Sebenar-benarnya Cinta

April 27, 2010 at 8:44 pm Tinggalkan komentar


Sebagai aktivis dakwah kata “amal jama’i” tentu bukan sesuatu yang asing. Kita sering mendengarnya minimal pernah mendengarnya. Tapi buat saya pribadi ternyata butuh proses panjang untuk memahami dan proses yang boleh dibilang sangat perlahan dalam mengamalkannya. Pernah saya sampai phobi mendengar kata “amal jama’i” karena terkesan seperti perintah berangkat perang (afwan kalau perumpamaannya terlalu berlebihan), karena suka tidak suka, siap tidak siap, dalam keadaan berat atau ringan, harus tetap ‘memaksakan diri’ untuk ikut terlibat. Walaupun pada akhirnya tetap saja tindakan yang diambil adalah “menghilangkan jejak” dengan mencari-cari alasan atau tanpa alasan sekalian.

Kadang juga dikejar-kejar perasaan “terhukum” jika tidak ikut terlibat tapi begitu ikut terlibat ada perasaan terasing (tidak “ingroup” begitu). Why ? What’s wrong ? Pelajaran pertama yang saya peroleh dari pengalaman ini adalah perlu ada perbaikan dalam hal ‘relationship’ (mohon koreksinya yang ahli dalam bahasa inggris), perlu membangun hubungan yang menyenangkan. Setelah terbina hubungan yang menyenangkan ternyata bisa lebih mudah memang menikmati aktivitas berjama’ah. Untuk tahap ini sudah berada pada titik aman.

Ternyata ada babak atau episode lain dari amal jama’i ini. Dalam lingkup sebatas halaqoh lumayan lah sudah ‘klik’ apa itu amal jama’i (sambil berproses dalam peng-amalan-nya). Eh, muncul lagi phobi baru, amal jama’i dalam lingkup politik. Nah, pelajaran baru kemudian adalah menyusun ‘kepingan puzzle pemahaman’ tentang amal jama’i dalam hal politik. Belum lagi dibumbui dengan ‘beradu’-nya berbagai idealisme pemikiran para aktivis dakwahnya (afwan). Lagi-lagi kita akan dikejar ke-aktifan-nya. Pembelajaran tentang makna amal jama’i sambil jalan dengan prakteknya.

Banyak konflik yang muncul dalam pemikiran saya, kenapa begini, kenapa begitu? bermunculannya kekecewaan, ketidak-puasan, dan lain sebagainya. Beruntung saya punya kawan berkonflik yang sedemikian mengerti proses pemahaman saya (boleh ge-er kok bi) ya pada akhirnya bermuara pada satu kesimpulan : inilah jalan dakwah. Begitu pula ibu saya tercinta memberikan support, itulah ujian dakwah, anakku ! Baiklah saya mesti banyak bersyukur (Alhamdulillah, Allahu Akbar !) Allah Swt pada akhirnya memberikan tarbiyah berharga tentang pengalaman berjama’ah dan dakwah. Walaupun mungkin yang ‘mau’ memahami bagaimana lambatnya ‘loading’ pemahaman dan praktek saya tentang gerak dakwah ini baru satu orang (Ahmad Nur Irsan Finazli, suami tercinta).

Satu lagi tarbiyah yang saya peroleh dari perjalanan pemahaman tentang kehidupan berjama’ah dengan segala dinamikanya : ” Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang senantiasa menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28).

Sekarang saya mulai mengerti sikap teguh dan komitmen suami terhadap jalan dakwah ini apapun konflik yang dihadapinya. Karena Allah Swt dalam surat Al-kahfi: 28 memerintahkan kaum muslimin agar bersabar dan terus bersabar bersama mereka yang memiliki orientasi Robbani (kejernihan orientasi kehidupan) yaitu orang-orang yang jauh dari ambisi-ambisi pribadi dan duniawi. Mereka orang-orang yang memilki komitmen dan konsistensi sikap islami, Insya Allah.

Jadi dengan amal jama’i (kerja bersama) akan terbentuk ruh kebersamaan dan persaudaraan sesama muslim. Selain itu, potensi kebaikan bagi individu maupun ummat muslim akan lebih terjaga. Ternyata memang mesti melalui proses yang berliku untuk dapat mencapai kecintaan terhadap aktivitas berjama’ah dan dakwah hingga sampai kepada tahapan sebenar-benarnya cinta.

(Sumber: Buku “Pernik-Pernik Rumah Tangga Islami” Penulis, Cahyadi Takariawan.)

Entry filed under: Muslimah. Tags: .

Kartini Adalah Muslimah Da’iyyah Pada Zamannya Perempuan Berkaca Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2010
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: