Mendidik Orangtua Lebih Penting

September 20, 2007 at 9:31 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

TIGA ibu rumah tangga mencoba bunuh diri, disebabkan tidak kuasa menanggung permasalahan keluarga. Peristiwa ini terjadi diBanua kita tercinta, beritanya dimuat pada harian Radar Banjarmasin tanggal 12 september 2007. Apa yang bisa kita lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi disekitar kita? Bukankah setiap orang memiliki naluri kemanusiaan yang terwujud dalam rasa empati dan kepedulian pada sesama ?
Wujud kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi disekitar kita bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Banyak cara yang bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Empati dan kepedulian dapat disalurkan melalui kegiatan sosial, sumbangan pemikiran berupa tulisan, memberikan pendidikan berupa pelatihan, seminar, atau pengajian dan kegiatan-kegiatan lainnya. Lakukanlah hal-hal yang mampu kita kerjakan untuk kebaikan sesama manusia. Dengan demikian pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan bukan sekedar hal iseng, tetepi bernilai positif bagi sesama.
Wujud kepedulian dapat dimulai dalam lingkungan kecil yaitu keluarga. Kepedulian suami kepada isteri, kepedulian isteri kepada suami, kepedulian seorang ayah kepada anaknya, kepedulian seorang ibu kepada anaknya, kepedulian anak kepada orangtuanya, kemudian barulah meluas menjadi kepedulian kepada masyarakat. Persoalan yang terjadi disekitar kita hendaknya dipandang sebagai persoalan masyarakat secara keseluruhan. Persoalan individu tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu.
Permasalahan keluarga merupakan persoalan yang membutuhkan kepedulian semua pihak. Mengingat banyaknya kasus yang terjadi akhir-akhir ini ada hubungannya dengan permasalahan keluarga. Seperti kasus ekonomi dan konflik dalam rumah tangga. Permasalahan ini adalah persoalan yang menggejala dimasyarakat dan membutuhkan solusi menyeluruh.
Kepedulian bagaimana yang kira-kira tepat sebagai solusi dan sesuai dengan kebutuhan ? Bagi yang mampu dengan ilmu, ajarilah masyarakat. Bagi yang mampu dengan harta mungkin dengan mengadakan kegiatan sosial. Bagi yang memiliki kemampuan menulis dapat menyumbangkan pemikirannya melalui tulisan.Sayangnya, minat baca masyarakat Banua kurang. Padahal membaca dapat menjadi sarana dalam mendapatkan solusi permasalahan hidup. Allah pun memerintahkan kita untuk membaca (iqra’ !) karena banyak keutamaan dan manfaat yang diperoleh dengan membaca. Kebanyakan masyarakat, terutama ibu rumah tangga bahkan yang berlatar belakang pendidikan tinggi, lebih memilih mengisi kegiatan hariannya diluar mengurus rumah tangga dengan jalan-jalan, nonton tv, ngerumpi atau shopping. Wah, inikan pemborosan waktu dan uang
Bukankah lebih baik mengisi waktu dan membelanjakan uang untuk hal-hal berguna yang menambah kecerdasan seseorang dalam menjalani kehidupannya ? Membeli buku atau mengikuti kegiatan yang memberi bekal ilmu dalam menghadapi permasalahan hidup. Kalau orangtua saja memberikan contoh negatif dan bertindak gegabah ketika menghadapi masalah, bagaimana dengan anak-anak kita yang bisanya hanya meniru perbuatan orang dewasa ? Bisa jadi anak-anak kita mengira begitulah cara mengatasi persoalan hidup. Mereka menganggap bunuh diri dan melakukan tindakan kriminal merupakan bagian dari solusi. Betapa ironisnya!
Sebenarnya membaca sarana yang efektif untuk mencerdaskan masyarakat. Hadirnya Taman bacaan adalah sebuah fasilitas yang harusnya mendapat respon positif dari masyarakat. Atau mungkin perlu adanya semacam program kegiatan dari pemerintah Banua berupa gerakan gemar membaca, memasyarakatkan membaca pada masyarakat Banua. Kalau perlu dan mampu, saran suami saya asyik juga, gunakan teori atau prinsip penerapan reward (hadiah) untuk merangsang minat baca masyarakat. Bagaimana ?
Sebenarnya dengan membaca seseorang sudah memperoleh hadiah langsung berupa ilmu, informasi dan solusi. Mau apalagi ? Mau kaya ? Ya baca dong, ada ilmunya tuh ! Mari mendidik orangtua dengan membaca. Sistem pendidikan modern menganjurkan untuk lebih dulu mendidik orangtua sebelum mendidik anak. Mendidik orangtua gemar membaca agar memperoleh ilmu dan solusi dalam masalah ekonomi, mengelola konflik, cara mendidik anak dan permasalahan kehidupan lainnya.
Mendidik orangtua lebih penting karena orangtua adalah teladan bagi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak kita belajar dari orangtuanya bahwa tindakan negatif dan perilaku kriminal sebagai solusi dalam mengatasi persoalan kehidupan. Untuk menjawab permasalahan keluarga perlu adanya kesadaran dari semua pihak, terutama orangtua itu sendiri bahwa mendidik dirinya sendiri sebagai orangtua lebih penting sebelum mendidik anak.***

*Research Associate Pengembangan Anak
SOLUSI global Banjarbaru &
KP EWA‘MCo

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Ramadhan Bersama Anak Sosok Yang Dirindukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: