Indahnya Silaturrahmi

April 14, 2008 at 3:09 pm Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria

Pertemuan yang sebenarnya tidak terduga tapi masih meninggalkan kesan. Sore itu, suami mengajak untuk bersilaturrahmi sebagai salah satu agenda kegiatan dakwahnya. Suami sudah lebih dahulu kenal dengan keluarga tersebut sedangkan saya baru pertama kalinya. Kebetulan pada saat itu ada orang lain yang juga bertamu ke rumah keluarga tersebut,  tidak lama setelah kami datang.
Tamu tadi ternyata masih famili dari keluarga tersebut. Beberapa waktu kemudian ada saja tamu laki-laki yang berdatangan, akhirnya para ibu mengungsi ke rumah tetangga. Di rumah tetangga inilah saya terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan si ibu yang masih famili dari tuan rumah keluarga yang kami silaturrahimi tadi.
Saya agak heran karena kami baru pertama kali bertemu, tapi si ibu tadi dengan tulusnya bercerita tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya berpikir positif saja, mungkin ibu itu mempercayai saya. Lagipula saya tidak punya kepentingan apa-apa terhadap beliau, saya kira begitu pula sebaliknya.
Jujur, saya bersimpati dan kagum kepada beliau. Beliau adalah sosok wanita yang patut dihargai dan ditiru. Walaupun mungkin figur yang cukup langka, bahkan mungkin tidak menarik perhatian untuk ukuran zaman sekarang. Saya pikir, seandainya suami beliau mengetahui ketulusannya, tentulah ia akan menjadi seorang lelaki yang sangat bersyukur. Selain memiliki harta kekayaan melimpah juga memiliki harta berupa seorang isteri yang amanah dalam menjaga keselamatan akhlaq suaminya.
Bukankah jarang ada figur seorang istri yang rela mengorbankan aktivitasnya di luar rumah demi menjaga kemuliaan dan keselamatan akhlaq keluarganya, terutama suaminya. Padahal aktivitas yang beliau ikuti di luar rumah adalah aktivitas positif dan bukan aktivitas yang bertentangan dengan  norma agama.
Beliau menuturkan, lebih memilih mengikuti kemauan suami yang meminta untuk tetap diam di rumah daripada aktif di luar tapi suami mengancam dan terancam jatuh pada kemaksiatan. Semua yang dilakukannya hanya demi menjaga keselamatan akhlaq sang suami, subhanallah! Saya kira ini bukan pengorbanan yang mudah dan remeh.
Menurut saya, beliau ini sosok wanita yang cukup cerdas memotivasi diri dengan pendekatan religius. Dari penuturannya, beliau ini senantiasa menghubungkan segala peristiwa yang dialami tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, bahwa Dia lah yang mengaturnya. Beliau menambahkan, senantiasa menjalin hubungan dengan sang pengatur segala urusan yakni Allah SWT melalui ibadah sholat tahajud dan dari sinilah sumber kekuatan yang dimilikinya. Sehingga tidak takut dan sedih terhadap persoalan yang menimpanya.
Beliau juga menceritakan pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan meminta pendapat saya dengan mata berkaca-kaca apakah menurut saya pertemuan dalam mimpi itu benar ? Beliau bilang selalu berkaca-kaca jika mengingat mimpi tersebut karena merasa tidak layak memperoleh kemuliaan bermimpi bertemu Rasulullah. Tentu saja saya tidak berani membenarkan karena tidak punya pengetahuan tentang hal itu. Tapi saya katakan, sepengetahuan saya kalau sosok Rasulullah tidak tergambar secara jelas dalam mimpi itu mungkin saja pertemuan itu benar karena setan tidak bisa menyerupai Rasulullah. Beliau bilang wajahnya memang tidak begitu jelas tapi sosok itu bercahaya, memakai jubah dan sorban putih, mengucapkan salam dan beliau meyakini bahwa itu adalah Rasulullah.
Sudah beberapa hari berlalu sejak pertemuan dengan beliau, namun masih meninggalkan kesan mendalam untuk dikenang. Pertemuan itu menambah masukan bagi saya yang sedang belajar memperdalam bidang ilmu tentang kepribadian. Tidak ada maksud lain bagi saya mengangkat figur beliau dalam tulisan saya, selain agar kita bisa mengambil pelajaran dan sebagai sebuah bentuk penghargaan. Ternyata masih ada sosok wanita di sekeliling kita yang memberikan contoh nyata tentang sebuah kebaikan dengan menjadikan agama sebagai motivasi dan solusi dalam menghadapi permasalahan hidup di zaman materialistis seperti sekarang; di mana keselamatan akhlaq tidak mendapat perhatian dan dikesampingkan.
Wahai ibu, semoga ini dapat menjadi sebuah kabar gembira buat ibu, di sebuah majalah Islam, nama majalahnya Sabili, ada pembahasan tentang mimpi bertemu Nabi. Disitu disebutkan ; bertemu Rasulullah di dalam mimpi adalah berkah tersendiri. Sebab, ia termasuk ru’yah shadiqah atau mimpi tentang kebenaran. Dan hampir semua mengatakan mimpi bertemu Nabi akan membawa perubahan.
Semoga ibu senantiasa istiqomah dalam menjalankan amanah menjaga keselamatan dan kemuliaan akhlaq suami beserta keluarga, Amin Ya Rabbal Alamin.***

Entry filed under: Muslimah. Tags: .

Airmata Dan Pelukan Sudah Terlibat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: