Pilihan Cerdas

September 12, 2007 at 9:58 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

APA komentar Anda apabila ada anak yang sekolahnya jauh dari tempat tinggal mereka ? Mungkin Anda berpikir, apa tidak ada sekolah disekitar tempat tinggal mereka ? Kalau ternyata ada, Anda mungkin berpikir buat apa juga anak disekolahkan jauh-jauh ? Apalagi yang masih TK atau SD, kan sama saja ? Lagipula yang repot orangtuanya juga.
Apapun pendapat dan komentar Anda, tentu orangtua anak tadi punya alasan kuat mengapa memilihkan sekolah tersebut untuk anak-anaknya. Kira-kira apa alasannya ? Sebelum mengetahui jawabannya, mari kita simak terlebih dahulu cuplikan kisah berikut ini.
Tersebutlahlah suatu peristiwa,setelah Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin, seorang mujahid bernama Farukh pulang meninggalkan medan pertempuran. Kemudian ia menikah dan membeli sebuah rumah tinggal didekat masjid Rasulullah saw.
Setelah menikah dan isterinya hamil, datanglah seorang penyeru yang mengumandangkan seruan jihad. Maka ia pun memenuhi seruan tersebut dengan penuh semangat. Ia meninggalkan tiga puluh ribu dinar untuk sang isteri, lalu berkata kepadanya, belanjakanlah uang ini untuk kebutuhanmu dan anakmu dengan cara yang baik.
Sang ayah pergi meninggalkan keluarga, sementara hari demi hari terus berlalu dan bulan pun berganti, sang isteri melahirkan anak pertamanya dan memberinya nama Rabi’ah. Yang perlu ditanyakan sekarang adalah, apa yang dilakukan sang ibu dengan tiga puluh ribu dinar tersebut ? Bagaimana menurut Anda ? Apakah ia akan membelanjakan uang tersebut untuk membeli perabot rumah tangga, atau mungkin pakaian untuk bersolek, atau mempergunakannya untuk memenuhi segala kesenangan diri dan anaknya ?
Ternyata tidak ! Sang ibu tersebut melakukan tindakan cerdas yang sungguh mengesankan. Ia membiarkan dirinya tidak menikmati harta peninggalan suaminya dan menggunakan harta tersebut untuk mencapai hasil yang tidak tertandingi oleh kenikmatan yang ada didunia. Sungguh sang ibu telah bersusah payah mendidik anaknya dengan tiada henti membiayai pendidikan anaknya. Sang ibu tidak hanya menginginkan anaknya menjadi seorang yang berilmu tapi juga sholeh.
Hingga suatu hari, sang ayah kembali dan mendapati anaknya dipenuhi dengan derajat keilmuan yang telah dicapainya. Maka sang isteri berkata, “Sungguh seluruh harta yang kakanda amanahkan kepada saya telah saya gunakan untuk membiayai pendidikan putera kita. Apakah kakanda ridho dengan apa yang telah saya lakukan ?” Farukh menjawab, “Saya sangat ridho. Semoga Allah SWT memberikan sebaik-baik balasan kepada adinda karena jasa adinda kepadaku dan kepada kaum muslimin.”
Subhanallah ! Sungguh sebuah kisah yang mengagumkan. Tidakkah kita tergerak untuk meneladani kisah tadi ? Isteri Farukh hanya salah satu figur ibu yang bisa kita teladani. Masih banyak figur ibu lainnya, seperti siti Hajar dan puteranya Ismail, Fatimah puteri Rasulullah saw dengan kedua puteranya Hasan dan Husin, Maryam dan puteranya Isa,dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mereka adalah figur ibu yang telah memperoleh seutama-utama nikmat dengan memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya. Mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual tapi juga cerdas spiritual. Mereka adalah para ibu yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan harta demi masa depan anaknya. Tidak sekedar memperhatikan gizi, makanan, penampilan, dan mainan anak saja tapi juga memperhatikan kebutuhan mental,spiritual, dan pendidikan yang terbaik bagi anak dunia akhirat.
Mungkin itulah kiranya yang menjadi alasan orangtua yang tadi disebutkan diawal tulisan. Mereka meyakini bahwa pengorbanan yang dilakukannya demi masa depan dan pendidikan anaknya akan memberikan mereka kebahagiaan dunia akhirat. Mereka ingin meniru bagaimana orang-orang sholeh pada zaman dulu memberikan yang terbaik bagi pendidikan anaknya. Walaupun harus menempuh jarak yang jauh dan mengorbankan tenaga, waktu, bahkan hartanya. Hal ini juga merupakan sumbangan besar yang berharga bagi agama, kemajuan Banua,dan bangsa. Semua itu dilakukan semata-mata karena tanggung jawabnya untuk mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan beramal sholeh. InsyaAllah.***

*Research Associate Pengembangan Anak
SOLUSI global Banjarbaru &
KP  EWA‘MCo

Iklan

Entry filed under: Mendidik.

Mendidik Kreatifitas Anak Mengenal Aktifitas Mendidik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: