Kantong Plastik Kebencian

April 25, 2011 at 8:44 pm 2 komentar

Ditulis oleh: Rahmadona Fitria

Ada suatu kisah menarik yang inspiratif tentang kentang, saya dapat dari rive.blog.uns.ac.id (judulnya: untuk sebuah ingatan saja…).
Saya ingin berbagi maknanya dengan para pembaca di blog ini. Begini kisahnya:

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”. Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa…tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya….!!!”

Tanpa kita sadari, begitu mudahnya kita dikuasai oleh emosi negatif yaitu kebencian. Kebencian yang terus menerus menggerogoti hidup kita. Dampaknya sungguh merugikan diri sendiri, ibarat membawa kentang busuk sepanjang hidup kita. Bagaimana kita bisa tahan membawa kebusukan di dalam diri kita? padahal membiarkan barang busuk menempel dalam diri kita, berbahaya bagi kesehatan jiwa dan mental kita.

ahhh, mari berhenti merugikan diri sendiri!!!…belajar untuk ikhlas dan memaafkan. Semoga kehidupan kita menjadi lebih ringan, lapang, dan menyenangkan.

Entry filed under: Menulis. Tags: .

Tiket Kebahagiaan Sang Kolektor

2 Komentar Add your own

  • 1. whomayrah  |  Mei 2, 2011 pukul 6:33 pm

    syukron jiddan udah share kisah ini mbak dona.
    Benar2 berisi dan penuh makna.
    btw, salam kenal mb rahmadona…
    dont forget visit back🙂

    Balas
  • 2. rahmadona  |  Mei 3, 2011 pukul 9:06 am

    sama-sama mb.syukron sdh berkunjung.salam kenal juga.kisah ini jg untuk mengingatkan & memotivasi saya utk bljr ikhlas menjalani kehidupan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: