Siapa Bilang Mendidik itu Mudah?

September 12, 2007 at 9:48 am 1 komentar

Oleh: Rahmadona Fitria*

Seseorang dituntut aplikatif dengan keahliannya secara nyata, sudahkah ia profesional dalam menjalankan peranannya sesuai latar belakang pendidikannya? Demikian pula halnya sebagai orangtua, sudahkah kita profesional sebagai pendidik ? Pada dasarnya konsep atau teori mendidik anak, sama. Salah satunya populer dengan prinsip penerapan reward (hadiah) dan punishment (hukuman). Prinsip ini sering digunakan oleh pendidik termasuk orang tua dalam membentuk tingkah laku anak sehingga hukuman diberikan untuk menghilangkan tingkah laku yang jelek. Perlu dicatat, selain hukuman anak butuh bimbingan untuk mengetahui mana yang benar.

Apapun teorinya, sebagus apapun konsepnya tidak selalu dapat diterapkan dalam kondisi real. Kita tidak selalu dapat menghadapi realitas berdasarkan teori semata atau menerapkan teori dalam kehidupan nyata, ibarat membenturkan idealitas dalam realitas. Kondisi real membutuhkan inovasi dan kreativitas. Lagi pula manfaat dari proses mendidik tidak dapat langsung dirasakan secepat kilat. Ibarat menggigit cabe langsung terasa pedasnya.

Mari kita lihat contoh real ketika kita mendidik anak untuk dapat memakai pakaian sendiri, sungguh memerlukan waktu yang tidak singkat bahkan membutuhkan kesabaran. Seseorang mungkin saja menguasai sejumlah konsep atau teori dalam mendidik anak, tetapi belum tentu ia mampu menerapkannya. Atau bisa jadi ia telah menerapkannya tetapi dalam kondisi real tidak selalu memberikan hasil yang optimal. Teori itu mudah, aplikasinya yang sulit, tidak semua orang mampu dan memiliki komitmen kuat untuk mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan nyata.

Saya punya pengalaman menarik dengan anak saya, suatu ketika saya menemukan sebuah metode pendekatan, ia sangat senang ketika dibacakan cerita walaupun sebenarnya ia sudah bisa membaca. Maka saya pun beraksi melancarkan jurus-jurus jitu untuk membuktikan bahwa teori yang saya gunakan benar-benar mengena. Hasilnya ia memang jadi bersikap lebih manis dan penurut pada saat itu. Inilah saatnya memberikan masukan berupa nilai-nilai yang ingin ditanamkan karena ia mendengarkan dengan seksama, penuh konsentrasi. Tetapi ketika kembali pada situasi normal kembali pula ia bersikap seperti biasa dengan tingkah lakunya yang tidak langsung sesuai dengan harapan.

Begitu pula dengan saya mudah memahami anak ketika tersadar dengan ilmu, tapi mudah emosional ketika menghadapi situasi diluar kendali. Inilah yang disebut proses dalam mendidik. Anak perlu waktu untuk mengolah masukan nilai-nilai dari orang tua, seperti halnya menanam pohon tidak langsung menghasilkan buah, bukan? Ketika kita menanamkan nilai-nilai kesopanan tidak secara langsung anak menjadi bersikap sopan. Karena anak mempunyai fase perkembangan dalam setiap usianya yang perlu dipahami. Mungkin saja perilaku anak pada saat itu merupakan perilaku wajar pada tahap perkembangannya sehingga sebagai pendidik kita harus tahu bagaimana mensikapinya.

Jadi, ternyata dalam proses mendidik juga ada aktifitas memperbaiki diri orang tua, orang tua jelas bukan makhluk yang sempurna. Perlu berjuang dan belajar setiap harinya untuk selalu memperbaiki setiap kesalahan dengan hal-hal yang lebih baik, dalam proses mendidik maupun berinteraksi dengan anak. Adanya jalinan komunikasi yang baik antara orang tua dan kerabat tentang pola asuh orang tua dalam mendidik anak penting. Agar ketika anak-anak dititipkan atau berlibur di rumah nenek kakek atau kerabat lainnya, anak terjaga dalam konsisten penerapan pola asuh yang sama.

Siapa bilang mendidik itu mudah? Dan Allah SWT akan memberikan balasan pahala yang sesuai dengan tingkat kesulitan yang kita hadapi dalam proses mendidik. Mari mendidik anak untuk Allah agar anak kita menjadi generasi yang dapat menjalani kehidupannya sebagaimana layaknya seorang muslim bahagia dan sukses dunia akhirat, insyaAllah.***

*Research Associate bidang Pengembangan Anak
Komunitas Penulis EWA ‘MCo

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Generasi Baru Untuk Banua Bintang Kejora

1 Komentar Add your own

  • 1. Penos Ta  |  November 12, 2007 pukul 1:33 pm

    Saya brmaksud menulis buku shubungan dg prinsip mendidik anak, boleh kpan2 kita bertukar pikiran?
Terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: