Belajar Dari Rasulullah Saw

Oktober 10, 2007 at 6:07 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona fitria

Menurut Anda apa yang sebaiknya dilakukan orangtua dalam meluruskan kesalahan anak dan membendung perilaku anak yang kurang baik ? Sebagian orangtua mungkin ada yang membiarkannya saja, ada juga yang menggunakan teguran, atau bahkan hukuman ? Ada kalanya kita jumpai orangtua yang merasa berputus asa dalam menghadapi kenakalan perilaku anaknya, tidak tahu harus berbuat apa, sehingga memilih hukuman pada anak sebagai penyelesaiannya. Berapa  banyak orangtua yang terjebak untuk bersikap demikian ketika mengahadapi perilaku nakal dan kesalahan yang dilakukan anak-anaknya ? Padahal saya dan mungkin banyak orangtua lainnya yang juga berharap dan merindukan sebuah interaksi yang mesra dengan anak-anak. Apalagi di zaman seperti sekarang ini, anak-anak kita akan selamat jika memiliki hubungan yang harmonis dengan orangtuanya.
Bagaimana caranya agar orangtua dapat membangun hubungan interaksi yang mesra bersama anak ? Dan bagaimana pula sebaiknya penyelesaian yang tepat dalam mengatasi permasalahan meluruskan kesalahan anak dan memperbaiki perilaku anak yang kurang baik ? Mari kita jawab terlebih dahulu pertanyaan berikut ini ! Apa yang akan Anda katakan kepada anak, ketika ia mengatakan bahwa ia telah merapikan buku atau mainannya ? Biasanya orangtua cenderung menanggapi dengan teguran lain, sudah mengerjakan PR belum ? Padahal sebenarnya anak tidak bermaksud mengabarkan kepada Anda perihal apa yang telah dikerjakannya. Tetapi anak sebenarnya ingin mendengar ucapan yang menyejukan hatinya sebagai ekspresi bahwa Anda senang kepadanya. Demikianlah adanya tabiat anak-anak kita, mereka senang akan pujian dan motivasi, bahkan lebih membutuhkannya daripada orang dewasa.
Dunia anak memang dunia yang aneh. Mempengaruhinya menuntut kemampuan kita dalam memasuki jiwanya yang terbuka. Memasuki pintu jiwa anak perlu kunci kasih sayang, kelembutan, menjaga perasaannya dan memenuhi sebagian keinginannya melalui pemberian hadiah, pelayanan, senyum, rayuan, pelukan, ciuman, tatapan yang menentramkan jiwanya, dan pemberian kesejukan melalui kata-kata. Kita dapat meneladani perilaku Rasulullah Saw ketika bergaul dengan anak-anak. Beliau memperlakukan anak-anak dengan sangat istimewa. Bahkan dalam berinteraksi terhadap anak kecil pun Rasulullah menggunakan etika. Rasulullah senang menyapa anak kecil sehingga mereka merasa diperhatikan dan dihargai keberadaannya. Mengetahui bagaimana sikap Rasulullah terhadap anak-anak seharusnya sudah cukup membuat kita merasa malu dan mulai membenahi diri. Tidak diragukan lagi mencontoh perilaku Rasulullah dalam memperlakukan anak akan membawa dampak positif dan perubahan berarti dalam hubungan interaksi orangtua bersama anak sehingga terjalin hubungan yang harmonis.
Orangtua dapat menggunakan cara pemberian motivasi berupa imbalan atau pujian dalam mendidik meluruskan perilaku tidak baik dan kesalahan anak. Cara ini akan mendorong anak gemar untuk berbuat baik dan terus memperbaiki diri. Adapun untuk membendung perilaku tidak baik anak tidak ada cara yang terbaik selain memotivasi anak untuk berbuat kebaikan. Anak butuh akan dorongan dan pujian atas amal sholeh yang dilakukannya. Hal itu akan membuatnya terdorong untuk kembali melakukan amal sholeh tersebut. Misalnya, bila anak membantu mengambilkan atau membawakan sesuatu, kita ucapkan terima kasih kepadanya.
Rasulullah Saw telah mengajarkan ini kepada kita. Sebuah riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan dari Ibnu abbas r.a ; tuturnya : ketika Rasulullah Saw pergi ke tempat buang hajat, aku menyediakan air untuk wudhu beliau. Usai buang hajat, beliau melihat air tersebut tersedia. “Siapa yang membawakannya ?” Tanya beliau. Setelah aku memberitahukan, maka beliau membaca doa : “Ya Allah, berilah ia pemahaman tentang agama dan ilmu tentang tafsir Al-Qur’an !” Sehingga doa tersebut benar-benar telah memotivasi si anak untuk menjadikan dirinya seorang yang benar-benar paham akan agama dan ilmu tafsir Al-qur’an.
Memotivasi anak dengan imbalan atau pujian membawa pengaruh efektif dalam diri anak. Pujian itu akan menggerakan perasaannya dan membuatnya segera dengan bersunguh-sungguh dan rasa riang memperbaiki perilaku dan kesalahanya. Inilah yang ditegaskan dan diajarkan Rasulullah Saw kepada kita ketika beliau memperingtkan pentingnya memuji si kecil jika kita menghendaki anak bersikap sesuai dengan kebaikan yang kita inginkan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar r.a berkata, “Pada masa kehidupan Rasulullah Saw ada seorang laki-laki yang apabila bermimpi , ia menceritakannya kepada Rasulullah Saw. Maka akupun berharap dapat bermimpi, lalu menceritakannya kepada Rasulullah. Pada waktu itu aku masih muda dan aku tidur di masjid pada masa Rasulullah Saw. Ketika Abdullah bin Umar r.a bermimpi, ia menceritakan mimpi tersebut kepada saudara perempuannya Hafshah r.a. Lalu ia menceritakannya kepada Rasulullah Saw, maka beliau berkata, “Sebaik-baik pemuda adalah Abdullah manakala ia sholat di sebagian malam.”
Semenjak itu Abdullah tidak tidur kecuali sedikit untuk mengerjakan sholat malam. Demikianlah pengaruh pujian Rasulullah Saw kepada Abdullah memotivasi dirinya untuk menambah ibadah dan kebaikan sekaligus merubah kebiasaan Abdullah yang sebelumnya senang tidur-tiduran dan bermalas-malasan.  Mari kita bina keakraban dan hubungan harmonis bersama anak dengan memulainya memberi pujian. Bagaimana, tidak kah pelajaran dari Rasulullah Saw ini menyentuh mata hati dan pikiran kita ? Semoga ! ***

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Mendidik Dengan Tuntunan My Diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: