Sumbangan untuk Negeri

Juli 4, 2008 at 7:41 am 4 komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan salah satu peristiwa bersejarah di negeri kita tercinta, Indonesia. Ada sebuah pernyataan inspiratif dalam salah satu iklan ditelevisi yang bunyinya kurang lebih begini; “Ada banyak cara memaknai hari kebangkitan nasional. Ada banyak cara berbakti untuk negeri”. Siapa pun bisa memberikan kontribusi manfaat bagi negeri, sesuai dengan kompetensi masing-masing dalam rangka memperingati 100 tahun ‘Hari Kebangkitan Nasional’.

Setiap manusia tentunya dilahirkan ke dunia ini dengan dibekali potensi (kemampuan) masing-masing sebagai karunia dari Allah Swt. Ada yang memiliki potensi di bidang pendidikan, di bidang sosial, di bidang kesenian, di bidang menulis, dan berbagai bidang lainnya. Maka hendaknya setiap orang mengenali kelebihan dirinya dan mendalami suatu bidang yang dirasakan paling mampu ia kuasai. Karena setiap manusia akan dimudahkan oleh Allah Swt pada setiap kemampuan yang telah diciptakan untuknya. Kemudian memfungsikan kemampuan tersebut sesuai dengan tempatnya, baik berupa ilmu atau profesi.

Dalam sebuah organisasi yang bergerak di bidang apapun, alangkah bijaksana jika setiap anggotanya dapat berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Setiap orang berbuat atau mendapatkan tugas sesuai dengan  kemampuan di bidangnya, melakukan hal-hal yang mampu dikerjakan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Seseorang yang mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidangnya akan termotivasi melakukannya, tekun dan menganggap apa yang ia lakukan itu penting. Sebaliknya, menerima atau mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan di bidangnya hanya akan menghasilkan kinerja yang tidak maksimal dan menghambat jalan organisasi, sekalipun ia tahu pekerjaan itu penting bagi dirinya, bagi orang yang menyuruhnya, dan bagi kepentingan orang banyak.

Mari kita renungkan sejenak apa yang terdapat dalam sebuah hadist, Abu Musa Ra berkata,”Rasulullah Saw bersabda,”Seorang mu’min bagi mu’min yang lain bagaikan bangunan yang saling menguatkan sebagian dengan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari Muslim). Dalam segala aspek, semestinya potensi setiap manusia atau setiap anggota (dalam sebuah organisasi) mengarah kepada upaya saling menguatkan satu dengan yang lain, bukan saling melemahkan dan menjatuhkan atau menguasai. Potensi pada masing-masing bidang (politik, ekonomi, sosial, kesenian, penulisan, dsb) jika difungsikan dengan benar, niscaya menjadi kekuatan yang luar biasa menggetarkan. Sehingga kinerja setiap orang atau anggota organisasi akan lebih optimal dan mencapai hasil yang dirasakan kontribusi manfaatnya bagi kepentingan orang banyak.

Seseorang yang mendapatkan tugas tidak sesuai dengan potensi di bidangnya, ibarat robot  yang melakukan sesuatu karena diatur  tanpa ‘sense of  belonging’ (merasa memiliki) terhadap pekerjaan tersebut. Akhirnya kerugian ada di dua pihak. Wajar jika hasilnya kurang maksimal, tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan organisasi. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran”  (Al-Hadits).

Realitanya, kita sering menjumpai orang yang melakukan pekerjaan berdasarkan kesempatan (lowongan) yang ada atau pekerjaan yang dianggap prestise (bergengsi) di mata masyarakat. Sebaiknya hindari melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan potensi, lebih baik mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidang yang ditekuni dan memperoleh hasil optimal.

Orang yang sukses akan selalu menjaga potensi dirinya sehingga profesional di bidangnya. Seremeh apapun pekerjaan yang dilakukan seseorang jika sesuai dengan bidang yang ia tekuni, maka ia akan menikmati, bersemangat mengerjakannya, dan menganggap pekerjaan itu penting. Jika setiap orang bergerak dan berbuat untuk tujuan kebaikan sesuai dengan kemampuan di bidangnya, betapa besar kontribusi manfaatnya bagi negeri. Dengan semangat kebangkitan nasional, mari optimalkan potensi diri!***

*) Konsultan remaja
lembaga psikologi ‘Mitra solusi’Banjarbaru,

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Sudah Terlibat Survive Hadapi Masa Krisis

4 Komentar Add your own

  • 1. taufik79  |  September 9, 2008 pukul 2:16 am

    Salam kenal…
    marilah kita hayati kebangkitan nasional sebagai kebangkitan bersama bagi segera tercapainya Indonesia makmur, maju, dan terhormat di antara bangsa. Terutama bagi para pemimpin dan politikus, serta bagi semua kekuatan masyarakat, seyogianya memobilisasikan potensi untuk kebangkitan Indonesia. Yang berarti, maju, makmur, aman, dan sentosa.

    Balas
  • 2. irsanfinazli  |  Desember 2, 2008 pukul 1:27 am

    Ditangan pemuda-lah Banua ini diamanahkan, gasan kemanjuan Banua sejahtera…

    Balas
  • 3. agus  |  Maret 28, 2009 pukul 3:23 am

    di tangan yang amanah negara ini akan baldatun toyyib……….., maka tempatkan dirimu pada posisi yang semampumu, janganlah engkau paksakan keinginanmu untuk menjadi berkuasa tanpa melihat kemampuan terhadap dirimu, maka hancurlah negaramu apabila dipegang oleh yang bukan ahlinya,jangan kau campur adukan agamamu untuk kepentinganmu semata

    Balas
  • 4. SYAIFUL  |  Mei 7, 2009 pukul 11:04 am

    Assalamualaikum WR. Wbr.

    Menumbuhkan semangat berbakti kepada negara bangsa dan Agama di kalangan remaja sekarang ini sangat penting untuk di bina, karena sudah luntur semangat bernegara dan berbangsa di kalangan generasi muda, mau kemana generasi muda ini nantinya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
« Apr   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: