalaman dan kegagalan menjadi pelajaran berharga karena ilmu. Sebagaimana syair dalam lagu yang dibawakan oleh Raihan, “ilmu pelita menerangi kegelapan, darilah ilmu datangnya amalan, dari amalan lahirlah kasih saying, saling membantu dan bekerjasama…”.
Demikianlah efek menakjubkan dari sebuah ilmu. Lalu bagaimana cara mendapatkan ilmu. Tentu saja ada banyak cara, apalagi saat ini kita berada dalam zaman yang penuh dengan fasilitas. Oleh karena itu kita haruslah lebih bersemangat dalam mencari ilmu dan membekali diri dengan ilmu.
Carilah ilmu dengan membaca buku atau mendengar radio, atau menonton televisi, atau apa saja yang membuat kita semakin kaya akan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan. Kalau perlu buatlah perpustakaan sebagai hiasan penting dalam rumah kita untuk mendidik keluarga cinta akan ilmu.
Saya mendapati bahwa ilmu sangat berharga seperti berharganya mutiara. Dengan ilmu saya memperoleh hakikat dan kesadaran akan hal yang terpenting dari kehidupan. Apapun kesuksesan dan kegagalan yang kita dapatkan di dunia hanyalah bersifat sementara, sedangkan kesuksesan abadi hanya dapat kita peroleh ketika kita menjadi manusia sesuai dengan kehendak sang pencipta.
Dengan ilmu seseorang dapat mensikapi hidup dengan benar. Dengan ilmu seseorang dapat bersikap positif dan seimbang dalam menjalani kehidupan. Jika seseorang menganggap untuk menjadi orang sukses itu sulit, menjadi orang kaya sulit, menjadi orang bahagia dan percaya diri sulit, menjadi orang yang berkepribadian menarik atau menyenangkan sulit, menjadi orang yang sehat dan kuat lahir batin sulit, berarti ia tidak memiliki cukup ilmu untuk menjadi seperti yang ia dambakan dalam kehidupannya.
Orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu tentu berbeda. Sebagaimana halnya orang yang tahu dan mengerti jelas berbeda dengan orang tidak tahu dan tidak mengerti. Kalau tidak demikian, mana mungkin menuntut ilmu merupakan hal yang dianjurkan dalam ajaran agama.
Untuk beramal kita butuh ilmu, maka ketika seseorang sudah berilmu hendaknya ia tidak lupa untuk mengamalkannya. Tetapi berhati-hatilah terhadap amalan tanpa disertai ilmu, karena bisa jadi akan mendatangkan kerugian bahkan bahaya besar. Begitu pula dengan ilmu tanpa amal, ibarat pohon tanpa buah, ia tidak bisa memberi manfaat. Ilmu yang dimilikinya tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Membaca dan menulis adalah dua hal yang berkaitan erat dengan ilmu. Seseorang dapat memperoleh ilmu dari membaca dan dapat mengamalkan ilmu yang dimilikinya dengan menulis. Seorang Muslim cinta akan ilmu dan bagian dari ilmu adalah membaca dan menulis. Berarti orang yang berilmu adalah orang yang gemar membaca dan menulis. Dengan membaca dan menulis seseorang telah menjalani kodratnya sebagai menusia sesuai dengan kehendak sang pencipta. Maka jadilah manusia yang mencintai ilmu dan mengamalkan ilmu.***

*Research Associate Pengembangan Anak
KP EWA’MCo

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Tak Sekedar Bicara Lisan Ayah Ibuku Kompak

2 Komentar Add your own

  • 1. Ahmad Nur Irsan FInazli  |  September 13, 2007 pukul 6:30 am

    Selamat. semoga tambah termotivasi dalam menulis.

    Balas
  • 2. rahmadona  |  September 15, 2007 pukul 1:49 pm

    Makasih banyak, ya. Dah berkunjung.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: