Belajar dari Luqmanul Hakim

September 27, 2007 at 3:20 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Bergaul dengan anak, baik berinteraksi secara langsung setiap hari maupun melalui bacaan, menimbulkan pertanyaan besar dalam diri, bagaimana bisa para Nabi dan orang-orang sholeh di zamannya mampu bersikap sabar tanpa kemarahan dalam berinteraksi dengan anak ? Sedangkan kita terkadang masih mendahulukan emosi ketika menghadapi perilaku anak. Ternyata selain doa yang senantiasa mereka panjatkan, pemahaman agama dan kualitas kedekatan hubungan mereka dengan Allah lah yang menolong mereka dalam menjalankan tugas berat ini, yaitu mendidik anak agar menjadi anak sholeh yang menjadikan Allah sebagai tujuan, Qur’an sebagai penuntun, Islam sebagai jalan hidup, dan Rasulullah Saw sebagai teladan.
Saya kira kita semua pernah mendengar kisah tentang seorang ahli hikmah yang bernama Luqman. Luqman telah diberi nikmat oleh Allah berupa ilmu pengetahuan  tentang hikmah. Dan ia adalah seorang yang bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu : “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri ; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji “. (QS. Luqman ayat 12)
Kisah tentang Luqman ini di abadikan pula dalam Al-Qur’an surah Luqman, yaitu mengenai nasehat-nasehat Luqman kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa Allah juga menghendaki setiap orangtua melaksanakan seperti yang dilakukan oleh Luqman. Maka berikanlah nasehat kepada anak-anak kita seperti nasehat Luqman kepada anaknya. “Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman ayat 17)
Nasehat ini mengajarkan pada anak bahwa mereka tidak akan berkata dan beramal atau mengerjakan sesuatu kecuali yang benar, serta menanamkan semangat untuk menegakkan kebenaran. Dalam hubungan interaksi manusia satu dengan lainnya tidak akan terhindar dari proses mempengaruhi dan dipengaruhi. Seorang anak akan mudah berubah menyesuaikan lingkungannya. Maka bekalilah anak-anak kita sedini mungkin dengan sebuah pegangan hidup yang benar.
Satu-satunya pegangan hidup yang benar dan kuat adalah menghubungkan anak-anak kita dengan Rabbul’alamin, pencipta alam semesta dan seisinya. Kenyataan disekitar kita yang masih percaya terhadap takhayul dan mistik juga terselip pada tayangan sinetron anak ditelevisi. Kesannya tayangan religi tapi tidak mendidik. Disisi lain mengajarkan kebaikan tapi sisi lainnya mengajarkan anak untuk tidak realistis dan mengaburkan nilai kebenaran itu sendiri. Disinilah pentingnya mengajarkan kepada anak untuk tidak mempersekutukan Allah, karena akan berdampak sangat besar terhadap kepribadian atau akhlaq anak. Tidak mempersekutukan Allah adalah suatu prinsip yang harus  lebih dahulu ada pada diri seorang muslim.
Demikianlah, tidak mempersekutukan Allah seperti nasehat Luqman, sebuah pelajaran pertama yang harus diberikan kepada anak. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya : Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kezaliman yang besar.” (QS. Luqman ayat 13) Metode pembinaan seperti ini akan mampu membentuk generasi yang tumbuh cintanya kepada Allah, tawakal kepada Allah, berharap hanya kepada Allah, dan menjadikan Allah sebagai tujuan dari segala amal perbuatan yang dikerjakannya, serta tidak takut akan kemiskinan dunia. ***

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Terapi Ramadhan Mendidik Dengan Tuntunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: