Archive for April, 2011

Sang Kolektor

Ditulis oleh: Rahmadona Fitria

Apakah kamu sangat ahli dalam menandai setiap peristiwa dalam hidupmu? atau seorang kolektor penanda setiap peistiwa. Peristiwa manakah yang kamu tandai, menyakitkan atau yang memberdayakan? Hmmm, kisah berikut bisa menjadi sebuah pertimbangan dalam menandai suatu peristiwa. Kisah tentang batu, saya temukan di HIPNOTIS.NET (judulnya: batu penanda).
Begini kisahnya;

Seorang pengelana terdampar di sebuah sabana yang gersang. Kakinya terus melangkah, berharap menemukan pemukiman penduduk yang kiranya dapat memberinya seteguk air untuk pengobat rasa hausnya setelah berjalan seharian di bawah terik matahari.

Akhirnya iapun tiba di suatu perkampungan kumuh, dan ia mendatangi salah sebuah rumah, berharap dapat diberikan air minum untuk sekedar pelepas dahaga.

Tetapi apa yang terjadi ? Ia justru disambut dengan hardikan yang sangat menyakitkan hati : “Sana, sana pergi, kami tidak berurusan dengan pengemis gembel macam kamu !”.

Sang pengelana terhenyak dan benar-benar tersakiti hatinya, ia segera bergegas meninggalkan perkampungan itu, bahkan sesaat melupakan rasa haus yang ada. Dengan hati yang sakit, ia berkata dalam hati : “Aku benar-benar sakit hati terhadap penduduk kampung ini, aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini !”, setelah itu Sang Pengelana-pun memungut sebuah batu berukuran 2 kepalan orang dewasa, dan iapun berkata : “Batu ini adalah pengingat terhadap peristiwa yang menyakitkan ini !”

Sang pengelana melanjutkan perjalanan dengan rasa haus yang semakin menjadi, dan iapun membawa batu yang telah dibuatnya sebagai pengingat peristiwa yang menyakitkan ini. Sesekali ia beristirahat, dan ia kerap memandangi batu pengingat ini.

***

Tidak beberapa lama tibalah dia di perkampungan berikutnya. Kali ini sebuah perkampungan yang asri, menandakan para penduduknya berkecukupan. Sang Pengelana memberanikan diri untuk meminta air minum ke salah satu penduduk, dan apa yang terjadi ? Ia tidak saja diberikan air minum, tetapi bahkan diberikan makanan yang sangat lezat.

Ketika ia tengah menyantap makanan yang diberikan, tiba-tiba matanya tertuju kepada beberapa orang yang tengah berbisik-bisik dengan pandangan mencurigakan yang ditujukan ke dirinya. Ia berusaha keras untuk menangkap pembicaraan itu, dan akhirnya lamat-lamat ia mendengar mereka berkata : “Dasar orang miskin, diberi makanan sisa saja sudah senang sekali !”.

Dan iapun kembali terhenyak, lalu seketika itu juga ia menghentikan makannya, lalu bergegegas minta diri, sambil berbasa-basi mengucapkan terima kasih.

Sang pengelana kembali melanjutkan perjalanannya dengan hati yang sangat pedih. Iapun mencari batu untuk penanda kesedihannya kali ini. Bahkan karena ia menganggap bahwa peristiwa yang baru saja terjadi ini jauh lebih menyakitkan daripada sebelumnya, ia memutuskan untuk menandainya dengan 2 buah batu dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari batu sebelumnya. Sambil memandang batu-batu tersebut ia mengatakan : “Aku akan selalu mengingat penghinaan yang aku terima pada hari ini !”.

***

Sang Pengelana kembali melanjutkan perjalanannya, tentu saja dengan beban yang lebih berat, karena selain memanggul bekal perjalanannya iapun mengangkut beban tambahan yaitu 3 buah batu “penanda dendam” yang kini dianggapnya sebagai barangnya yang sangat berharga. Dan ketika kelelahan kembali menyapa, iapun memutuskan untuk sejenak beristirahat tidur di bawah sebuah pohon yang rindang.

Selang beberapa jam kemudian Sang Pengelana terbangun dari tidurnya. Akan tetapi betapa terkejutnya ketika ia melihat perbekalannya ternyata telah hilang lenyap, dan yang tersisa hanyalah 3 buah batu penanda dan tas perbekalan yang telah kosong.

Kali ini Sang Pengelana benar-benar marah dan mengutuki peristiwa sial ini. Iapun berteriak : “Tidak adil ! Sangat tidak adil ! Kenapa aku demikian menderitanya !”. Lalu iapun mencari batu baru sebagai pengingat peristiwa yang sangat menyakitkan ini. Bahkan kali ini ia memutuskan untuk menandai peristiwa ini dengan 5 buah batu dengan ukuran sedikit lebih besar dari batu-batu penanda sebelumnya.

***

Waktu terus berlalu, Sang Pengelana mulai berjalan tertatih-tatih, karena kemanapun ia pergi ia selalu membawa beban tambahan yaitu batu-batu penanda dendam yang semakin lama semakin banyak, sejalan dengan berbagai peristiwa buruk yang ditemuinya.

Setiap pagi, sebelum Sang Pengelana melanjutkan perjalanannya, ia selalu menyempatkan diri untuk membersihkan dan menggosok batu-batu koleksinya dan memandangi batu-batu tersebut, yang saat ini sepertinya telah menjadi hartanya yang sangat berharga, yang perlu dijaga agar ia tetap dapat mengingat seluruh peristiwa-peristiwa menyakitkan yang telah dilaluinya.

***

Hari berganti hari. Sang Pengelana semakin lelah, semakin renta, semakin perlahan berjalan bahkan mulai sering terjatuh. Dan di suatu senja yang seharusnya indah bagi orang-orang yang mensyukuri kehidupan, tampak sosok tua yang tergeletak di tanah, yang kini tidak lagi dapat melanjutkan perjalanannya karena ia telah menghadap Sang Khalik. Sang Pengelana tua telah mati, dengan memeluk erat batu-batu berharganya !

***

Apakah kitapun memiliki koleksi batu-batu penanda ?

Merasa seperti kisah diatas? well, sebaiknya kita mulai merubah diri. Memilih memiliki koleksi batu-batu penanda yang memberatkan kehidupan atau memilih untuk mulai berlapang dada, mensyukuri kehidupan yang dijalani, dan fokus pada hal-hal yang memberdayakan? Daripada menggosok koleksi batu-batu penanda dan mengingat berbagai peristiwa yang menyakitkan, lebih baik ganti koleksi penandamu sekarang juga!!

Iklan

April 25, 2011 at 9:12 pm 1 komentar

Kantong Plastik Kebencian

Ditulis oleh: Rahmadona Fitria

Ada suatu kisah menarik yang inspiratif tentang kentang, saya dapat dari rive.blog.uns.ac.id (judulnya: untuk sebuah ingatan saja…).
Saya ingin berbagi maknanya dengan para pembaca di blog ini. Begini kisahnya:

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”. Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa…tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya….!!!”

Tanpa kita sadari, begitu mudahnya kita dikuasai oleh emosi negatif yaitu kebencian. Kebencian yang terus menerus menggerogoti hidup kita. Dampaknya sungguh merugikan diri sendiri, ibarat membawa kentang busuk sepanjang hidup kita. Bagaimana kita bisa tahan membawa kebusukan di dalam diri kita? padahal membiarkan barang busuk menempel dalam diri kita, berbahaya bagi kesehatan jiwa dan mental kita.

ahhh, mari berhenti merugikan diri sendiri!!!…belajar untuk ikhlas dan memaafkan. Semoga kehidupan kita menjadi lebih ringan, lapang, dan menyenangkan.

April 25, 2011 at 8:44 pm 2 komentar

Tiket Kebahagiaan

Ditulis oleh: Rahmadona Fitria

Pernah denger atau baca kisah tentang istri John Maxwell (pembicara dan motivator top), Margaret?.
Begini kisahnya;

Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara dan motivator top), Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.

Seperti biasa, Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.

Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan yang ditanyakan ibu itu adalah, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?“

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.

Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Seluruh ruangan langsung terkejut.

“Tidak,” katanya sekali lagi. “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”

Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya, ia ingin cepat-cepat keluar dari ruangan itu (mungkin karena malu).

Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”

“Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Wow, kisah ini seolah membuka mata hati kita, bahwa kebahagiaan hidup tidak bisa kita dapatkan dari pasangan hidup, kesuksesan dalam karier, uang atau penghasilan, hobi, sahabat, dsb. Kebahagiaan tidak kita dapatkan dari faktor apapun diluar diri kita. Untuk mendapatkan tiket kebahagiaan hanya perlu membiarkan pikiran dan perasaan positif leluasa tumbuh berkembang membentuk diri kita. So, kendalikan lintasan-lintasan pikiran yang muncul dibenak kita.Kelola emosi agar menjadi emosi positif dan memberdayakan.

Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita dalam belajar dan berlatih; mengendalikan maupun mengelola emosi untuk kehidupan yang lebih bermakna dan berkualitas, amin ya Robbal alamin..

April 25, 2011 at 8:04 pm Tinggalkan komentar

Membentuk Self Image Melalui Teknik CRAFT

Sumber: HIPNOTIS.NET
Author :Yan Nurindra| views : 1,334 |Category:Chicken Soup For The Soul

Self Image atau “Citra Diri” menempati posisi penting dalam kehidupan kita. Self Image “menentukan” apa yang dapat kita capai dan apa yang tidak dapat kita capai. Oleh karena itu pembentukan Self Image yang memberdayakan mutlak diperlukan di tahap awal perjalanan menuju sukses.

Salah satu teknik untuk merubah atau membentuk Self Image, adalah teknik sederhana yang diperkenalkan oleh metode Psychocybernetics (Dr. Maxwell). Teknik ini disebut dengan CRAFT yang merupakan singkat dari Cancel – Replace – Affirm – Focus – Train.

Hal yang terpenting dari teknik ini adalah kita harus benar-benar meyakini bahwa Self Image yang dimaksud adalah benar-benar kita inginkan.

Berikut ini adalah detail dari setiap point teknik CRAFT :

Cancel

Lintasan pemikiran negatif atau yang bertentangan dengan tujuan kita, harus segera di-Cancel sesaat setelah kita menyadarinya. Cancel harus dilakukan dengan mengucapkan kata “cancel”, baik terucap atau dalam hati. Mungkin langkah ini awal mulanya terasa aneh dan “mengada-ada”, tetapi yakinlah bahwa jika hal ini dilakukan secara displin, akan bermakna bahwa awareness kita telah mengalami peningkatan dalam mendeteksi adanya lintasan pemikiran negatif. Pengucapan kata “cancel” juga dimaksudkan sebagai pembatalan pemrograman ke pikiran bawah sadar.

Replace

Lintasan pemikiran negatif yang telah di-”cancel”, segera dipertegas dengan melakukan pemrograman pikiran dengan cara mengucapkan kalimat yang berlawanan, atau kalimat yang sesuai dengan tujuan kita. Lakukan dengan fokus sejenak, karena yang kita program adalah pikiran bawah sadar.

Affirm

Pikiran bawah sadar adalah “mahluk” yang lebih mengenali image. Oleh karena itu kita dapat meng-edukasi pikiran bawah sadar ini secara lebih efektif dengan bantuan “afirmasi”. Dalam hal ini afirmasi yang dimaksud bukan hanya “kata-kata afirmasi”, tetapi juga dapat berupa gambar atau suara yang berkaitan dengan Self Image yang akan kita bentuk.

Focus

Sesekali kita sempatkan waktu untuk benar-benar memprogram pikiran bawah sadar. Self Hypnosis merupakan salah satu teknik yang efektif untuk keperluan ini.

Train

Sejak saat kita meniatkan untuk melakukan perubahan, maka sejak saat itu pulalah kita harus bersikap seakan-akan perubahan tersebut sudah terjadi, dengan lain kita harus bersikap seperti aktor yang tengah “acting” dalam peran Self Image yang baru. Acting ini menyangkut sikap tubuh (fisiologis), cara berbicara, cara berpikir, kondisi mental-emosional, dsb.

***

Teknik CRAFT merupakan lingkaran langkah yang harus dilakukan terus menerus sampai dengan Self Image ini terprogram secara permanen, dan benar-benar telah menjadi identitas baru dalam diri kita.

Secara umum waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan sebuah Self Image adalah sekitar 4-6 minggu.

Reborn, The Life Revolution

April 25, 2011 at 7:28 pm Tinggalkan komentar

Tanpa Bintang (Anang feat Aurel)

Sepi ini tak kan membunuh kita
Karena kita selalu bersama
Bersamanya kita harus bahagia
Melawan semua aral yang ada
Bersama

Aku dan kamu selalu bersama
Habiskan malam walau tanpa bintang
Aku dan kamu saling berpelukan
Membunuh malam hingga pagi menjelang
Bersama selamanya

Sepi ini tak ‘kan membunuh kita
Karena kita selalu bersama
Bersamanya kita harus bahagia
Melawan semua aral yang ada
Bersama

Aku dan kamu selalu bersama
Habiskan malam walau tanpa bintang
Aku dan kamu saling berpelukan
Membunuh malam hingga pagi menjelang
Berdua selamanya

Cinta aku seluas samudera
Sayang aku tak akan pudar
Cinta aku, aku dan kamu selamanya

Aku dan kamu selalu bersama
Habiskan malam walau tanpa bintang
Aku dan kamu saling berpelukan
Membunuh malam hingga pagi menjelang

Aku dan kamu selalu bersama
Habiskan malam walau tanpa bintang
Aku dan kamu saling berpelukan
Membunuh malam hingga pagi menjelang
Berdua selamanya selamanya

April 23, 2011 at 2:47 pm Tinggalkan komentar

Tetaplah dihatiku (Bunga Citra Lestari Feat Christian Bautista)

Kekasihku sayangku
ku ingin kau tahu
hati ini kan slalu
menantikan cintamu

Kaulah yang pertama
yang memberi arti cinta
tuk selamanya tetap dihatiku
ingin memelukmu
mendekap hangat cintamu
tuk selamannya tetaplah dihatiku

Bersama untukmu
dengan kesungguhanku
tak akan kuberbagi meskipun engkau jauh
kukan selalu merindukanmu
kukan tetap selalu menjagamu
jangan ada kata berpisah

Antara janjiku, yakinkan dihatimu
dan takkan ku berpaling
hanya kau satu dihatiku
ku akan selalu disisimu
tak ku biarkan ka jauh
tuk selamanya, ku tetap dihatimu

April 22, 2011 at 2:35 pm Tinggalkan komentar

Lirik Lagu Derby Romeo & Gita Gutawa Cinta Takkan Salah (OST Love In Perth) Lyrics

ku kira benar, kau kira salah
cinta berbeda kita tak sama
tak pernah searah

ku bilang iya, kau bilang tidak
selalu begitu tak pernah setuju
tak pernah menyatu

namun ternyata tak pernah ku kira
di sini kita memulai cerita

reff:
perbedaan jadi tidak berarti
karena hati telah memilih
di mataku kita berdua satu
apapun yang mengganggu
cinta takkan salah

ku ingin yang ini, ku ingin yang lain
coba tuk mengerti, coba tuk pahami
saling melengkapi

kini ternyata tak pernah ku kira
di sini kita memulai cerita

repeat reff [2x]

April 22, 2011 at 1:47 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Posts by Month

Posts by Category