Mendampingi Masa Adaptasi

September 12, 2007 at 9:54 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

MENEMANI anak pertama kali bersekolah di Taman Kanak-kanak merupakan pengalaman sensasional yang tidak terlupakan. Suara tangisan ekspresi jiwa anak yang tidak mau jauh dari orangtua, tidak mau ditinggal, tidak mau masuk kelas, hingga tidak mau melepaskan genggaman tangan ibunya, kerapkali menjadi pemandangan mengharukan yang mewarnai masa awal sekolah anak. Sehingga terkadang orangtua perlu malakukan trik tertentu untuk membujuk anak agar ia bersedia bersekolah dengan gembira.
Mulai dari mengiming-imingi mainan, makanan favorit anak sampai menawarkan rencana jalan-jalan. Begitulah peritiwa menarik pertama kali anak bersekolah yang pada umumnya terjadi diIndonesia juga dibanua kita tercinta. Berbeda sekali dengan peristiwa pertama kali anak bersekolah di negara barat karena yang terjadi adalah sebaliknya justru para ibu yang berlinangan air mata melepas anaknya bersekolah, disebabkan asyiknya anak berada dilingkungan barunya disekolah dengan segala sesuatu yang serba baru, menandakan bahwa anak benar-benar disiapkan untuk menyukai aktivitas baru, yaitu bersekolah.
Setiap anak memiliki perbedaan dalam kemampuan beradaptasi pada lingkungan baru, terutama lingkungan formal seperti sekolah. Sangat bijaksana jika orangtua mampu ber-empati dengan kondisi dan perasaan anak pada saat itu. Melakukan pendekatan emosional yang bersifat positif, seperti memberi rasa aman, menjelaskan dan memperkenalkan anak tentang situasi sekolah akan memberi dampak lebih baik secara psikologis. Daripada pendekatan emosional yang bersifat negatif, seperti memarahi, mencela, mengancam atau membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya yang justru membawa dampak buruk bagi psikologis anak, yaitu dapat melemahkan keinginan dan menggoncang jiwanya.
Kemampuan beradaptasi erat kaitannya dengan kepercayaan diri. Dalam hal kepercayaan diri, maka pengertian diri merupakan gambaran diri seseorang mengenai dirinya baik fisik maupun psikisnya. Dan kepercayaan diri adalah kepercayaan seseorang pada kemampuan yang ada dalam dirinya.
Kepercayaan diri terbentuk karena adanya proses interaksi dengan lingkungan, khususnya lingkungan sosial, yaitu bagaimana seseorang menghargai orang lain, bagaimana orang lain menghargai seseorang, dan bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri. Kepercayaan diri dan menghargai diri sendiri merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang, terutama sebagai seseorang yang berkualitas. Apabila individu mempunyai harga diri positif maka ia akan mempunyai kepercayaan diri positif.
Orang yang mempunyai kepercayaan diri adalah orang yang yakin akan kemampuan dirinya. Sebagian dari hak seseorang adalah mengenali kemampuan dirinya, yaitu dengan mengamati sejauh mana kemampuan itu teraktualisasi atau terealisasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain orang yang mempunyai kepercayaan diri adalah orang yang mandiri, tidak tergantung kepada orang lain dalam melakukan sesuatu kegiatan.
Sebagian anak ada yang dipengaruhi oleh sejumlah peritiwa yang menghiasi perjalanan kehidupannya. Ada yang takut berada dilingkungan baru, bertemu orang baru, merasa tidak aman, merasa tidak mampu dan lain sebagainya. Sebagai orangtua kita perlu memahami dan ber-empati dengan apa yang dirasakan oleh anak, tidak sekedar memaksakan kehendak kepada anak untuk harus bersikap adaptif.
Suasana psikologis harus diciptakan sedemikian rupa sehingga bisa membantu proses perkembangan psikologis anak pada masa awal bersekolah. Sebab seorang anak pasti menjadikan pengalaman yang satu sebagai pijakan bagi pengalaman yang lain, kesan pertama akan menentukan bagi kesan-kesan selanjutnya. Setiap orangtua dituntut berusaha maksimal dalam membantu anak untuk beradaptasi, menciptakan rasa percaya diri, dan mengetahui kemampuannya.
Orangtua perlu membantu anak untuk mendapatkan pengalaman indah serta melakukan percobaan menyenangkan seperti mendorong anak terlibat dalam berbagai kegiatan mandiri sehingga melenyapkan rasa takut terhadap sesuatu yang belum diketahui. Menerangkan bahwa tidak ada ancaman sedikitpun dalam setiap peristiwa atau ketika anak melakukan kesalahan, justru ia akan dibimbing untuk memperbaikinya.
Iklim seperti ini bisa membantu membentuk kepribadian anak serta menguatkan rasa percaya diri terhadap dirinya, orang lain, dan lingkungannya. Sehingga berdampak positif terhadap perilaku adaptif anak. Berikan motivasi pada anak dengan menyebutkan kelebihan dan sisi keunggulan yang menjadi kebanggaan dirinya. Lakukan terapi sosial dengan mendorong anak untuk bergaul dengan teman-temannya. Jangan terlalu banyak memperingatkan dan  jangan berlebihan dalam menegur.
Nah, selamat menyelami jiwa anak Anda dan beradaptasi bersama  dimasa pertama anak bersekolah. Semoga pengalaman pertama bersekolah anak menjadi kenangan indah yang berkesan bagi Anda dan si buah hati.***

*Research Associate Pengembangan Anak
SOLUSI global Banjarbaru
& KP  EWA‘MCo

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Bintang Kejora Mendidik Kreatifitas Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: