Menghidupkan Kembali Hikmah

September 26, 2007 at 2:41 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Salah satu cara mengatasi permasalahan keluarga dan pendidikan anak sepertinya dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali kisah-kisah hikmah pada zaman Nabi dan orang-orang sholeh di zamannya. Bukankah saat ini sudah tidak terdengar lagi kisah-kisah tersebut ? padahal dampak psikologisnya begitu kuat mempengaruhi sang pendengar. Adalah tugas para ulama untuk mengakrabkan kembali pada masyarakat kisah-kisah hikmah tersebut disetiap ceramahnya. Karena akan lebih berkesan dan didengar oleh masyarakat jika yang menyampaikan seorang yang meguasai ilmu agama.
Saya masih ingat ketika kecil sering mendengar ceramah tentang kisah-kisah hikmah tersebut melalui radio. Walaupun masih kecil dan belum terlalu paham tentang hikmah dari kisah tersebut, ternyata kisah tersebut masih membekas dan berkesan dalam ingatan saya. Seperti kisah hikmah tentang kunjungan Nabi Ibrahim ke rumah Ismail puteranya dan percakapannya dengan isteri Ismail.
Ada pun kedatangan Ibrahim bermaksud untuk menguji isteri Ismail. Ibrahim menanyakan kondisi kehidupan mereka. Isteri Ismail mengadukan bahwa kondisi mereka dalam kesempitan dan kesusahan. Maka Ibrahim berkata, “Jika suamimu tiba sampaikan salamku padanya dan katakan padanya supaya merubah posisi pintu.” Ketika Ismail pulang, diberitahukan lah tentang tamu tersebut. Ismail berkata, “Orang itu adalah ayahku, ia memerintahkanku untuk menceraikanmu. Pulanglah ke keluargamu.”
Kemudian Ibrahim mendatangi isteri Ismail yang lainnya. Ketika ditanya hal yang sama isteri Ismail menjawab, “Kami baik dan leluasa.”  Isterinya memuji Allah, dan Ibrahim berkata, “Jika suamimu datang sampaikan salamku padanya dan katakana padanya untuk mengokohkan posisi pintu.” Ketika Ibrahim mendengar keluhan isteri Ismail yang ia datangi pertama kali, menunjukkan sikap kufur nikmat. Sedangkan isteri Ismail yang memuji nikmat Allah menunjukkan sikap dan rasa syukur.
Isteri disebut sebagai posisi pintu karena isteri bertugas menjaga dan memelihara rumah tangga. Mengkufuri nikmat bukanlah sifat isteri yang baik, tetapi isteri yang sholehah jika ditanya tentang suaminya selalu memuji Allah, menyebut nikmat, dan menerima rezeki pembagian Allah dengan rela. Penahan amarah, penutup keluhan, dan menjaga akhlaknya dengan senatiasa bersyukur.
Pelajaran dan bekal menghadapi hidup dari kisah hikmah tersebut adalah jika seseorang tidak melihat adanya perubahan dalam kehidupannya, maka hadapilah dengan bersyukur. Seseorang yang terbiasa bersyukur akan selalu didatangi nikmat. Bagaimana tidak ? Sifat menerima adalah harta simpanan orang kaya, sedangkan bersyukur adalah pengikat nikmat yang ada, dan pemburu nikmat yang belum didapat. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan,”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)
Pelajaran lainnya adalah berterima kasih atas pemberian suami baik itu banyak atau sedikit merupakan kewajiban seorang isteri sebagai bagian dari rasa syukur kepada Allah yang telah memberi rezeki kebaikan melalui tangan suami. Mengingkari, memarahi atau mengeluhkannya berarti mengkufuri nikmat Allah, dan dapat menyebabkan seseorang masuk neraka. Demikianlah pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah hikmah Ibrahim dan isteri Ismail dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan hidup. Semoga dapat menjadi solusi nyata bagi kita semua, Amin. ***

Entry filed under: Muslimah. Tags: .

Belajar Dari Ibrahim Terapi Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: