Bila Saat Itu Tiba

Februari 10, 2008 at 2:00 pm 13 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Bagaimana Anda memahami arti sebuah kesuksesan ? Saya yakin setiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda. Pengertian sukses secara umum itu relatif atau subjektif, tergantung masing-masing orang yang menilainya. Ada yang memandang kesuksesan dari segi kekayaan, ketenaran, jabatan atau kekuasaan. Kalau pengertian kesuksesan dari cerminan hidup Rasulullah, keluarga, dan sahabat beliau, kesuksesan itu adalah ketika seseorang berproses secara konsisten mencapai cita-cita yang mulia (dalam bingkai islam) dan kesuksesan itu terlihat pada bagaimana seseorang itu mengakhiri hidupnya dengan baik.

Seperti apa jelasnya, untuk lebih mudah memahami pengertian kesuksesan tersebut ada baiknya kita membuka kembali sejarah hidup Rasulullah Saw. Mari kita pusatkan perhatian kita pada akhir dari kehidupan beliau. Yakni ketika turun wahyu terakhir yang terekam dalam Al Qur’an surah Al-Ma’idah ayat ke-3, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.

Ayat ini menjadi pertanda bagi Rasulullah bahwa beliau akan meninggal. Hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan akhir hidup Rasulullah dalam kaitannya dengan pengertian kesuksesan adalah bahwa beliau telah menjalankan tugas hidup mengemban dakwah mengajak manusia kembali pada Allah Swt secara konsisten hingga akhir hidup beliau. Dengan kata lain beliau mengakhiri hidupnya setelah menyelesaikan tugas hidup sebagai pengemban dakwah dengan baik. Subhanallah, akhir hidup yang sempurna.

Saya jadi teringat dengan ungkapan-ungkapan umum yang menggelitik  seperti,”Kasihan ya masih muda sudah meninggal” atau “Ga mau ah mati muda, saya kan belum nikah”. Seolah-olah segala kenikmatan hidup hanya bisa kita rasakan di dunia saja. Padahal yang semestinya menjadi tolak ukur bukan usia atau status tapi apa yang sudah kita perbuat dengan kehidupan dan umur yang diberikan Allah Swt kepada kita. Bukankah surga juga menyediakan berbagai kenikmatan bahkan lebih dari kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia ? Dengan catatan,  kenikmatan surga tersebut bisa kita peroleh jika kita memiliki orientasi kesuksesan hidup dunia akhirat.

Secara sederhana, kita juga bisa belajar kesuksesan dari kehidupan putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra. Kita tahu Fatimah meninggal dalam usia yang masih muda. Hidupnya banyak dihabiskan dengan mengabdikan diri berbakti kepada Allah Swt. Ia gunakan umur dan kehidupannya mengurus keluarga  dengan ikhlas dalam kerangka ibadah kepada Allah. Lihatlah, ia pun mengikuti cara hidup Rasulullah, konsisten dalam kebaikan dan mengakhiri hidupnya setelah menyelesaikan tugas hidupnya dengan baik. Bahkan saya sangat terkesan dengan salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan olehnya, “Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas penciptaanku dan jangan Kau biarkan aku disibukkan oleh urusan selainnya”. Subhanallah, Fatimah meninggal ketika ia telah menyelesaikan tugas hidupnya berbakti pada orangtua (Rasulullah Saw), suami dan mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang tercatat kemuliaannya oleh sejarah.

Kematian memang identik dengan berakhirnya segala kenikmatan hidup di dunia. Mungkin akan terdengar aneh ketika seseorang dikatakan sukses meraih cita-cita hidup dengan kematiannya. Cita-cita biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dicapai dalam kehidupan sehingga kemudian dengan tercapainya cita-cita tersebut seseorang bisa dikatakan sukses lalu dengan kesuksesannya itu ia bisa menikmati hidup. Begitulah pendapat popular tentang cita-cita dan kesuksesan hidup yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

Setiap orang berhak menentukan pilihan hidupnya karena hidup ini memang menawarkan banyak pilihan.
kita mungkin tidak setabah Fatimah, kita hanya seorang perempuan yang berusaha konsisten untuk menjadi muslimah sholehah. Dan bila saat itu tiba, semoga kita bisa mengakhiri hidup seperti halnya Fatimah, meninggal setelah menyelesaikan tugas hidup dengan baik, Insya Allah. Amin Allahuma Amin. Alangkah indahnya ketika mengakhiri hidup dalam keadaan rela melepaskan segala kenikmatan dunia dan diridhoi oleh sang pemilik jiwa raga, Allah Swt.***

Entry filed under: Muslimah. Tags: .

Ajari Aku Jadi Pendampingmu Kecenderungan Pamer Diri

13 Komentar Add your own

  • 1. hamba  |  Februari 11, 2008 pukul 3:02 am

    Ass…amin moga
    Insya Allah, amin.

    Balas
  • 2. Ahmad Nur Irsan Finazli  |  Februari 19, 2008 pukul 3:25 pm

    Baik, saya terimakasih sekali atas peringatan ini.
    Jazakillah

    **Alhamdulillah, kita saling mendoakan.**

    Balas
  • 3. Ella Megawati  |  Februari 19, 2008 pukul 3:32 pm

    assalmu’alaikum.
    ummi, tulisannya bagus banget, membuat terharu he he he.
    Maaf baru sempat buka. Ditunggu lho bukunya..
    Salam ya buat 3 ponakan-ku…

    Balas
  • 4. Ella Megawati  |  Februari 19, 2008 pukul 3:33 pm

    Makasih ya…

    Balas
  • 5. daeng limpo  |  Februari 21, 2008 pukul 3:49 am

    Saya mendukung tekad anda…semoga tetap istiqomah.

    ***InsyaAllah, terima kasih Pak***

    Balas
  • 6. isnuansa  |  Februari 22, 2008 pukul 11:00 am

    sampai saat ini saya belom pernah merasa sukses. mungkin memang begitu ya, sifat manusia, selalu merasa belom puas…

    ***Saya kira mungkin hanya masalah orientasi dan keyakinan masing2x orang kali mba Is, ketika orientasinya dunia akhirat InsyaAllah kita akan menemukan kesuksesan yang sebenarnya.***

    Balas
  • 7. Abu Alib  |  Februari 22, 2008 pukul 12:41 pm

    Asswrwb, lawas kd komen nah mudah2an qta mendapatkan khusnul khotimah semuaan amin

    ***Amin Ya robbal alamin, kita saling mendoakanlah om.***

    Balas
  • 8. Ahmad Nur Irsan Finazli  |  Februari 26, 2008 pukul 6:00 am

    Saya mungkin tidak setabah Fatimah atau setegar A’isyah. Saya hanya seorang perempuan yang memilih berusaha konsisten untuk sukses menjadi muslimah sholehah. Dan bila saat itu tiba, saya bercita-cita bisa mengakhiri hidup saya seperti halnya Fatimah, meninggal setelah menyelesaikan tugas hidup saya dengan baik, Insya Allah.
    AMIN YAROBBAL ‘ALAMIN

    Balas
  • 9. Nurul  |  Februari 26, 2008 pukul 7:46 am

    so inpiring mb……
    memperbaiki mind set ku akan kesuksesan
    senang bertemu dengan anda

    ***Alhamdulillah, senang sekali jika tulisan saya bermanfaat bagi mba’ Nurul, salam kenal ya…***

    Balas
  • 10. Nurul  |  Februari 26, 2008 pukul 7:48 am

    dari jalan juga ke tempat Noor Insan
    ehmm🙂 ada ummi disitu
    sukses sekeluarga selalu yah

    ***Amin, terima kasih mba’ Nurul***

    Balas
  • 11. ika  |  Februari 26, 2008 pukul 8:16 am

    halo makasih dah maen ke blog mp3 sayah,eniwei blognya juga bagus,,isinya juga mengharu biru…

    ***O,ya. Makasih juga mba’ Ika yang maniz***

    Balas
  • 12. datums  |  Februari 27, 2008 pukul 4:21 am

    mbak (atau “bu” nih? :D) … usul… kayaknya mending sedikit di lebarin deh nih blog… soalnya kan tulisan mbak lumayan panjang… kalo lebar kolomnya kecil bacanya rada gemanaaa gitu😀

    anyway… nice post… tapi bagaimana jika ketika muda dan saat itu tiba, dan tugas hidup belum selesai dengan baik… akankah tidak rela?🙂

    *Thank’s ya dah mampir. tapi sori berat nih,mohon diterima aja apa adanya (masalah kolom yang kecil) udah dari sono nya, he..3x harap maklum yach. O, iya kalo saat itu tiba ketika muda dan tugas hidup belum selesai dgn baik, kayaknya itu masalah takdir yg penting dah berusaha semampunya dan yg terbaik, jgn lupa berdoa. Moga aja kita semua mendapat akhir hidup yg baik, amin. Gitu kali ya mas Datums*

    Balas
  • 13. fira  |  Februari 28, 2008 pukul 2:39 pm

    Ass…halo mba permisi numpang lewat nice blog dan tulisan2nya bagus dan bermanfaat sekali…oyah mba makasih udah mampir ke gubuk Fira yah.Salam ngeblog dan terus berkarya. Wassalam…

    ***Ma kasih juga tanggapannya n’ bales mampir ke blog saya, nice to meet you, mba’ Fira***

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: