Sudah Hafal Berapa Juz?

Januari 9, 2008 at 7:24 am 2 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Orangtua mana yang tidak bangga jika melihat berbagai kemajuan yang telah dicapai anak dalam masa pertumbuhannya. Suatu ketika saya dan suami berbincang, ia teringat pada kejadian dimana ia menceritakan tentang beberapa kemajuan yang dicapai oleh anak pertama kami kepada saudaranya. Maka saudaranya itu pun bertanya, “Sudah hafal berapa juz ?”. Sekarang saya baru memahami makna dibalik pertanyaan tersebut dan sepakat dengan suami kalau pertanyaan itu kini justru menjadi bahan koreksi bagi kami tentang makna kemajuan dalam pendidikan anak yang seharusnya dicapai oleh seorang anak muslim.

Ya, seringkali kita keliru memaknai kemajuan-kemajuan yang dicapai anak lalu mengkaitkannya dengan kecerdasan. Banyak orang salah kaprah dalam memahami pengertian dari kecerdasan. Ada yang menganggap anak yang cerdas adalah anak yang pintar ilmu matematika atau sains. Ada pula yang menilai kecerdasan anak hanya pada sisi prestasi akademik yang diperoleh anak disekolah.

Sudah saatnya kita meluruskan pemahaman yang keliru mengenai pengertian dari kecerdasan. Kemajuan yang dicapai oleh seorang anak muslim akan dinilai sebagai suatu kecerdasan atau prestasi yang membanggakan apabila ia telah mampu menghafal Al Qur’an, minimal juz 30 atau populer dengan istilah juz’ amma. Kenapa ? Karena Al Qur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu.

Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita untuk memperkenalkan Al Qur’an sejak dini. Begitu pula para sahabat Rasulullah mengikuti jejak beliau dalam mendidik anak-anak mereka untuk dekat dengan Al Qur’an. Menghafal Al Qur’an menjadi pijakan pertama bagi para pendidik dalam mengasah awal kecerdasan generasi islam. Setelah anak diarahkan untuk mengenal Al Qur’an kemudian mampu menghafalnya barulah masuk ketahap pendidikan selanjutnya yakni mengajarkan anak pada ilmu-ilmu lainnya dan mendukung mereka dalam menekuni bakat atau kecenderungannya terhadap bidang tertentu.

Jadi sekali lagi, bahwa memperkenalkan dan menghafal Al Qur’an dalam mendidik generasi islam pada awal tumbuh kembang mereka adalah lebih utama dan merupakan prestasi yang mengagumkan dibandingkan ilmu-ilmu lainnya. Lebih baik lagi jika hal itu dilakukan sebelum mereka mencapai usia baligh atau usia 10 tahun. Sedangkan usia 7 tahun adalah masa yang efektif dalam melatih anak untuk menghafal Al Qur’an.
Alangkah baiknya jika pada usia pra baligh anak diarahkan untuk fokus dalam mengenal dan menghafal Al Qur’an. Kandungan ilmu dalam Al Qur’an akan membimbing akal dan jiwa anak.***

Entry filed under: Mendidik. Tags: .

Buat Apa Belajar ? Kupersembahkan Untukmu Abah

2 Komentar Add your own

  • 1. Ahmad Nur Irsan Finazli  |  Januari 22, 2008 pukul 8:29 am

    Saya bangga dengan anugrah ALLAH SWT, yakni dikaruniai tiga orang anak yang sholeh…

    Balas
  • 2. elmuttaqie  |  Oktober 17, 2008 pukul 12:20 pm

    Mohon maaf jika saya keliru… saya hanya ingin memastikan bhw yg punya blog ini pernah kuliah di jogja dan sempat tinggal di amks p.antasari jl samirono baru 46… namanya sama sih, jadi saya kira mungkin saja orangnya juga sama, apalagi krn sama-sama tinggal di banjarbaru. Tapi jika keliru, saya mohon maaf.. Anyway, blog nya bagus, istri saya pasti suka membaca blog mbak. Oh ya siapa tau mbak berkenan mampir di blog reot kami di http://www.elmuttaqie.wordpress.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: