Terapi Ramadhan

September 26, 2007 at 2:43 am 1 komentar

Oleh : Rahmadona fitria

Dimuat pada Harian Umum RADAR BANJARMASIN

 

Masih berada dibulan ramadhan, entah kenapa ramadhan kali ini begitu mempengaruhi suasana hati saya. Hal-hal yang ada hubungannya dengan keluarga begitu mudah menyentuh perasaan. Bagi saya pribadi, ramadhan ini merupakan bulan perenungan atas segala yang sudah saya kerjakan, terutama berkaitan dengan pelaksanaan tugas penciptaan yaitu sebagai isteri dan seorang ibu.

Ramadhan merupakan bulan produktif bagi aktivitas menulis saya. Mengisi waktu luang dengan membaca dan menulis terasa begitu nikmat, bagaikan oase yang menyejukan nurani yang kering. Perasaan ikut terbawa, ada saja sesuatu yang baru didapat dari bahan bacaan yang mempengaruhi perenungan diri. Menurut suami apa yang saya tulis akan dan seharusnya mendewasakan saya dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan Allah yaitu sebagai isteri dan ibu rumah tangga. Semoga ! Karena kalau tidak, apa bedanya saya dengan orang-orang yang mengatakan sesuatu kebaikan tapi diri sendiri tidak melakukannya. Semoga Allah melindungi saya dari hal yang demikian. Sehingga aktivitas yang saya lakukan bernilai ibadah dan berdampak untuk melatih serta memperbaiki diri, Insya Allah.

Pemahaman tentang tugas dan konsep penciptaan wanita menurut Allah yaitu sebagai isteri dan ibu yang sholehah bagi keluarga, membuat diri pernah bercita-cita semoga ketika ajal menjemput, diri ini dalam keadaan memberikan yang terbaik bagi suami dan anak-anak, tentu saja yang terbaik menurut Allah. Karena pada kenyataan sehari-hari diri ini masih begitu banyak kekurangan dalam memberikan pelayanan terhadap keluarga , mungkin masih jauh dari yang terbaik atau sebaik-baik perlakuan. Maafkanlah diri ini, wahai suami dan anak-anakku tercinta ! Begitu rindu dan inginnya diri ini ketika Allah menjemput untuk kembali padaNya, diri ini menikmati pensiun di alam sana dengan meninggalkan kesan dan kenangan yang baik pada diri suami dan anak-anak.

Semoga sifat-sifat istimewa yang dianugerahkan Allah pada wanita, seperti kelembutan, kasih sayang, rasa cinta, kepekaan, menjadi penyenang dan penentram masih tetap eksis dalam diri ini. Di balut kecenderungan akan fitrah keagamaan pada diri wanita, insya Allah ramadhan dapat menjadi terapi perilaku dan mental untuk melatih dan memperbaiki diri kembali ke keadaan fitrah dan tabiat kebaikan diri wanita. Perjuangan dalam meraih kembali tabiat istimewa wanita tersebut tentu tidak mudah. Perlu usaha yang sungguh-sungguh dan tekad yang kuat.

Ramadhan saat yang kondusif untuk berjuang dan berusaha. Diri terlatih untuk segera memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan sekecil apapaun kesalahan itu. Tutur kata dan perilaku senantiasa terjaga, karena semua amal ibadah dinilai secara langsung oleh Allah. Rasanya rugi jika hanya mendapat lapar dan dahaga dari puasa yang dikerjakan. Kemantapan kondisi fisik, mental, dan ruhani seorang wanita dapat lebih banyak mendatangkan kebaikan bagi keharmonisan rumah tangga dan suasana yang kondusif bagi pendidikan anak-anaknya. Mari manfaatkan momentum ramadhan dengan sebaik-baiknya! Semoga ramadhan benar-benar membawa perubahan berarti bagi kualitas diri sekaligus berdampak positif pada kualitas mendidik ***

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Menghidupkan Kembali Hikmah Belajar dari Luqmanul Hakim

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: