Tak Sekedar Bicara Lisan

September 12, 2007 at 10:10 am 1 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

SEBUT saja Rini, ia pernah punya pengalaman beberapa kali kehilangan kesempatan kerja lantaran kalah ‘saingan’ dengan orang yang lebih pandai bicara. Orang yang pandai bicara memang terlihat lebih meyakinkan, lebih dianggap, dan lebih diakui kemampuannya. Kenyataannya, tidak sedikit orang yang menilai kemampuan seseorang dari penampilan luarnya. Apa iya orang yang pandai bicara lebih baik kualitasnya dari orang yang tidak terampil berkomunikasi secara langsung?
Lantas apakah kesempatan untuk maju, berbuat, dan bermanfaat bagi orang lain hanya milik orang-orang yang pandai bicara atau mereka yang ahli dan menguasai keterampilan berkomunikasi secara langsung? yang pasti apa yang tersedia didunia ini terlalu sedikit untuk menampung begitu banyak cita-cita dari setiap manusia. Tapi jangan menyerah dan berhenti bermimpi dulu, dizaman seperti sekarang ini, ada banyak jalan untuk ikut terlibat berjuang bagi kemajuan masyarakat dan bangsa, baik mental, intelektual, maupun spiritual. Salah satunya melalui tulisan.
Berbicara dengan lisan tidak berbeda dengan berbicara melalui tulisan. Sama-sama bisa mengungkap atau menyampaikan pemikiran seseorang kepada orang lain. Dengan tulisan seseorang bisa berkomunikasi, memberi informasi, dan mencerdaskan orang lain. Dunia tulis menulis bukan hal asing bahkan sangat dekat dengan keseharian manusia. Hampir setiap orang pernah menulis baik itu menulis surat, menulis catatan harian atau membuat tulisan berupa puisi, karangan, syair lagu dan lain sebagainya.
Tulisan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi jiwa dan pikiran seeorang. Tulisan dapat mengungkapkan berbagai perasaan dan pemikiran. Kebanyakan orang mudah tersentuh hatinya, terkesan dan terpengaruh jiwanya melalui tulisan. Seseorang dapat menggunakan tulisan sebagai media untuk mengungkapkan rasa cinta dan penghargaan terhadap orang lain, baik itu dengan surat, puisi, atau syair lagu. Seseorang juga dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan dan kebaikan masyarakat melalui tulisan.
Dunia tulis menulis sebagai sarana komunikasi, informasi, dan edukasi mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dengan tulisan seorang penulis dapat menghibur, menghangatkan jiwa, memberikan pencerahan, berbagi ilmu, memotivasi, dan memberikan terapi penyembuhan kepada orang lain. Banyak  orang-orang ternama yang menggunakan tulisan sebagai medan juangnya.
Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah, beliau menggunakan tulisan dengan mengirim surat kepada raja-raja yang berkuasa pada masa itu. Antara lain Kaisar Heraklius, penguasa Byzantium di Eropa. Berikut cuplikan isi dari surat beliau: ”Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad, hamba sekaligus utusan Allah, untuk Heraklius, Kaisar Romawi. Salam sejahtera bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. Sesungguhnya aku mengajakmu dengan seruan Islam. Masuklah dalam agama Islam, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberimu dua kali lipat. Namun, jika engkau berpaling, engkau akan menanggung dosa kaum Asiriyyin. Wahai ahli kitab, marilah berpegang pada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak pula sebagian kita menjadikan  sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling  katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri”.
Lalu, bagaimana bunyi balasan surat Heraklius sebagai jawaban atas surat Rasulullah SAW? Mari kita simak isi surat balasannya : “Kepada Ahmad, utusan Allah yang telah dikabarkan oleh Isa as, dari Kisra, Kaisar Romawi. Sesungguhnya telah datang surat dan utusanmu kepadaku, dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Kami memang mendapatimu di dalam Injil, dan Isa bin Maryam telah memberikan kabar gembira kepada kami tentang engkau. Aku sendiri telah mengajak orang-orang Romawi untuk beriman kepadamu, akan tetapi mereka menolak. Seandainya mereka mentaatiku, tentunya mereka akan mendapatkan kebaikan. Seandainya aku boleh mengungkapkan perasaan cintaku, aku rela menjadi pelayanmu, dan mencuci kedua kakimu”.
Subhanallah !  Sungguh mengagumkan dan mengesankan, tulisan bisa mejadi warisan dan bukti sejarah yang mampu berbicara. Begitu pula dengan Ibu R.A Kartini pahlawan wanita yang dikenal esensi perjuangannya dari surat-surat yang ditulis dan dikirimkannya, yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku sebagai bukti paling autentik  tentang cita-cita Kartini yang sebenarnya. Hakikat dari perjuangan Kartini terlihat jelas pada isi surat yang ditulisnya, “Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami meginginkan perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” (Surat Kartini kepada Prof.Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)
Dan masih banyak orang-orang besar ternama lainnya yang dikenal karena tulisannya, maka patutlah kiranya kita memberikan perhatian yang besar pada dunia tulis menulis. Sebagai Muslim kita perlu disadarkan bahwa sebenarnya Allah SWT sangat menghargai dunia tulis menulis. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam: ayat 1 yang artinya, “Nuun, Demi Qalam dan apa yang mereka tulis”.  Qalam dalam Bahasa Indonesia artinya pena. Orang-orang pada masa Nabi Muhammad SAW menggunakan qalam sebagai alat untuk menuliskan ilmu pengetahuan. Hasan al-Banna, seorang ulama besar yang juga penulis mengatakan bahwa seorang muslim haruslah sama baiknya dalam hal membaca dan menulis.
Jadi merupakan pilihan tepat dan investasi berharga jika memberikan perhatian yang besar dan tindakan nyata dalam dunia tulis menulis. Kemajuan dibidang tulis menulis hendaknya juga mampu dimanfaatkan sebagai sarana juang bagi dakwah Islam. Lalu bagaimana caranya agar seseorang bisa menjadi penulis? Bukankah hampir setiap orang pernah menulis, minimal menulis surat. Bukankah menulis itu mudah dan menyenangkan, seperti halnya menulis surat atau menulis catatan harian, menulis apa yang ingin ditulis.
Seseorang dapat menguasai keterampilan menulis dengan sering berlatih dan dapat membuat sebuah karya tulis dengan banyak membaca. Tidak ada cara lain untuk menjadi pandai menulis selain dengan giat meningkatkan keterampilan menulis, banyak membaca, dan teruslah menulis. Banyak hal yang dapat seseorang lakukan untuk melatih keterampilan menulis. Seperti menulis ringkasan atau tanggapan dari buku yang dibaca, menulis surat atau menulis catatan harian, atau menulis tentang peristiwa menarik yang terjadi disekelilingnya.
Kemudian perlu adanya tindakan nyata dengan mengirimkan hasil karya tulisnya kemedia cetak. Jadikanlah menulis sebagai kendaraan pengabdian, dimana seseorang bisa berbuat dan memberi manfaat dengan karya nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Bergegaslah berjuang, wahai orang yang senang berjuang!***

*Research Associate dibidang Pengembangan Anak
Komunitas Penulis EWA M’Co

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Kontrol, Solusinya ! Keajaiban Ilmu

1 Komentar Add your own

  • 1. Ahmad Nur Irsan Finazli  |  September 15, 2007 pukul 5:42 am

    benar sekali, sepakat karena banyak yang pinter ngomong aja lho, mereka spt berlindung dibalik kesibukan tidak sempat menulis, Saya sambut seruanmu Dona, untuk membudayakan tulis-menulis. LAnjutkan perjuanganmu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: