Memprogram Ulang Pikiran

Juli 28, 2009 at 3:43 am Tinggalkan komentar

Oleh : Rahmadona Fitria*

I. Perbedaan Kemampuan Mental Pada Masing-masing Individu
SETIAP manusia tentunya memiliki harapan atau cita-cita yang ingin diwujudkan dalam kehidupannya agar hidupnya bermakna. Yang mana keberhasilan dalam  meraih apa yang dicita-citakan (tentunya untuk tujuan yang baik) akan meningkatkan kualitas pribadi individu itu sendiri sekaligus dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Dalam perjalanan mencapai apa yang menjadi harapan atau cita-cita tersebut, adakalanya seseorang dihadapkan pada hambatan atau kendala tertentu sebelum berhasil meraihnya. Perbedaan kemampuan mental masing-masing individu dalam menghadapi berbagai hambatan ini, mempengaruhi juga bagaimana mereka mensikapinya. Ada yang merespon hambatan yang dihadapi secara positif, ada pula yang meresponnya secara negative.

Bagi mereka yang merespon secara negatif, hambatan yang dihadapi bisa menjadi suatu masalah dan itu mempengaruhi juga bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sehingga dapat mengganggu perkembangan diri pribadinya. Mereka mudah sekali menjadi lemah semangat bahkan menjadi patah semangat. Kondisi seperti ini menjadikan seseorang tidak mampu untuk melihat peluang yang sebenarnya tercipta dari bagaimana cara kita merespon setiap kejadian. Berbeda dengan mereka yang merespon hambatan yang dihadapi secara positif, mereka lebih mampu melihat berbagai kesempatan sebagai peluang.

Ya. Contohnya seseorang yang bercita-cita ingin menjadi guru, tentunya ia mesti melewati proses pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga ke Perguruan Tinggi. Ketika dalam proses melalui tahapan demi tahapan pendidikan tersebut ia menemui hambatan, tidak lulus UN disalah satu tahapan pendidikan tadi, maka hendaknya ia memandang ketidaklulusan tersebut sebagai keberhasilan yang tertunda, maksudnya masih ada kesempatan untuk mengejar  ketinggalan dengan berusaha memperbaikinya dan masih ada harapan untuk meraih keberhasilan di masa depan. Ini lebih positif pengaruhnya bagi pembentukan sikap hidup yang optimis. Jadi hambatan tidak direspon secara negative yaitu dipandang sebagai sebuah kegagalan yang diartikan  akhir dari segalanya atau cenderung dianggap sebagai kartu mati atau pertanda seseorang ‘g bisa sukses dilain kesempatan atau masa depan.

Jadi sebenarnya kualitas seseorang sangat dipengaruhi dari bagaimana cara mereka memandang dan mensikapi setiap persoalan. Idealnya memang kita semua bisa mensikapi hambatan yang dihadapi secara positif. Kalau kita tahu bagaimana caranya membangun sikap mental positif maka setiap orang akan bisa dengan mudah menikmati kehidupan.

bersambung…

Entry filed under: Psikologi. Tags: .

Penyejuk Mata Dan Hati Respon Negatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: