Mengenal Remaja Lebih Dekat

September 25, 2007 at 8:46 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Ada apa dengan remaja ? Perilaku mereka sering kali membuat bingung orang dewasa. Perilaku yang menentang, aneh, ‘berani’ dalam mengekspresikan perilaku cinta terhadap lawan jenis, konflik dengan orangtua dsb, membuat saya tertarik belajar kembali tentang psikologi perkembangan pada usia remaja.

Bukankah kita semua pernah mengalami masa remaja ? Apakah kita dulu juga berperilaku seperti mereka ? Mungki saja mereka akan berkomentar pada kita orang dewasa, “seperti tidak pernah muda saja ! “ atau kita bakal disebut orangtua ‘jadul’ alias jaman dulu atau kuno dalam istilah remaja zaman sekarang.
Ironisnya, toleransi sebagian orangtua terhadap remaja kurang mendidik.

Mungkin karena takut disebut ‘jadul’ tadi atau karena ikut-ikutan bergaya sebagai orangtua modern seperti tayangan-tayangan ditelevisi. Membiarkan atau mengikuti irama gaya hidup anak remaja mereka agar tidak terjadi konflik yang justru pada akhirnya berujung pada kehancuran remaja itu sendiri. Adanya kecenderungan orangtua yang bersikap mendukung, bangga dan memfasilitasi ‘perilaku modern’ anak remajanya, memperparah kondisi problematika remaja saat ini.

Sebenarnya siapa yang kuno ya, remajanya atau orangtuanya ? Tentu saja baik orangtua atau remaja pada rebutan gengsi disebut kuno atau ketinggalan zaman. Hari gini, semua orang rebutan disebut sebagai orang modern.  Ok.Biar akur, kita akui saja semua orang modern, tapi biar pemikiran kita juga modern, mari kita simak beberapa pendapat para ahli tentang kaum remaja berikut ini.

“…Remaja masih belum mampu menguasai fungsi-fungsi fisik maupun psikisnya. Ditinjau dari segi tersebut mereka masih tergolong anak-anak. Mereka masih harus menemukan tempat dalam masyarakat. Pada umumnya mereka masih belajar di sekolah menengah atau perguruan tinggi. Bila mereka bekerja, mereka melakukan pekerjaan sambilan  dan belum mempunyai pekerjaan yang tetap.” (FJ. Monks, AMP Knoers, Siti Rahayu Haditono, Psikologi Perkembangan).

“ Remaja adalah periode transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa remaja adalah masa-masa timbulnya kesulitan dan perselisihan antara anak dengan orangtuanya atau siapapun yang mencerminkan kekuasaan. Hal ini karena secara fisiologis, si anak sedang mengalami sesuatu yang baru dan meresahkannya.

Dimulainya aktifitas hormonal di usia puber dan faktor-faktor sosial serta psikologis yaitu kebutuhan untuk mandiri secara emosional dalam praktek sehari-hari. Banyak keluarga yang mempunyai anak remaja mengalami berbagai perselisihan mengenai baju pilihan, bahasa, atau sikap umum lainnya. Namun jika orangtua cukup luwes (empati) dalam menjaga pola rumah tangga, maka kerukunan keluarga tak perlu dikorbankan.” (DR. Tony Smith, Family Doctor, Home Adviser).

Kesimpulannya, masa remaja adalah masa transisi (masa peralihan) yang sangat penting dan sangat menentukan perkembangan kepribadian mereka pada masa-masa berikutnya. Nah, bagaimana para remaja dan orangtua ? Setidaknya pendapat para ahli tersebut dapat memberi sedikit pencerahan awal. Bagi para remaja, keterangan tersebut dapat membantu mereka untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam diri mereka. Dan bagi orangtua, pencerahan tersebut dapat menjadi bekal untuk memahami serta mengenal remaja lebih dekat. Sehingga ada pemahaman yang sama antara remaja dan orangtua mengenai kondisi yang dihadapi oleh para remaja. Diharapkan pemahaman ini berfungsi sebagai jembatan untuk bersama-sama mencari solusinya.

Ternyata keadaan yang menyulitkan remaja menjalani kehidupannya terletak pada masa peralihan itu sendiri. Masa remaja adalah masa awal pematangan seksual (pubertas). Secara fisik remaja mengalami percepatan pertumbuhan dan pemasakan biologis. Sementara kematangan non-fisiknya tidak secepat pertumbuhan fisiknya. Inilah kiranya yang menyebabkan masa remaja terlihat begitu bergejolak. Mereka akan mampu menjalani masa-masa sulit itu dengan bimbingan dan support yang benar. Bimbingan disini tentu berbeda dengan bimbingan saat mereka masih kanak-kanak.

Disebutkan pula bahwa remaja memiliki kesulitan beradaptasi secara sehat dalam hubungannya dengan orang-orang yang lebih dewasa dan perjuangannya secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi orang dewasa agar sampai pada level orang-orang dewasa. Strategi yang tepat dalam berhubungan dengan mereka adalah menghormati kecenderungan mereka untuk bebas merdeka, tanpa mengabaikan perhatian terhadap mereka. Hal ini akan menciptakan kepercayaan antara mereka dan orangtua serta masyarakat, juga dapat mendorong ke arah adaptasi yang sehat. Sehingga membantu perkembangan, kematangan, dan keseimbangan jiwa si remaja.

Tingkat adaptasi dan perkembangan remaja sangat tergantung kepada pengarahan orangtua serta suasana psikis dan sosial yang mewarnai rumah tangga. Iklim rumah tangga yang kondusif adalah rumah tangga yang demokratis bukan otoriter maupun sangat toleran. Keluarga yang dibutuhkan remaja adalah keluarga yang memperkenalkan mereka pada kebutuhannya dan tantangan-tantangannya untuk bisa mandiri. Kemudian membantu dan memberikan  dorongan secara maksimal kesempatan untuk mandiri. Demikian pula upaya mereka untuk memperlihatkan identitas dirinya. Keluarga harus memberikan gambaran rencana-rencana kepadanya, agar dalam usia relatif muda ia sudah bisa mandiri. Dengan begitu remaja dapat berusaha sebaik-baiknya untuk memperkokoh kematangan dirinya.

Masa peralihan ini diperlukan remaja sebagai jembatan agar mereka nantinya mampu memikul tanggung jawabnya esok di masa dewasa. Mari bersama-sama belajar memahami dunia remaja dan membantu memudahkan jalan bagi mereka untuk menjadi dewasa dan mandiri. Selebihnya kita serahkan kembali pada Allah dengan kekuatan doa. Semoga Allah memudahkan jalan bagi kita untuk lebih dekat mengenal dunia  remaja. Karena mereka akan selamat jika kita tidak berjarak. InsyaAllah.***

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Penyejuk Mata Dan Hati Belajar Dari Ibrahim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: