Sosok Yang Dirindukan

September 25, 2007 at 8:43 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Allah SWT telah menganugerahkan kepada wanita sifat-sifat kelembutan, kasih sayang, dan kepekaan. Sifat-sifat istimewa tersebut sejalan dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah kepada para kaum wanita, yaitu sebagai seorang isteri dan seorang ibu bagi keluarganya. Disebutkan pula dalam Al-Qur’an surah Ar-Ruum ayat 21 bahwa wanita diciptakan sebagai sakanah yang artinya memberi rasa senang dan tentram, serta berperan sebagai sumber kecintaan dan rasa kasih sayang. Inilah konsep penciptaan wanita menurut Allah.

Sebagai seorang isteri sekaligus ibu bagi keluarganya, wanita digambarkan dengan sosok yang indah dan menyenangkan. Isteri dikatakan sebagai ruh dari keluarga. Kasihnya dikiaskan sehangat matahari yang menyinari, perlindungannya diibaratkan sayap merpati, kehalusan tutur kata dan seluruh gerak perilakunya dilukiskan bagaikan bunga yang harum semerbak. Adapun sebagai ibu, ukuran keberhasilannya sebagai seorang muslimah ditentukan dari sekualitas apa generasi yang dihasilkannya. Ia berperan sebagai ibu generasi, ia adalah sekolah bagi anak-anaknya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sebaik-baik wanita adalah yang baik dan paling penyayang terhadap anaknya yang masih kecil dan paling memelihara terhadap hak-hak suaminya. Sesungguhnya wanita sholehah adalah ibu yang lembut dan penyayang. Sifat-sifat kewanitaan tersebut juga menjadikan wanita lebih dekat kepada fitrah keagamaan. Komitmennya terhadap agama lebih besar dan rasa takutnya kepada pedihnya siksaan Hari Perhitungan lebih dominan.

Rasulullah dalam suatu hadits mengatakan salah satu kewajiban seorang isteri adalah berterima kasih atas pemberian suami karena mengingkarinya berarti kufur  nikmat dan sifat ini dapat menyebabkan seseorang masuk neraka. Suami dan anak disebut juga oleh Rasulullah sebagai rezeki dari Allah. Bersikap tidak baik, seperti memarahi, mengingkari kebaikannya, mengeluhkan kekurangannya sama dengan mengingkari nikmat Allah, kufur keluarga dan kufur terhadap kebaikan.  Jadi ternyata suami dan anak juga termasuk rezeki bukan hanya materi atau harta benda saja.

Pernyataan dan pengertian ini membawa pada perenungan diri, tapi dapatkah menyentuh rasa kesadaran abadi, tidak sekedar kesadaran sesaat. Sehingga berdampak nyata pada saat melaksanakan tugas mulia ini hingga akhir hayat. Kemana hilangnya sifat-sifat istimewa ini dalam diri wanita ? Kelembutan, rasa cinta, kasih sayang, penyenang dan pemberi rasa tentram bagi keluarga menjadi perkara yang sulit untuk dilakukan ketika menghadapi perilaku anak dan suami yang tidak sesui dengan diri. Kembali lagi pada kunci sukses mendidik anak yaitu kekuatan doa dan kedekatan hubungan seseorang dengan Allah SWT.

Tidak ada tempat yang paling aman, nyaman, dan menyenangkan untuk mendidik generasi selain dalam keluarga. Hanya dengan perhatian dan pembinaan yang sungguh-sungguh, Insya Allah wanita akan kembali kepada fitrah dan tabiat kebaikan sifatnya. Karena sesungguhnya fitrah kebaikan sifatnya itu masih tetap eksis hingga hari ini. Mari bantu wanita mengoptimalkan sifat-sifat istimewa dalam dirinya untuk mendidik dirinya kemudian mengarahkan dan mendidik anak-anaknya, generasi masa depan. Betapa sosok ini begitu dirindukan dan kurindukan ada dalam diri.***

Entry filed under: Muslimah. Tags: .

Mendidik Orangtua Lebih Penting Penyejuk Mata Dan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: